Ads


» » » Kenaikan Tarif Tol Tak Masalah Asalkan Ada Komitmen BUJT Penuhi Standar Pelayanan


Hotel Crowne Plaza, BeritaRayaOnline.Com Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengaku tak masalah dengan kenaikan tarif jalan tol yang akan diterapkan pada akhir bulan ini. Asal, ada komitmen dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk memenuhi standar pelayanan.

"Mayoritas masyarakat kita itu penggerutu, meski begitu yang terpenting mereka butuh kejelasan informasi dan konsisten kebijakan tentang tarif dan level pelayanan yang memadai," ujar Sekjen MTI, Ipoeng Purnomo usai acara diskusi mengenai 'Menelisik Pemenuhan Standar Pelayanan Jalan Tol' di Crown Plaza Hotel, Jakarta, Kamis (19/9/2013).

Namun, Ipoeng juga mengingatkan agar jangan sampai kenaikan tarif tol mengecewakan masyarakat. Artinya, ketika tarif naik maka jaminan bebas macet pun harus didapat pengguna tol.

Untuk itu Ipoeng meminta agar kenaikan tarif tol ini diimbangi dengan pelayanan yang sesuai. "Pasti masyarakat akan mengeluh kalau tarif tol naik tapi masuk tol selalu macet,"jelasnya.

Seperti diketahui, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berencana menaikkan tarif jalan tol di seluruh Indonesia pada 27 September 2013 mendatang. Setiap tol nantinya akan mengalami kenaikan yang berbeda-beda. Kenaikkan tersebut dihitung berdasarkan angka inflasi pada dua tahun yang lalu. Kenaikkan tarif diperkirakan berkisar antara 10-12 persen tergantung angka inflasi setiap daerahnya. 

SK Kenaikan Tarif Tol



 Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan menyiapkan surat keputusan kenaikan tarif jalan tol sebesar 12-15 persen. Nantinya, tarif itu akan berlaku efektif sepekan setelah surat keputusan itu dikeluarkan.

"SK kenaikan tarif itu keluar 28 September 2013," kata Kepala BPJT, Ahmad Ghani Ghazaly, usai diskusi bertajuk "Menelisik Pemenuhan Pelayanan Jalan Tol" di Jakarta, Kamis (19/9/2013).

Nantinya, Kementerian Pekerjaan Umum akan mengeluarkan surat keputusan terkait yang mengatur kenaikan tarif itu, jika ruas tol sudah memenuhi standar pelayanan minimum (SPM).

Kenaikan tarif itu dilaksanakan sesuai Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan Tol. Peraturannya tertuang dalam pasal 48 ayat 3, yang menyebutkan kenaikan tarif tol dilakukan setiap dua tahun.

Ghani menambahkan, kenaikan tarif tol akan mulai berlaku sepekan setelah keluarnya surat keputusan itu atau pada 5 Oktober 2013. Untuk itu, ia mengimbau agar operator jalan tol turut mengumumkan rencana kenaikan tarif tersebut kepada pengguna.

Sekadar diketahui, kenaikan tarif jalan tol itu disesuaikan dengan besarnya inflasi di setiap daerah. Data besarnya inflasi diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). "Tertinggi di daerah Banten, yaitu 15 persen," kata dia.

Berikut ini adalah 14 ruas tol yang akan mengalami kenaikan tarif.

1. Tol Jagorawi,
2. Tol Jakarta-Tangerang
3. Tol dalam kota Jakarta
4. Tol JORR
5. Tol Padalarang-Cileunyi
6. Tol Semarang seksi ABC.
7. Tol Surabaya-Gempol
8. Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang
9. Tol Palimanan-Plumbon-Kanci
10. Tol Serpong-Pondok Aren
11. Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa
12. Tol Tangerang-Merak
13. Tol Ujung Pandang tahap I dan II
14. Tol Pondok Aren-Bintaro-Viaduct-Ulujami (dbs/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini