Ads


» » » Menko Perekonomian : Minyak Sawit Indonesia Netral dari Isu Penyebab Karbon


Teks Foto : Menko Perekonomian Hatta Rajasa didampingi Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan membuka Expo Nasional Inovasi Perkebunan bertemakan " Perkebunan Sebagai Pilar Strategis Green Economy Indonesia" dengan memukul gong (foto atas) dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sedang melihat stand pameran yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan,Cendrawasih Room, Jakarta, Jumat (30/8/2013) (foto bawah).(Foto :Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,-Indonesia siap melawan kampanye negatif terhadap perkebunan kelapa sawit Indonesia dengan menuduh mengandung karbon tinggi.

Menko Perekonomian, Hatta Rajasa menyatakan produk kelapa sawit Indonesia mengancam produk negara lain. "Makanya kampanye negatif terhadap CPO harus kita ajak dalam satu debat saintifik dan transparan," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa pada pameran Expo Nasional Inovasi Perkebunan bertemakan " Perkebunan Sebagai Pilar Strategis Green Economy Indonesia" di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jumat (30/8/2013).

Menurut Hatta, kampanye negatif negara Eropa terhadap perkebunan Indonesia hanya persaingan usaha. Hal ini merupakan bentuk persaingan yang tidak sehat.

Ia meminta kepada para peneliti untuk mengeluarkan hasil penelitian yang jujur untuk menjawab kampanye tersebut misalnya minyak sawit Indonesia netral dari isu penyebab karbon.

Kebun sawit yang berlahan gambut dalam satu hektar kebun kelapa sawit mampu menyerap 36 ton karbon dibandingkan hutan tropis hanya 25 ton saja. "Apabila terus dilawan kita memenangkan kampanye negatif," tegasnya.

Pada forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), lanjut Hatta, akan membawa persoalan kampaye negatif karbon perkebunan sawit. Untuk itu pemerintah akan menjelaskan duduk peroalan. Pada akhirnya negara yang menuding tidak benar menginsafi kekeliruannya.

"Kita akan bawa di forum APEC di Bali, agar tidak menjadi hambatan perdagangan," jelasnya. (inilah.com/lasman simanjuntak)




eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini