Ads


» » » Menteri PU : Indonesia Hadapi Permasalahan di Bidang Perkotaan


Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,-Indonesia dan negara-negara lain di dunia saat ini menghadapi permasalahan yang hampir sama di bidang perkotaan yaitu tingginya pergerakan penduduk baik dalam kota, antarkota, maupun dari desa ke kota.Menghadapi fenomena tersebut Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membidangi permasalahan permukiman UN-Habitat mengajak kita semua untuk mulai memikirkan peningkatan fasilitas pendukung mobilitas tersebut baik sistem perangkutan maupun pengaturan pola pergerakan dan pola pemanfaatan ruang perkotaan.

Demikian dikatakan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto ketika memberikan sambutan dalam seminar "Hari Habitat Dunia 2013 Mobilitas Perkotaan dan Perwujudan Kota Untuk Semua" di Jakarta Senin (7/10/2013)."Oleh karena itu UN-Habitat menetapkan urban mobility sebagai tema peringatan Hari Habitat Dunia tahun 2013,"katanya.

Menurut Menteri PU mobilitas perkotaan tidak hanya semata ttransportasi atau sistem transportasi tetapi lebih luas dari itu yang menyangkut pergerakan penduduk perkotaan secara keseluruhan. Dan, ini terkait erat dengan hudaya urban yang bercirikan moderen, praktis, cepat, dan efisien."Perencanaan dan perancangan perkotaan berperan penting dalam mengkoordinasikan aktiivitas manusia di dalam ruang kota,"ucapnya.

Mobilitas perkotaan sebagai bagian tidak terpisahkan dari budaya urban, harus diakomodasikan melalui perencanaan dan perancangan kota, dandibangun di bawah kepemimpinan kota yang visioner dan berwibawa tata kelola perkotaan yang tangguh, berorientasi pelayanan publik dan berkelanjutan kota sehingga kehidupan kota berjalan lancar menuju peningkatan kualitas hidup warga kota.

Dengan tema HHD urban mobility yang ditetapkan PBB tahun ini maka untuk mewujudkan diperlukan dukungan dari seluruh komponen perkotaan."Membangun budaya urban itu harus inklusif, tidak bisa hanya pemerintah saja atau masyarakat saja atau juga dunia usaha saja. Untuk itu harus dipahami betul bahwa kota itu adalah milik semua, dan pembangunan juga harus untuk semua. Seluruh warga perkotaan mempunyai hak yang sama terhadap kota," kata Menteri PU Djoko Kirmanto.


Oleh karenanya pilihan "Kota Untuk Semua" sebagai tema nasional Hari Habitat Dunia 2013 sangat tepat.Tema ini menekankan konsep 'hak atas kota' serta memberikan perhatian kepada sebagian warga kota yang seolah terkucilkan dari berbagai fasilitas kota akibat kemiskinan ,ketdakadilan, proses pengkumuhan bagian-bagian kota dan pertumbuhan ekonomi perkotaan yang timpang.

Tema untuk 'kota untuk semua' atau cities for all sudah pernah diusung  UN-Habitat pada peringatan Hari Habitat Dunia 1999 sebagai cities for all . Namun ,dengan memperhatikan dinamika pembangunan dan pergerakan perkotaan yang terjadi di Indonesia, dirasakan perlu untuk mengingatkan kembali bahwa kita mempunyai tanggungjawab untuk membawa kota-kota dan juga warganya pada perwujudan hak atas kota atau rights to the city yang meliputi kemudahan aksessibilitas masyarakat terhadap berbagai sarana, prasarana, dan jasa pelayanan kota, inclusiveness atau keterlibatan seluruh masyarakat dalam proses perencanaan dan pembangunan kota.(lasman simanjuntak)
Teks Foto  :Suasana Seminar Nasional "Mobilitas Perkotaan dan Perwujudan Kota Untuk Semua" dalam rangka peringatan Hari Habitat Dunia 2013 berlangsung di Ruang Pendopo,Kementerian Pekerjaan Umum, di Jakarta, Senin (7/10/2013). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini