Ads


» » » Importir Wajib Serap Minimal 10 Persen Beras Ketan Lokal

Jakarta,BeritaRayaOnline.Com,-Untuk menyeimbangkan impor beras ketan, pemerintah mewajibkan importir untuk menyerap minimal 10% beras ketan lokal. "Importir harus dikunci (tanggung jawabnya) dengan kewajiban menyerap ketan lokal. Tahun ini wajib serap 10%," ujar Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementerian Pertanian RI, Yusni Emilia Harahap, di Jakarta, Jumat (14/2/2014).

Dengan cara ini, kata Emilia, maka produksi dalam negeri dapat terserap. Selama ini, produksi beras ketan Indonesia memang belum mampu memenuhi kebutuhan industri yang mencapai 200.000 ton per tahun. Hingga kini, hanya ada dua daerah penghasil beras ketan terbesar yakni Subang dan Lumajang.

Pada tahun 2013, Kelompok Kerja (Pokja) Beras mengalokasikan impor beras ketan utuh sebanyak 120.000 ton dan beras ketan pecah 100% sebanyak 100.000 ton. Dikutip dari data PPHP Kementan, realisasi impor beras ketan utuh tahun lalu sebesar 118.848 ton. Sedangkan beras ketan pecah 100% 64.213 ton.

Beras Impor




Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Kementerian Pertanian (Kementan) Yusni Emilia Harahap pada temu pers dengan Forwatan (Forum Wartawan Pertanian) juga menjelaskan alasannya karena adanya kisruh beras impor temuan bea cukai yang dapat menganggu harga beras pasar domestik.

"Kelihatannya kita enggak impor dulu beras premium. Sebab ada kisruh impor beras temuan bea cukai," ujarnya.

Padahal beras premiun atau beras tertentu bebas untuk mengimpor guna memenuhi konsumsi kalangan terbatas. Namun, dengan kisruh tadi, menyebabkan pemerintah menghentikan sementara sampai batas tidak tertentu.

Yusni menjelaskan pemerintah menghentikan untuk beras premiun jenis Basmati, Japonika dan Thai Hom Mali. "Ini untuk menata tataniaga impor beras premium," katanya.

Yusni menjelaskan penghentian sementara impor beras premium tidak akan lama. "Nanti itu akan menganggu restoran Jepang dan yang membutuhkan beras tertentu tersebut," ucapnya. (dbs/lasman)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini