Ads


» » » Mentan Suswono : Pengembangan Usaha Hortikultura Harus Dilakukan Dengan Pendekatan Industri


DI Yogjakarta, BeritaRayaOnline.Com,-Dari berbagai pengalaman empiris kita sampai kepada kesimpulan bahwa pengembangan usaha hotikultura harus dilakukan dengan pendekatan industri. Melalui pendekatan ini kita berharap  daya saing produk hortikultura meningkat berkat kecermatan dan ketepatan dalam memilih jenis dn ragam komoditas yang sesuai dengan permintaan ekspor. Terkadang produk hortikulturadalam negeri sering mendapat stigma dengan pasokan yang tidak stabil dan mutu yang belum terstandar.

Demikian sambutan Menteri Pertanian Suswono pada acara pembukaan Pekan Flori dan Flora Nasional (PF2N) bertemakan "Hortikultura Nusantara Sebagai Gaya Hidup Sehat" di Yogjakarta, Rabu (2/10/2013). Acara PF2N 2013 yang berlangsung sampai 8 Oktober 2013 ini dihadiri Gubernur Daerah Istimewa Yogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Direktur Jenderak Hortikultura, Kementerian Pertanian Hasanuddin Ibrahim.

."Oleh karena itu penerapan good agricultural prastices atau GAP dan good handling practices atau GHP disertai dengan pemberdayaan kelembagaan petani penguatan kemitraan usaha yang saling menguntungkan , dan dikelola secara terintegrasi diharapkan mampu menjadi kekuatan besar bagi hortikultura untuk menghasilkan produk yang berdaya saing," pesannya.

Menurut Menteri Pertanian Suswono, industri hortikultura merupakan bidang usaha yang sangat luas dan mengandung muatan teknologi tinggi seperti rekayasa genetik pada bahan tanaman, peralatan tanaman, rumah kaca, hidroponik, aerophonik, shading net yang mengandung pestisida, produk-produk bio yang ramah lingkungan dan sebagainya."Kesemuanya membutuhkan dukungan riset dan permodalan yang kuat. Oleh karena itu saya berharap komunitas hortikultura nasional dapat bergandengan tangan dalam menyusun disain pengembangan proyek industri horttikultura yang terintegrasi di setiap kawasan," katanya.

Pada bagian lain dari sambutannya Menteri Pertanian Suswono mengatakan potensi hortikultura (buah-buahan, sayuran florikultura dan tanaman obat) maupun keragaman budaya dan alam Indonesia sangat besar sehinga layak untuk menjadi industri yang perlu kita kembangkan bersama baik untuk pemenuhan pasar domestik, ekspor pariwisata maupun mengangkat citra baik Indonesia baik di dunia internasional. Dalam rangka promosi tersebutlah kita menyelenggarakan Pekan Flori dan Flora Nasional.

Pekan Flori dan Flora Nasional merupakan agenda tahunan komunitas. Hortikultura Indonesia dan merupakan momentum istimewa bagi pelaku agribisnis hortikultura dalam berinteraksi memperkokok industri hortikultura nusantara."Saat ini Indonesia tercatat sebagai eksportir nenas olahan terbesar di dunia dengan konsentrasi kawasan di Provinsi Lampung. Kita juga unggul dalam hal ekspor buah-buahan eksostik seperti manggis atau queen of fruit salak dan mangga, "jelasnya.

Kita juga menjadi pengembang terbesar tanaman hias saintpaulia  di dunia yang dikembangkandi kawasan Puncak Jawa Barat. Neraca perdagangan tanaman hias selalu surplus dan senantiasa meningkat setiap tahun. Kita juga memiliki industri jamuyang disegani di dunia. Sementara itu sudah tampak hasil investasi sayur-sayuran bernilai tinggi baik untuk ekspatriat di dalam negeri maupun untuk eskpor terutama ke kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan dan Timur Tengah."Kesemua fakta ini saya harapkan dapat menolong semangat kita semua dalam mengembangkan industri hortikultura berskala dunia,"ucapnya. (lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini