Ads


» » » Sekitar 80 Persen Perdagangan Ayam Masih Dalam Kondisi Hidup

Ragunan, Pasar Minggu, BeritaRayaOnline.Com,-Sampai saat ini sekitar 80 % perdagangan ayam masih dalam kondisi hidup. Kondisi ini dinilai para pakar kesehatan kurang baik untuk kesehatan masyarakat.Sejumlah pakar gizi sepakat ayam beku lebih sehat dan aman dikonsumsi. Ayam dalam kondisi beku intinya tidak mematikan kuman tetapi menonatifkan kuman.

Ayam beku bisa bertahan sampai tahunan. Pada suhu -18 derajat Celsius, karkas utuh bertahan hingga 12 bulan. Sedangkan yang sudah dipotong-potong bertahan sampai 9 bulan. Meskipun dibekukan, sesungguhnya nutrisi (gizi) daging ayam relatif tidak berubah. Tujuan utama pembekuan untuk mempertahankan umur simpan.

Fakta lain berbicara bahwa konsumsi protein hewani rata-rata msyarakat Indonesia rendah.Saat ini konsumsi telur masyarakat Indonesia hanya 87 butir per orang per tahun atau 1,6 butir per minggu.Sementara konsumsi daging ayam juga hanya sekitar 7 kg per orang per tahun. Sedangkan negara tetangga seperti Malaysia, dan Singapura konsumsinya lebih dari 25 kg per orang per tahun.


Masalah ini terungkap dalam acara jumpa pers Pameran Industri Peternakan Terlengkap di Indonesia bertemakan " Ayam dan Telur Meningkatkan Gizi dan Prestasi Anak Bangsa" di Kantor Ditjen Peternakan, Gedung C, Kementerian Pertanian, Jakarta (26/9/2013). Hadir pada kesempatan itu Ir.Abubakar, Direktur Pembibitan Ditjen Peternakan, Ir.Ruri Sarasono, Direktur PT.Permata Kreasi Media selaku penyelenggara  Festival Ayam dan Telur (FAT) 2013, dan drh.Fitri N Poernomo, Promotion and Public Relations Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI).

Banyak pihak beranggapan bahwa rendahnya konsumsi tersebut akibat rendahnya daya beli masyarakat. Hal ini tidak benar karena faktanya konsumsi rokok masyarakat Indonesia 1.108 batang rokok/orang/tahun atau 3 batang rokok/orang/hari. Padahal harga sebutir telur ayam kira-kira sama dengan sebatang rokok.Sebuah survey menunjukkan bahwa mayoritas konsumen rokok adalah masyarakat berpenghasilan rendah.

Atas dasar itulah maka kesadaran masyarakat akan pentingnya meningkatkan konsumsi daging ayam dan telur sebagai sumber protein yang berkualitas dan murag perlu ditingkatkan antara lain dengan diadakannya acara festival Ayam dan Telur ini.

Daging ayam dan telur merupakan sumber protein hewani yang bermutu tinggi yang perlu dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang dewasa agar cerdas, sehat, tumbuh secara normal dan produktif.Keunggulan daging ayam dan telur belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat karena masih terdapatnya stigma negatif di kalangan masarakat. Misalnya, anggapan bahwa ada penggunaan hormon pada pertumbuhan ayam broiler, telur sumber kolesterol jahat telur penyebab bisul dan sebagainya.Yang sebenarnya semua itu salah kaprah.


Ayam pedagung atau dimasyarakat dikenal dengan broiler atau ayam potong dipelihara dari anak ayam umur sehari atau day old chick (DOC) dengan lama pemeliharaan sekitar 30 hari untuk menghasilkan berat ayam sekitar 1,5 kg. Ayam ras ini dapat tumbuh cepat karena merupakan hasil sleksi genetik para ahli melalui riset bertahun-tahun.Didukung komposisi pakan protein tinggi yang dapat memacu pertumbuhan.

Selama masa pemeliharaan ayam diberikan pakan komplit yang sudah memenuhi kebutuhan ayam sesuai dengan genetiknya baik dalam hal kebutuhan energi, protein,vitamin, dan mineral. Jadi ayam tumbuh cepat bukan karena bantuan hormon melainkan karena memang genetiknya yang sudah baik dan didukung pula oleh pakan yang sesuai. Penggunaan hormon sama sekali tidak ekonomis karena harganya sangat mahal. Selain itu pemerintah juga sudah melarang penggunaan hormon DES (Dietil Stillbestrol) untuk memacu pertumbuhan.(lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini