Ads


» » » Wamentan :Masalah Ketahanan Pangan Merupakan Isu yang Sangat Strategis


Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,- Dalam mewujudkan pencapaian empat sukses keberhasilan Kementerian Pertanian orientasi peningkatan produksi dan  peningkatan pendapatan petani menjadi dua target utama yang harus diprioritaskan secara selaras dan seimbang. Masalah ketahanan pangan merupakan isu yang sangat strategis. Bagi pemerintah ketahanan pangan merupakan hal yang harus diwujudkan. Sebagai bangsa dengan jumlah penduduk besar dan tersebar di ribuan pulau Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangan.

Demikian sambutan Wakil Menteri Pertanian Dr.Rusman Heriawan pada acara pembukaan Pekan Peramalan Organisme Penganggu Tanaman (OPT) Pangan yang diselenggarakan di Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan (BB-POPT), Jatisari, Karawang, Jawa Barat, Selasa (27/8/2013)."Untuk mewujudkan hal tersebut Kementerian Pertanian telah mentargetkan pencapaian swasembada dan swasembada yang berkelanjutan yaitu mensukseskan upaya pencapaian surplus 10 juta ton beras dan mencapai swasembada jagung, kedelai, daging, dan gula pada 2014," katanya.

Untuk mencapai sasaran produksi tersebut kita menghadapi beberapa kendala antara lain alih fungsi lahan pemilikan lahan yang sempit, penerapan teknologi di lapangan, serangan OPT dan penanganannya serta perubahan iklim ekstrem yang sulit diprediksi dan berdampak pada peningkatan serangan OPT."Sebagai contoh saat ini terjadi musim kemarau basah yang akan berpengaruh terhadap peningkatan serangan OPT yang harus diwaspadai," ujarnya.



Menurut Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, untuk mendukung pencapaian sasaran produksi khususnya pengamanan produksi dari serangan OPT, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan telah menetapkan target pengamanan produksi pada 2013 yaitu 97 % luas areal tanaman pangan harus aman dari serangan OPT dan DPI atau maksimal serangan OPT dan DPI hanya 3 % dari total luas tanam.

Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT) merupakan salah satu resiko yang selalu dihadapi oleh petani kita. Penanganan OPT menjadi sangat penting untuk menjamin keberhasilan proses produksi yang telah dilakukan.



" Salah satu alternatif yang dapat mendukung upaya tersebut  adalah dengan melakukan soosialisasi berbagai teknologi praktis untuk penanganan OPT baik melalui teknologi di bidang pengamatan, peramalan OPT dan penerapan teknologi pengendalian yang ramah lingkungan. Oleh karena itu saya sangat memberikan apresiasi apabila kegiatan pekan peramalan OPT ini mengambil tema melalui pekan peramalan OPT tanaman pangan, kita masyarakatkan penerapan pertanian ramah lingkungan " kata Rusman Heriawan.

Dengan mengoptimalkan penerapan teknologi yang tersedia diharapkan dapat melakukan pengamanan produksi tanaman pangan khususnya padi dari gangguan OPT dengan menggunakan berbagai upaya berupa inovasi teknologi dan rekayasa sosial yang telah dianjurkan serta dimanfaatkan tersedianya sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraan petani dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan nasional.(lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini