Ads


» » » Mentan Dorong NTB Jadi Lumbung Kedelai Nasional




 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Nusa Tenggara Barat, BeritaRayaOnline.Com, - Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA mendorong provinsi Nusa Tenggara Barat jadi salah satu lumbung kedelai nasional mengingat potensi lahannya yang masih luas. Hal ini dilakukan untuk mengejar target swasembada kedelai 2014 dan mengulangi pencapaian swasembada kedelai yang pernah dicapai tahun 1992 silam. 

"NTB diharapkan menjadi salah satu daerah sentra produksi kedelai nasional yang mampu memproduksi satu juta ton per tahun. Untuk itu pemerintah pusat akan mendukung penuh berbagai program yang dilaksanakan pemerintah daerah yang bertujuan untuk mendongkrak produktivitas pertanian, khususnya untuk komoditi kedelai, " tegas Mentan di sela -sela acara panen raya lahan kedelai seluas 70 hektar di Desa Sukarare Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah (Loteng), belum lama ini.

Saat ini kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,5 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru mencapai 700 ribu hingga 800 ribu ton, dengan demikian Indonesia masih kekurangan sekitar 1,7 juta hingga 1,8 juta ton kedelai. Kekurangan tersebut  terpaksa dipenuhi melalui impor. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan produksi kedelai sehingga swasembada kedelai bisa tercapai. 

Terkait dengan potensi NTB, Mentan melihat bahwa luas areal pertanian di provinsi ini masih bisa dikembangkan. Untuk itu, diharapkan Pemprov NTB bisa mempertahankan luas area pertanian yang dimiliki. Hal ini terkait dengan laju alih fungsi yang cukup pesat saat ini yang menjadi ancaman serius bagi ketersedian lahan pertanian di Indonesia. Saat ini laju alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian secara nasional mencapai 100 ribu hektar pertahun. 

"Pemerintah provinsi bersama dengan pemerintah kabupaten harus segera melakukan langkah konkrit. Salah satunya, dengan segera membuat peraturan daerah (perda) tentang lahan pertanian berkelanjutan yang bisa menjamin ketersediaan lahan pertanian dan melindungi lahan pertanian produktif dari alih fungsi lahan non pertanian," kata Mentan. 

Lebih lanjut dikatakan Mentan, untuk mencapai hasil produksi komoditas kedelai secara maksimal, Mentan mengajak para petani di NTB untuk mengikuti sistem pengelolaan pertanian yang sistematik dan berbasis teknologi. Sebab, dengn cara ini hasil produksi bisa lebih tinggi lagi. Kalau dengan pola tanam yang diterapkan petani sekarang, produksi maksimal 1,3 ton per hektar. Tapi kalau dengan pola yang lebih modern, produksi bisa ditingkatkan sampai 2 bahkan 3 ton perhektar. 
 
"Untuk itu, para penyuluh di lapangan saya harapkan bisa bekerja lebih maksimal. Sering-seringlah turun untuk memberikan pendampingan ke petani," tandas Mentan (lasman simanjuntak)

Sumber Berita dan Foto: Biro Umum dan Humas Kementerian Pertanian

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini