Ads


» » » Mentan Suswono : Bahan Bakar Nabati Penting dan Strategis untuk Ketahanan Energi Nasional

Ragunan, Pasar Minggu BeritaRayaOnline.Com-Salah satu hasil Sidang Anggota ke-11 Dewan Energi Nasional (DEN) yaitu membentuk Pokja (Kelompok Kerja) untuk lebih mematangkan pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN)."Diharapkan Pokja dapat bekerja dan memberi rekomendasi yang mengikat.," ujar Menteri Pertanian Suswono ketika menjelaskan hasil-hasil Sidang Anggota ke-11 Dewan Energi Nasional (DEN) kepada wartawan di Kantor Kementerian Pertanian di Jakarta Jumat sore (8/11/2013).

Menurut Menteri Pertanian Suswono bahan baku energi khususnya bahan bakar  nabati (BBN) penting dan sangat strategis untuk ketahanan energi nasional karena merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan."Sidang Anggota ke-11 DEN juga membicarakan tentang penyediaan lahan , tanaman baru, serta perkembangan petani penghasil bahan bakar nabati," jelasnya.

Dikatakannya lagi Pokja akan merumuskan solusi yang terbaik soal insentif dan persoalan lahan jangan sampai menganggu lahan-lahan pangan pokok."Di Brazil untuk tanaman tebu disediakan lahan seluas 8 juta hektare, sedangkan di Indonesia hanya 450.000 hektare.Sedangkan untuk tanaman kedele di Brazil disediakan lahan seluas 30 juta hektare di Indonesia hanya 600.000 hektare " kilahnya.


Sementara itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN), Jero Wacik, mengatakan Dewan Energi Nasional (DEN) memandang bahwa Bahan Bakar Nabati (BNN) adalah sumber energi yang penting dan bernilai strategis untuk peningkatan ketahanan energi nasional peningkatan kemandirian pengelolaan energi penciptaan lapangan pekerjaan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

"Oleh karena itu DEN mendorong pelaksanaan secara lebih intensif Instruksi Presiden N.1 tahun 2006 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati atau biofuel, penyediaan BBN secara berkelanjutan, penyediaan lahan dan pengembangan tanaman baru perbaikan kebijakan harga dan insentif, serta perlindungan petani penghasil bahan baku BBN dengan percepatan penyediaan inftastruktur blending dan transportasi untuk pemenuhan pelayanan di seluruh Indonesia, penerapan kewajiban penyediaan BBN dari produksi dalam negeri, serta menjamin mutu BBN untuk perlindungan konsumen," katanya.

Ditambahkannya DEN juga mendorong mengurangi hambatan produksi bioethanol , penyiapan program jangka panjang pemanfaatan biommassa pertanian, pengembangan kebun energi terintegrasi, pengembangan komoditas potensial penghasil energi dan kebijakan yang kuat menjamin ketersediaan pasokan CPO untuk BNN."Hasil Sidang Anggota DEN ke -11 ini segera dilaporkan kepada Presiden selaku Ketua DEN. Selanjutnya Sidang Anggota DEN ke-12 akan dilaksanakan di Kantor Kementerian Perhubungan untuk membahas isu strategis bidang energi perhubungan," ucapnya.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini