Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

AQJ Resmi Menjadi Tersangka Kecelakaan Tewaskan 6 Orang di Tol Jagorawi


Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,-Kepolisian menetapkan status hukum terhadap AQJ alias Dul dalam kecelakaan maut di tol Jagorawi, Minggu (8/9) dini hari kemarin. Dul yang berusia 13 tahun kini resmi menjadi tersangka dalam kecelakaan yang menewaskan 6 orang dan membuat 9 lainnya luka-luka itu.

"Kaitan dengan kasus kecelakaan ini, Dul statusnya tersangka karena yang mengemudikan mobil adalah Dul. Mobil tersebut hilang kendali, menabrak pembatas tol, menabrak Gran Max sehingga mengakibatkan 6 orang meninggal dunia dan 9 orang lainnya luka-luka," jelas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (9/9/2013).

Rikwanto mengatakan, atas kelalaiannya dalam berkendara sehingga mengakibatkan orang lain luka dan meninggal, Dul dijerat dengan Pasal 310 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Penetapan tersangka terhadap Dul, kata Rikwanto berdasar fakta di lapangan bahwa kendaraan Lancer B 80 SAL hilang kendali sehingga mengakibatkan kecelakaan dengan menabrak Gran Max.

"Dan mobil Lancer itu dikemudikan oleh Dul," ucap Rikwanto.

Mengenai penyebab kenapa hilang kendali ini masih dianalisa apakah ada faktor kelalaian atau faktor lain.

Sementara itu, terkait Dul yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), Dul tidak dipersangkakan.

"Karena pasal tidak mengantongi SIM itu kan bagi orang dewasa yang mengemudikan kendaraan, sementara ini anak di bawah umur, sudah jelas dia tidak boleh mengemudikan kendaraan," jelas Rikwanto.

Pihak kepolisian telah meminta keterangan dari empat orang saksi yakni 2 orang penumpang Toyota Avanza dan dua orang petugas derek. Hari ini, polisi akan memeriksa dua anggota Patroli Jalan Raya (PJR) yang saat itu menangani kecelakaan tersebut.

Dhani Datangi Keluarga Korban

 Musikus Ahmad Dhani mendatangi rumah sakit Meilia, Cibubur, Depok, Jawa Barat untuk mengunjungi lima korban kecelakaan di tol Jagorawi yang melibatkan putra bungsunya Dul, Senin, 9 September 2013. Dhani tiba di RS Meilia sekitar pukul 20.20 bersama dua putranya Al dan El serta rombongan.

"Rencananya, hari ini mau jenguk 6 orang (korban), cuma baru sempat 5," kata Dhani setelah keluar dari mobilnya, Senin, 9 September 2013. Sebelumnya Dhani mendatangi kediaman korban kecelakaan yang tewas di kawasan Koja, Jakarta Utara.

Kepada wartawan, Dhani mengaku sengaja mendatangi korban untuk menjenguk dan melihat keadaan korban dan juga keluarganya. Kakak Dul, El mengatakan adiknya masih dirawat di ICCU RS Pondok Indah. "Masih di ICCU," katanya.

Sempat terjadi ketegangan antara petugas keamanan dan para pewarta saat Dhani dan rombongan masuk pintu rumah sakit. Namun, ketegangan itu cepat reda setelah Dhani berlalu ke ruangan para korban.

Dhani dan rombongan masih berada di dalam Rumah Sakit untuk menemui korban luka yang dirawat. Para pewarta televisi dan online masih mengerumuni di luar rumah sakit untuk menunggu Dhani.


Kronologi Kejadian


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan,  kecelakaan lalu lintas di jalan Tol Jagorawi Km 8 terjadi antara mobil Mitsubishi Lancer bernomor polisi B 80 SAL dan Daihatsu Gran Max B 1349 TFN.

"Kronologinya mobil Lancer B 80 SAL datang dari arah selatan menuju utara. Karena tidak konsentrasi, mobil menabrak pagar pemisah sehingga masuk jalur berlawanan, nyebrang menghantam Daihatsu B 1349 TFN yang datang dari arah utara ke selatan dan terdorong mengenai Avanza  B 1882 UZJ," tutur Rikwanto.

Akibat kejadian tersebut, enam orang meninggal dunia, yakni Agus Komara, Agus Wahyudi, Rizki Aditya Santoso, Agus Surahman, Qomar, dan Nurmansyah.

Sementara sembilan orang lainnya mengalami luka-luka, yakni Wahyudi, Nugro B, Abdul Kodir, Zulhari, Boby, Pardomoan S, Pujo Widodo, Ahmad Abdul Qadir, dan Noval Samodra.(dari berbagai sumber/flora.k/eykel/las)
Tags: ,

author

BeritaRayaOnline.Com

0 comments

Leave a Reply

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan BeritaRayaOnline.Com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. BeritaRayaOnline.Com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
BeritaRayaOnline.Com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.