Ads


» » » September 2013 Underpass Cibubur Dapat Dioperasikan Untuk Lalu Lintas Umum


Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan mengajak Kementerian Perhubungan dan Kepolisian RI untuk bersama-sama melakukan uji kelayakan underpass (terowongan) Cibubur.  Kalau tim gabungan uji kelayakan sudah menyatakan "oke" diperkirakan September 2013 underpass Cibubur sudah dapat dioperasikan untuk lalu lintas umum.

Demikian dikatakan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto menjawab pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline dan Pos Kota  usai meninjau proyek pembangunan undderpass (terowongan) Cibubur, Rabu pagi (14/8/2013).

Menurut Menteri PU Djoko Kirmanto yang didampingi Dirjen Bina Marga Djoko Murjanto, konstruksi underpass sepanjang 1.200 meter tersebut telah rampung dan akan segera di-uji kelayakannya sebelum kemudian dioperasikan untuk umum.

“Fisik sudah 100 persen, saya lihat tidak ada kekurangan,” katanya.



Untuk tahap uji kelayakan, Djoko Kirmanto menugaskan Direktur Jenderal Bina Marga, Djoko Murjanto untuk segera membentuk tim gabungan dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian Republik Indonesia.

“Untuk kelayakan yang menetapkan bukan hanya PU, tetapi juga dari Kementerian Perhubungan dan Kepolisian, kalau tim tersebut nyatakan 'oke', ya, sudah berarti 'oke' untuk kita resmikan dan operasikan,”jelasnya.

Menteri PU Djoko Kirmanto juga menyatakan rencana untuk menambah dua gerbang tol untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang melalui underpass yang mulai dibangun pada 2011 tersebut. 

Djoko Kirmanto optimis keberadaan underpassCibubur dapat mengurai kemacetan di daerah tersebut khususnya pada pagi dan sore hari. Underpass senilai Rp97,5 miliar tersebut dibangun sebagai antisipasi membludaknya arus lalu lintas di jalan Trans Yogi yang menjadi alternatif di Cibubur. 

Kawasan permukiman dan perkantoran di wilayah jalan Trans Yogie (alternatif Cibubur) tumbuh sangat pesat menjadi pusat bangkitan lalu lintas (generatic traffic) yang sangat besar yang perlu diimbangi dengan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah tersebut.

Kondisi jalan khususnya Jalan Trans Yogie sudah tidak memadai saat pagi dan sore hari, meskipun jalan ini sudah memiliki tiga lajur, tetapi kapasitas jalan yang ada di depan Cibubur Junction tidak dapat menampung arus lalu lintas pertemuan arus yang ke luar tol Jagorawi, Jalan Trans Yogie, dan Jalan Radar AURI.

Untuk mengatasi hal tersebut perlu dibangun jalan baru guna mengalihkan arus lalu lintas dari Jalan Trans Yogie menuju Jakarta tanpa melintas di Cibubur Junction melalui pembangunan underpass Cibubur yang akhirnya akan memberikann kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas bagi penggguna jalan dan meningkatkan perekonomian dan pendapatan daerah kawasan tersebut.(lasman simanjuntak)
 Foto-foto oleh :Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini