Ads


» » » Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Ruas Tol Tangerang-Merak




Teks Foto  : Wiwiek D Santoso Presiden Direktur (Presdir) PT.Marga Mandalasakti (MMS)

Tangerang, BeritaRayaOnline.Com,- Jalan  tol Tangerang-Merak selalu diupayakan dalam  kondisi lancar,aman dan nyaman bagi pengguna jalan .Sehingga fungsi jalan tol ini sebagai penghubung Pulau Jawa dan Sumatera serta aktifitas perekonomian termasuk peluang investasi Provinsi Banten dapat terus meningkat.

Standar Pelayanan Minimal (SPM) berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan  Umum Nomor 392/PRT/M/2005  merupakan ukuran yang harus dicapai dalam pelaksanaan penyelenggaraan jalan tol. SPM jalan tol mencakup kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan serta unit pertolongan/penyelamatan dan bantuan pelayanan.Agar dapat selalu dilaksanakan peningkatan pelayanan kepada pengguna jalan tol, masing-masing substansi pelayanan di SPM dievaluasi secara berkala berdasarkan hasil pengawasan fungsi dan manfaat.

Dalam pelayanan kepada pengguna jalan, PT Marga Mandala Sakti (MMS) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik.Selain pemenuhan SPM, MMS juga selalu berusaha mendapatkan masukan dari pengguna jalan yang didapat melalui berbagai media yang disediakan seperti telepon hotline 24 jam, twitter, sms, dan lain-lain.

Juga survei yang dilakukan setiap tahun terhadap lebih dari 1.000 pengguna jalan dalam program “Voice of Customer”. Pada survei pada akhir tahun 2012 yang dilakukan oleh konsultan independent, kepuasan pengguna jalan ruas tol Tangerang-Merak mencapai 3,84 dari skala 5 yang merupakan hasil yang menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan yang baik. Semua masukan tersebut diolah untuk menyusun perencanaan peningkatan pelayanan pengguna jalan.

SPM baik kondisi jalan, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan, dan unit pertolongan/penyelamatan selalu diupayakan untuk dipenuhi setiap saat.

Dengan tuntasnya rekonstruksi pada tahun 2012, kondisi jalan sangat baik. Tingkat kerataan jalan (IRI) yang ditetapkan sebesar 4 m/km, di ruas MMS mencapai 3,22 m/km. Pada aspek aksesibilitas, MMS senantiasa memonitor dan melakukan perbaikan waktu transaksi.Waktu transaksi rata-rata pada gardu masuk 2,27detik/kendaraan (SPM≤ 7 detik/kendaraan), sedangkan gardu keluar 4,16 detik/kendaraan (SPM ≤ 11 detik/kendaraan).

Selain itu waktu transaksi melalui peningkatan peralatan dan pelatihan sumber daya manusia,komplek gerbang juga direnovasi sehingga tampak lebih indah dan modern.Gerbang Cikupa dengan culabadaknya diharapkan dapat menjadi salah satu landmark Provinsi Banten.Sampai saat ini, 2 gerbang tol telah selesai direnovasi, yakni Cikupa , Balaraja Barat , SerangTimur, Cilegon Timur serta Merak sedang dalam proses pembangunan. 

Renovasi juga termasuk penambahan lajur transaksi sesuai dengan proyeksi peningkatan transaksi sehingga kapasitas gerbang selalu terjaga dengan baik.Pada tahun 2013, Cikupa ditambah 7 lajur transaksi. Balaraja Barat dan Cilegon Timur masing-masing 1 lajur, Serang Timur 2 lajur. Pada tahun 2014,Gerbang Tol Balaraja Timur, Ciujung, Serang Barat, dan Cilegon Barat juga akan mengaplikasikan desain yang sama dan penambahan lajur transaksi.

Tingkat keamanan jalur juga ditingkatkan dengan pemasangan pagar pengaman baik Guard Rail dan Wire Rope baik di median jalan maupun batas bahu jalan luar.Dot Rumble (Marka Getar) yang merupakan inovasi MMS dan penerangan jalan umum (bukan persyaratan SPM) dipasang pada area-area blackspot.Pada tahun 2012, MMS telah meminta Dinas Perhubungan untuk melakukan assessment  dan hasilnya telah dipenuhi dengan penambahan dan perbaikan rambu.

“Kami telah memasang Guard Rail dan Wire Rope di sepanjang median serta Dot Rumble.Dot Rumble ini inovasi MMS untuk memberikan  peringatan awal bila kendaraan mulai masuk kebahu jalan.Getaran tersebut memberikan kejutan agar pengendara melek lagi dan lebih waspada,” jelas Wiwiek D Santoso, Presiden Direktur (Presdir) PT. Marga Mandalasakti (MMS) didampingi Sunarto Sastrowiyoto,Direktur Operasi dan Teknik MMS dalam keterangan pers, kemarin.

Menurutnya, pengamanan di jalur akses juga mulai dibenahi dan saat ini akses Serang Barat sedang dalam pembangunan dan dalam 2 tahun ke depan diharapkan seluruh jalan akses sudah rapi.

"Penambahan kapasitas  jalan juga dilakukan dengan penambahan lajur dari 2 menjadi 3 lajur dua arah mulai Bitung sampai Balaraja Barat sepanjang 12,5km (total 25km). Dimana 5,5km diantaranya sudah selesai, " kata Wiwiek D Santoso, Presiden Direktur (Presdir) PT.Marga Mandalasakti.

Sementara itu,fasilitas juga tetap siaga, antara lain unit pelayanan patroli jalan tol sebanyak 5 unit, Ambulance dan Rescue Truck masing-masing 4 dan 2 unit, Water Tank dan Kendaraan Rescue Truck dengan kemampuan mengangkat beban hingga 35 ton masing-masing 2 dan 1 unit. Selain itu tersedia kendaraan derek 8 unit dan PJR (Polisi Jalan Raya) 4 unit, 2 unit kendaraan crane dan 1 unit skylift crane. Untuk mempercepat pertolongan pengguna jalan yang mengalami masalah di jalan tol, di beberapa lokasi dipasang juga kamera yang dimonitor oleh tim SIMOT (Sistem Informasi Manajemen Operasional Tol).

Sementara itu, penanaman pohon di sepanjang ruas tol Tangerang – Merak terus dilaksanakan dengan penanaman sebanyak 79.917 pohon.Hal ini merupakan salah satu komitmen MMS dalam membangun Green Lifestyle MMS.

Pelaksanaan penyesuaian tarif jalan tol setiap dua tahun sekali yang diatur dalam UU No. 38 tahun 2004 tentang jalan merupakan hal penting sebagai upaya menciptakan iklim investasi jalan tol yang kondusif dan memungkinkan Badan Usaha Jalan Tol untuk selalu meningkatkan pelayanan.


Ke depannya, MMS tetap berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol Tangerang-Merak.(lasman simanjuntak)



eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini