Ads


» » » Wamen PU Hermanto Dardak : Dukung Pembangunan Infrastruktur ke-PU-an yang Berkeadilan dan Berkelanjutan
























Jakarta, BeritaRayaOnline.Com-Pembangunan infrastruktur ke-PU-an dituntut untuk menghasilkan infrastruktur yang memiliki performance tinggi dan memegang peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, perekonomian nasional serta kualitas hidup warga. Dalam pelaksanaannya, akan dihadapi oleh masalah sosial, ekonomi dan lingkungan. Antara lain masalah pembebasan lahan, rendahnya penerimaan teknologi dan ketidaksiapan masyarakat terhadap rencana maupun hasil-hasil pembangunan.

Mencermati hal tersebut, Badan Litbang Kementerian PU terus melakukan inovasi untuk menciptakan produk – produk litbang yang semakin baik, mudah, murah dan cepat dengan disesuaikan kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan. Untuk itu diselenggarakan Kolokium dengan tema “Mengutamakan Pendekatan Aspek Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Guna Mendukung Pembangunan Bidang PU yang Berkeadilan dan Berkelanjutan", Rabu (28/8/2013) di Jakarta.

Acara tersebut dihadiri oleh Wamen PU Hermanto Dardak, Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim, Direktur  Pengembangan Permukiman Amwazi Idrus, Kepala Balitbang Graita Sutadi dan pejabat di lingkungan Balitbang.  

Wakil Menteri PU Hermanto Dardak dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam pembangunan infrastruktur ke-PU-an, terdapat sejumlah undang-undang sebagai acuan. Serta terdapat sejumlah ketentuan seperti peraturan-peraturan, norma-norma, standar, pedoman dan manual maupun perda. Untuk itu, dalam upaya mewujudkan keadilan dan berkelanjutan infrastruktur PU perlu  dipertimbangkan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.

Dikatakannya, ke depan, kebijakan dan strategi pembangunan infrastruktur bidang ke-PU-an di bidang sosial harus mampu mendorong partisipasi, menumbuhkan sikap penerimaan dan meningkatkan kesiapan masyarakat. Di sisi ekonomi harus mampu mendorong pertumbuhan skonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dari sisi lingkungan harus mampu mendorong peningkatan kualitas dan menjaga kelestarian lingkunan terhadap akses pembangunan infrastruktur ke-PU-an maupun dampak negatif perubahan iklim.

“Pembangunan infrastruktur ke-PU-an yang berkeadilan dan berkelanjutan dilakukan untuk mewujudkan  ruang wilayah yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan sebagaimana tercantum dalam UU Penataan Ruang,” ujar Hermanto Dardak.

  Selain itu, pembangunan infrastruktur harus tetap pada koridor pembangunan berwawasan lingkungan (pro-environment), pertumbuhan ekonomi (pro-growth), pengentasan kemiskinan (pro-poor) dan pembukaan lapangan kerja (pro-job).

Menurut Graita Sutadi kegiatan kolokium dibagi dalam tiga kelompok sub tema yakni Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim (MAPI), Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) dan Kesiapan Masyakarat dalam Peningkatan Manfaat Infrastruktur dan Teknologi Bidang PU.

Dalam acara tersebut juga diumumkan Peneliti Terbaik Puslitbang Sosekling Tahun 2013 yakni Dinas Hastama Nugraha, Peneliti Muda Bidang Kepakaran Geografi Manusia. (lasman simanjuntak)

 Sumber berita dan foto : Pusat Komunikasi  (Puskom) Publik, Kementerian PU

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini