Ads


» » » Kementerian Kesehatan Hanya Memfasilitasi Saja Dalam Pembangunan Infrastruktur Sanitasi

Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,- Kementerian Kesehatan hanya memfasilitasi saja dalam pembangunan infrastruktur sanitasi, dan harus melibatkan instansi lain seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Daerah atau Pemda setempat.

Demikian kata Wilfred H.Purba, Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, menjawab pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline dalam acara temu media di Jakarta, Jumat siang (18/10/2013) sehubungan dengan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) ke-6 bertemakan "Tanganku Bersih Hidupku Sehat"."Memang benar sanitasi ini menyangkut perbaikan prilaku hidup bersih dan sehat dengan melakukan sepuluh aktivitas antara lain cuci tangan pakai sabun, ketersediaan jamban,rumah sehat, tidak merokok, dan olah raga teratur" jelasnya.

Menurutnya, dalam penyediaan infrastruktur sanitasi harus melibatkan instansi lain di mana Kementerian Kesehatan hanya memfasilitasi saja."Kami hanya mendorong bagaimana merubah prilaku hidup bersih dan sehat, dan ini menyangkut tingkat pendidikan dan tingkat kesejahteraan. Kita harus bergerak bersama-sama dengan instansi lain. Misalnya, dengan Kemendiknas seperti yang terjadi pada sebuah sekolah di Provinsi NTT, ada yang wc-nya rusak dan sulit air bersih,"ujarnya.


Ditanya lagi oleh wartawan BeritaRayaOnline mengenai jumlah dana/anggaran untuk Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang merupakan aksi terpadu untuk menurunkan angka kejadian penyakit menular berbasis lingkungan salah satunya yang paling umum adalah penyakit diare, Wilfred H Purba, Direktur Penyehatan Lingkungan, Kemenkes, menjelaskan saat ini berdasarkan laporan B09 untuk UKP4 2013 terdapat 14.189 desa yang melaksanakan STBM dari target 20.000 desa dalam Renstra Kemenkes 2010-2014.

"Untuk anggaran pembangunan sanitasi tersebar di berbagai instansi seperti Kementerian PU, Kementerian Kesehatan, dan Pemda.Jadi bukan hanya pembangunan fisik saja. Anggarannya sebesar Rp 136 miliar, dana sebesar ini juga untuk pendekatan perubahan prilaku , suatu model, inilah kalau mau merehab sumur resapan ,misalnya," ujarnya.

Menanggapi laporan wartawan BeritaRayaOnline masalah sanitasi yang buruk masih terjadi sampai hari ini  sangat 'dekat' dengan Kota Jakarta yakni di kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tanggerang atau persisnya di belakang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng,  Wilfred H Purba mengakui hal ini.

"Masih  buang MCK sembarangan ke sungai ini merupakan tugas Pemda dan Dinas Kesehatan. Eksekutor tetap Pemda yang lakukan pengawasan. Sebetulnya sudah ada Perda, buang air besar atau BAB sembarangan ke Sungai Ciliwung akan didenda,"tegasnya.

Turunkan Angka Diare

Khusus mengenai Sanitasi Total Berbasis Masyarakat(STBM) tertuang dalam SK.Menkes Nomor 852 tahun 2008, studi WHO 2007 menyatakan dengan modifikasi lingkungan (perpaduan antara intervensi pengelolaan air minum),CTPS, akses jamban yang layak, akses air minum yang layak akan mampu menurunkan angka diare hingga 94 %.

Kerangka pikir STBM untuk outcome ,menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku melalui penciptaan kondisi sanitasi total. Sedangkan output, meningkatnya pembangunan sanitasi higiene melalui peningkatan demand dan supply.

 "Stop buang air sembarangan cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, serta dukungan pengelolaan limbah cair rumah tangga. Sedangkan komponen dasar STBM yakni perubahan perilaku, peningkatan akses sanitasi yang berkelanjutan, pengelolaan berbasis masyarakat yang berkelanjutan serta dukungan institusi kepada masyarakat ," jelas Wilfred H Purba.

Sementara puncak cara Hari Cuci Tangan Pakai Sabun ke-6 akan diisi antara lain penobatan lima duta LS STBM oleh Menteri Kesehatan RI di Plaza Barat Senayan, Jakarta, aksi gerakan cuci tangan pakai sabun, bazaar, kuliner tangan, arena bermain anak , dan pameran. Juga dilakukan kampanye media massa berupa talkshow Menteri Kesehatan bersama duta LS STBM di RRI ,artikel di media cetak,dan kampanye sekolah maupun media sosial.(lasman simanjuntak)

Foto-foto oleh  :Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini