Ads


» » » Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan : Stok Daging Sapi di Indonesia Tahun Ini Cukup !

Jakarta,BeritaRayaOnline.Com, Potensi stok daging sapi lokal tahun 2014 diperkirakan mencapai 530.000 ton, kebutuhannya mencapai 575.000 ton/tahun. Artinya secara stok daging sapi Indonesia tahun ini cukup namun karena kurangnya infrastruktur mengakibatkan sapi sulit didistribusikan.

"Potensi stok daging sapi tahun ini mencapai 530.000 ton/tahun, sementara kebutuhannya mencapai 575.000 ton/tahun, artinya kita hanya kurang 45.000 ton tahun ini atau sekitar 7% kurangnya. Artinya sebenarnya ini sudah swasembada daging," ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) Syukur Iwantoro, ditemui di ruang kerjanya, di Kementerian Pertanian Gedung C, Selasa (25/2/2014).

Syukur mengungkapkan, namun dari potensi stok daging sapi tersebut, yang mampu diangkut dari daerah sentra produksi sapi ke daerah konsumsi seperti Jabodetabek hanya mencapai 465.000 ton.

"Tapi yang bisa diangkut hanya sekitar 465.000 ton saja, artinya dari kebutuhannya sebanyak 575.000 ton, kita kurang 18%," ucapnya.

Syukur mengatakan, banyaknya stok daging sapi yang tidak bisa diangkut ini karena minimnya infrastruktur di Indonesia, mulai dari angkutan sapi ternak hingga pelabuhan.


"Kalau pelabuhan baru Tanjung Priok yang punya pelabuhan khusus angkutan perternakan, tapi hanya diperuntukkan untuk sapi impor, di sana ketika kapal bersandar, sapi berbaris rapi turun pakai tangga khusus, saya juga nggak tahu kok khusus sapi yang impor saja ya, seharusnya kan sapi lokal juga boleh pakai fasilitas itu," ungkapnya.

Syukur juga mengungkapkan, ada punya cara mengangkut sapi yang kurang baik, sehingga merusak kualitas sapi/daging sapi itu sendiri.

"Ada yang diceburkan ke laut, ada yang dipindahkan dari truk ke kapal dengan cara tidak baik, yang justru merusak kesehatan sapi dan berpengaruh pada kualitas dan bobot daging sapi," ujarnya.

"Tentu ini harus dibenahi bersama, tidak bisa hanya Kementerian Pertanian saja, harga ada Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, dan sinergi BUMN, semua pihak harus bersama-sama bergerak, jika tidak kemandirian pangan kita akan tergantung terus dengan asing, kita punya barangnya kok, cuma karena infrastruktur kita kurang baik makanya sekarang kita tergantung impor, tapi apa terus seperti ini," tutupnya.(detikfinance.com/lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini