Ads


» » » Puslitbang Permukiman PU Ciptakan Empat Teknologi Inovatif Cegah Kebakaran Bangunan Bertingkat


Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,-Untuk mencegah lebih lanjut bahaya kebakaran di gedung bertingkat,Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (Puslitbang Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum) membuat empat teknologi inovatif.

Pertama, tangga darurat bangunan bertingkat."Merupakan tangga yang hanya dapat dibuka dari atas bila diperlukan sehingga penghuni di ruang atas dapat turun bila terjadi kebakaran.Namun, tidak dapat dinaikki oleh orang yang tidak dikendaki," ujar Prof.Dr.Ir.Anita Firmantri Eko Susetyowati,MT, Kapuslitbang Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum dalam acara Obrolan PU bersama  Kantor Berita Radio (KBR) 68 H bertema "Antara Keamanan dan Keselamatan Dari Bahaya Kebakaran di Gedung Bertingkat" di Resto  Bumbu Desa Jakarta, Rabu sore (9 /1O/ 2O13).




Kedua, selimut api dalam bentuk lembaran kain ."Selimut api yaitu suatu kain diberi bahan pencegah api yang dapat ditutupkan bila ada kompor yang nyala akan mati apinya. Begitu juga bila ada kursi yang terbakar ditutup dengan selimut ini apinya bisa langsung mati.Bila terjadi kebakaran penghuni bisa menutup dirinya dengan selimut ini. Ini merupakan penanganan awal pada saat kejadian kebakaran," katanya.

Ketiga, alat pemadam kebakaran atau springkleer."Kami ciptakan alat pemadam kebakaran apakah ini bisa berfungsi atau tidak.Dan, keempat , teralis besi yang aman kebakaran. Sudah diuji coba beberapakali. Dapat dibuka dari dalam, dan tak dapat dibuka dari luar" ujarnya.

Menjawab pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline, Prof.Ir.Anita Firmantri Eko Susetyowati, MT, Kapuslitbang Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum, menjelaskan pihaknya belum memproduksi selimut api secara massal."Namun, kalau permintaan banyak kami bisa undang investor untuk memproduksi selimut api. Sedangkan khusus untuk teralis besi, kami siap membantu tenaga teknisi untuk memasangnya. Ini teknologi yang tidak rumit. Harganya Rp 300 ribu per teralis, termasuk alat sensor. Tak terlalu mahal harga teralis besi untuk atasi kebakaran,"ucapnya.


Sementara itu Suheri, Kepala Seksi Bina Teknis Dinas Kebakaran DKI Jakarta pada kesempatan itu menjelaskan meskipun sudah ada Perda  pencegahan kebakaran  di Kota Jakarta ,ada kecenderungan kasus kebakaran di Kota Jakarta meningkat."Sampai Oktober 2013 telah terjadi 769 kejadian kebakaran di DKI Jakarta.Penyebab kebakaran lebih banyak didominasi masalah listrik. Kami tak bisa berbuat sendirian. Dengan Kementerian PU sudah ada kebijakan mengenai bangunan gedung atau sudah ada 24 Permen, tetapi Perda merupakan peraturan yang tertingi.Tanpa peran serta masyarakat dan instansi terkait, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami bisa 'kebobolan'. Bagaimana mencegah kebakaran dan bagaimana penanggulangannya.Pemadam kebakaran tak berdaya tanpa peran lintas sektoral,"katanya.(lasman simanjuntak)



eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini