Ads


» » » Akil Mochtar Telah Menghancurkan Kepercayaan Rakyat Terhadap Sistem Hukum di Indonesia

Jakarta, BeritaRayaOnline.Com-Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, Kamis (3/10/2013) dijadikan tersangka dan langsung ditahan di Rutan KPK setelah diperiksa secara intensif. Akil Mochtar langsung menggunakan baju tahanan KPK. Ditahan pula anggota DPR RI dari Partai Golkar Chairunissa dan Tubagus Chairil Wardhana.

 Kesal dan sedih, rasa itu yang sontak dilontarkan Ketua Umum PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Andriyana saat dihubungi  menanggapi operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

"Kita marah dan sedih. Benteng terakhir dalam penegakan hukum di negeri ini ternyata telah bobol dikarena kasus korupsi," ucap Adriyana di Jakarta, kamis (3/10/2013).


Menurut dia, kasus korupsi merupakan persoalan yang mengakar dan menyentuh di segala lapisan termasuk kini, sambung dia, telah menyasar kepada lembaga superbodi Mahkamah Konstitusi.

Kurangnya pengawasan kepada lembaga tersebut juga menjadi celah adanya praktik tindak pidana korupsi di sana.

 Penangkapan Ketua Makhamah Konstitusi Akil Mochtar telah menghancurkan kepercayaan warga terhadap sistem hukum yang berlaku.

Akil yang tertangkap tangan oleh KPK telah mencoreng nama MK sebagai lembaga.

Terlebih ketika dibandingkan dengan sosok pimpinan sebelumnya, Machfud MD.

"Padahal sebagai pimpinan lembaga peradilan, Akil mestinya jadi garda depan penegakan hukum di Indonesia. Ini malahan terkait kasus hukum. Apalagi korupsi, yang saat ini menjadi salah satu agenda utama penegakan hukum di Indonesia," ujar Arie Oktara, 28, mahasiswa pasca sarjana jurusan Politik Pemerintahan Universitas Gajah Mada , Kamis (3/10).

Dia menilai penangkapan tersebut paling tidak menunjukkan bobroknya sistem penegakan hukum di indonesia. Meskipun masih dalam proses, menurutnya kasus ini seharusnya menjadi tamparan serius bagi Presiden SBY dan pemerintahannya. "Saya sebagai masyarakat kaget dengan kejadian ini karena selama ini saya berharap penegakan hukum bakal menjadi prioritas pemerintah selain masalah ekonomi dan politik," lanjutnya.

Menurutnya, SBY perlu memikirkan kembali agenda reformasi (penegakan) hukum di Indonesia. "Dalam konteks yang paling kecil, memperketat proses seleksi calon pemimpin lembaga-lembaga hukum," usulnya.

Begitu pula dirasakan warga Bogor, Kholikul Alim, 27 yang menilai penangkapan Akil memperkuat anggapan masyarakat tentang jual beli jabatan dalam praktek politik di Indonesia. Sementara hukum semakin tidak bisa dipercaya.

"Orang yang tidak capable pun bisa menjadi kepala daerah asalkan memiliki uang banyak karena jabatan politik bisa dibeli. Hukum tidak bisa diandalkan lagi," tuturnya.

Menurtnya ditangkapnya Akil membuktikan bahwa sosok yang sering menampilkan dirinya anti korupsi, belum tentu bukan koruptor. "Siapa saja bisa terkena kasus korupsi," pungkasnya.(dari berbagai sumber /eykel/pls)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini