Ads


» » » Satu Juta Hektare Lahan Kedelai akan Dikembangkan di Lokasi Transmigrasi


Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,-Direktur Jenderal Pembinaan Perbatasan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Rossari Tyas W didampingi Maxdeyul Sola, Staf Ahli Menteri Bidang Kependudukan dan Otonomi Daerah mengatakan kunjungannya  menemui Menteri Pertanian Suswono di Kantor Kementerian Pertanian, Kamis (24/10/2013) guna mendukung swasembada kedelai.

"Pengembangan kedelai kita koordinasi dengan Mentan Suswono dan dunia usaha.Kita sepakati 1 juta hektar lahan kedelai," ujar Rossi kepada sejumlah wartawan di press room Kementerian Pertanian usai bertemu Mentan Suswono , Kamis (24/10/2013).

Rossi menjelaskan pihaknya sebatas menyediakan lahan dengan melibatkan ekstransmigran dan penduduk asli yang lahannya ditanami kedelai. Adapun untuk bibit berasal dari Kementan.

 "Kalau soal benih Pak Suswono sudah menjamin. Kegiatan ini akan ditandatangai pada acara Hari Pangan Sedunia di Padang pada 31 Oktober 2013,"jelasnya.

Dikatakan lagi, untuk tahap awal pihaknya baru menyediakan lahan sebanyak 150 ribu hektar pada 2013 dan akan diperluas pada tahun berikutnya. Perluasan lahan tanam kedelai menuju 1 juta hektar akan dilaksanakan selama kurun waktu tiga tahun mendatang.

Untuk target panen pada lahan seluas 1 juta hektar, Rossi menjelaskan masih dalam pembahasan. Saat ini pengembangan lahan dulu yang akan diprioritaskan serta upaya penanaman. Penanamn kedelai juga akan menggunakan teknologi pangan melibatkan tenaga ahli di lapangan.

"Pengembangan kedelai merupakan kebijakan pemerintah untuk swasembada 2 juta ton. Tentu kolaborasi integrasi kita dari sisi kesiapan lahan bisa diandalkan pada kawasan transmigrasi luar Jawa," ucapnya.

Rossi menjelaskan, sumber daya yang akan digunakan pada masa menanam sampai panen dan pemasaran akan melibatkan masyarakat transmigrasi. “Lahan ada, sumber daya manusia ada, transmigran ditunjang infrastruktur sudah siap. Tidak kalah penting kemungkinan ada kelembagaan ekonomi, sehingga bisa masuk agar pertanggung jawabannya bisa dikawal," jelasnya.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini