Ads


» » » Kejar Surplus Beras, Kementrian Pertanian Sebar Mesin Panen

Kejar Surplus Beras, Kementrian Pertanian Sebar Mesin Panen
ist
Teks Foto  :Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan panen raya padi di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng, Sabtu (22/2/2014). 
 
Sidrap, BeritaRayaOnline.Com,-Pemerintah Indonesia terus berusaha meningkatkan surplus beras guna memenuhi kebutuhan pangan khususnya beras masyarakat tanpa harus menunggu import dari negara tetangga. Hal itu diawali dengan menghadirkan mesin panen padi bagi kelompok tani.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan, pihaknya saat ini tengah berusaha meningkatkan produksi pangan nasional dengan menghadirkan mesin yang memudahkan petani dalam pengelolahan sawah. Mesin yang dimaksud mulai mesin bajak, mesin tanam benih hingga mesin panen.

"Secara presentase tanpa mesin panen,losis hasil panen hanya 1,5 persen tapi dengan mesin itu ada peningkatan hingga 10 persen," ungkap Rusman usai mengikuti kegiatan panen raya oleh Presiden di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sabtu (22/2/2014).

Ia menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan kurang lebih 2000 unit mesin alat panen untuk dibagikan kepada setiap daerah penghasil beras di Indonesia. Untuk Kabupaten Sidrap, mesin panen yang dibagikan kepada kelompok tani sebanyak 360 unit mesin panen.

Rusman menambahkan, pihaknya masih melihat sejumlah lahan yang belum optimal. Dari rangkaian kunjungannya bersama presiden di Sulsel, ia masih melihat ladang terbengkalai dan berpotensi menjadi sawah. Olehnya, pihaknya akan membahas pemanfaatan ladang itu untuk dibuatkan percetakan sawah baru.

"Program percetakan sawah baru sudah tidak bisa di Jawa. Sementara Sulsel punya potensi itu. Makanya kami akan usahakan untuk Sulsel," terang Rusman.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang menuturkan, dengan hadirnya mesin panen seperti itu, susut panen padi tentu akan berkurang. Dari tinjauannya, susut hasil panen yang bisa diselamatkan dari mesin itu bisa mencapai Rp 180 miliar.

"Sidrap merupakan daerah sentra pertanian khusus padi. Sekarang yang kita pikirkan adalah pengelolahan mesin," kata Agus.

Ia menuturkan setiap mesin nantinya disewakan kepada petani. Adapun petani yang menggunakan alat dikenakan beban sabanyak satu karung padi per ton. Namun, semua beban sewa itu juga tergantung dari kesepakatan kelompok tani (tribun-timur.com/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini