Ads


» » » Mentan : Saat Ini Indonesia Negara Produsen Sawit Terbesar



Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,- Menteri Pertanian yang diwakili Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Ir.Hari Priono didampingi Sekretaris Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian membuka Seminar Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia atau Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO berlangsung di Hotel Gran Melia Selasa (24/9/2013).

Dalam kata sambutannya Menteri Pertanian Suswono yang diwakili Sekjen Kementerian Pertanian Ir.Hari Priono mengatakan pada saat ini Indonesia merupakan negara produsen sawit terbesar pada 2012 dengan produksi lebih dari 25 juta ton dan ekspor lebih dari 19 juta ton. Sedangkan bila penggunaan biofuel di Indonesia naik menjadi 10 % maka Indonesia akan menjadi negara produsen, eksportir, dan pengguna sawit terbesar di dunia.

Oleh karena itu, lanjutnya, Indonesia harus mengatur industri minyak sawitnya sendiri. Di samping itu sebagai negara hukum, maka ketentuan dari negara ini wajib diterapkan bagi warga negara Indonesia dan bagi warga yang berusaha di negara ini, misalnya, di bidang perkebunan dan industri sawit.

Pada bagian lain Mentan Suswono mengatakan skema ISPO telah diluncurkan pada Maret 2011 dan berlaku penuh sejak 1 April 2011. Sejak penerapannya sudah 19 perusahaan yang telah disertifikasi oleh ISPO dan 9 lembaga sertifikasi telah ditunjuk untuk melaksanakan sertifikasi ISPO.

"Target sertifikasi ISPO pada akhir 2013 diperkirakan 30 sampai dengan 50perusahaan perkebunan kelapa sawit.Mekanisme sertifikasi ISPO didahului dengan sistem penilaian usaha perkebunan dimana pada tahap pertama perusahaan harus menilai terlebih dahulu sesuai dengan SK Menteri Pertanian No.07 tahun 2009. Hal ini wajib dilakukan agar perusahaan memiliki sistem manajemen perkebunan yang baik," ujarnya.




Seminar ini cukup penting karena masukkan yang sifatnya transparan sangat diperlukan dalam skema ISPO sebagai skema yang bersifat impartial. Selama ini proses konsultasi publik dilakukan dengan mengunggah standar dan sistem sertifikasi ISPO melalui website ISPO."Melalui proses ini diharapkan pemangku kepentingan terkait dengan berpartisipasi dalam memberikan input untuk memperbaiki standar perkebunan kelapa sawit berkelanjutan Indonesia,"katanya.

Tahun ini ISPO akan memperkenalkan dua skema sertifikasi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan bagi petani yaitu skema untuk petani plasma dan skema petani swadaya. Skema ini dibuat berdasarkan hasil survey yang dilakukan dibeberapa wilayah di Indonesia dan telah melalui proses uji lapang. Persyaratan kebun sawit plasma dan kebun swadaya milik rakyat tentu tidak sama dengan persyaratan perkebunan besar

."Bagi petani plasma hampir semua pelaksanaan manajemen perkebunan ditangani oleh kebun inti.Sedangkan kebun rakyat swadaya semua kegiatan dilaksanakan sendiri. Skema ini diikuti oleh sistem sertifikasi yang sedikit berbeda dengan skema sertifikasi bagi perkebunan besar," katanya.(lasman)

Foto-foto oleh  : Humas Kementerian Pertanian

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini