Ads


» » » Progress Investasi Infrastruktur di Indonesia Dari Sektor Swasta Mencapai Rp 269,3 Triliun

Jakarta,BeritaRayaOnline.Com,-Progress investasi infrastruktur di Indonesia hingga tahun ini dari sektor swasta mencapai Rp 269,3 triliun.Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rp34O,5 triliun, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp 445,57 triliun, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp 8I5,6 triliun.Sedangkan kebutuhan investasi infrastruktur dari kurun waktu 2O1O hingga 2O14 mencapai Rp 1.923,7 triliun.
"Dengan demikian masih terdapat gap kurang lebih Rp 52 triliun," jelas Ir.Hediyanto Kepala Badan Pembinaan (BP) Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/1/2O14) menjelaskan mengenai persiapan pelelangan Kementerian PU dan potensi pasar jasa konstruksi Indonesia.
Menurut Ir.Hediyanto, menilik kondisi tersebut maka diperlukan beberapa langkah penting antara lain meningkatkan kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS),mendorong partisipasi swasta melalui program Corporate Social Responsiability (CSR) dan lain sebagainya.
Sementara itu untuk rencana dan realisasi investasi infrastruktur terkait Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2O11-2O25 dari total kebutuhan Rp 1.786 triliun,pembangunan infratsruktur Power dan Energi menempati posisi tertinggi baru diikuti dengan infrastruktur jalan.
Perkembangan pasar konstruksi nasional sejak tahun 2O12 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dimana pada 2O12 mencapai kurang lebih Rp 284 triliun, 2O13 mencapai kurang lebih Rp 369 triliun, dan di tahun ini diperkirakan mencapai Rp 4O7 triliun."Bahkan pertumbuhan konstruksi di Indonesia dari tahun ke tahun melebihi pertumbuhan ekonomi,"katanya.
Sedangkan untuk ketersediaan material dan peralatan konstruksi di Indonesia masih didominasi di Pulau Jawa yang harus menjadi perhatian bersama agar pembangunan infrastruktur dapat merata dilaksanakan di seluruh wilayah nusantara.
Dikatakan lagi oleh Ir.Hediyanto, Kepala Badan Pembinaan (BP) Konstruksi,untuk perkembangan pelaku jasa konstruksi nasional saat ini kontraktor Indonesia berjumlah 117.O42 dan konsultan 4.414.Namun, sebagaimana yang terjadi sebelumnya hingga kini badan usaha dan kualifikasi besar masih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan kualifikasi kecil maupun sedang.
"Begitu juga dengan tenaga kerja konstruksi dimana tenaga ahli berjumlah 1O persen, tenaga terampil 3O persen, dan kelompok buruh kasar 6O persen,"ucapnya.
Tenaga ahli yang turut serta dalam mutual recognition arrangement (MRA) hingga saat ini baru mencapai 159 orang.Masih perlu didorong partisipasinya mengingat sebentar lagi Indonesia harus bersaing dengan tenaga asing saat keterbukaan pasar regional ASEAN dibuka.(Ls)






eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini