Ads


» » » Sekditjen Perkebunan :Berbagai Upaya Telah Dilakukan untuk Memperbaiki Pertanaman Kakao Rakyat


Jakarta,BeritaRayaOnline.Com-Kakao merupakan salah satu komoditi andalan perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian nasional yaitu sebagai sumber devisa negara sumber pendapatan petani penciptaan lapangan kerja, mendorong agribisnis serta pengembangan wilayah. Berdasarkan monitoring terdapat kurang lebih 450.000 hektar tanaman kakao rakyat dalam kondisi tua/rusak berat seluas 70.000 hektar, rusak sedang seluas 235.000 hektar serta tidak terawat terserang hama dan penyakit seluas 145.000 hektar. Hama dan penyakit utama antara lain Penggerek Buah Kakao (PBK) Vascular Streak Dieback (VSD) dan Busuk Buah (BB).

"Berbagai upaya telah dilakukan untuk memperbaiki pertanaman kakao rakyat. Namun hasilnya belum optimal karena pelaksanaannya masih dilakukan secara parsial dalam skala kecil. Oleh karena itu perlu dilakukan gerakan terpadu dan serentak dalam skala yang luas" ujar Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Perkebunan ,Kementerian Pertanian,  Mufti Sardjono, dalam konferensi pers di Jakarta Jumat pagi (2/8/2013).

Berdasarkan hal tersebut di atas maka pemerintah bersama gubernur se-Sulawesi perbankan dan lembaga penelitian di Mamuju Sulawesi Barat pada 10 Agustus 2008telah mencanangkan Gerakan Nasional Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao (Gernas Kakao)."Gerakan  Nasional Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao atau Gernas Kakao yaitu upaya percepatan peningkatan produktivitas tanaman dan mutu hasil kakao nasional dengan memberdayakan atau melibatkan secara optimal seluruh potensi pemangku kepentingan serta sumberdaya yang ada" ujarnya.

Ruang lingkup kegiatan ,lanjut Sekditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Mufti Sardjono, berupa kegiatan utama peremajaan (70.000 Ha), rehabilitasi (235.000 Ha) intensifikasi (145.000 Ha) total 450.000 Ha. Kegiatan pendukung yaitu pemberdayaan petani, pembangunan 3 substasiun penelitian dan pengutuhan 1 substasiun penelitian, pembangunan 1 laboratorium lapangan dan penguatan 7 laboratorium rekruitmen dan pelatihan petugas pendaming (TKP dan PLP-TKP), perbaikan mutu kakao melalui pembangunan unit fermentasi biji kakao, dan penyediaan sarana pendukung peralatan pengendalian OPT, sarana pasca panen dan fasilitas transportasi.

Realisasi Gernas Kakao s/d tahun 2012 sebesar 435.453 Ha atau 96,8% dari target Gernas Kakao Nasional 450.000 Ha atau 2561% dari luas areal kakao nasional (sampai dengan tahun 2011 sebesar 374.473 Ha atau 80,92 %). Kegiatan pendukung meliputi pemberdayaan petani 41,540 petani pembangunan 3 substasiun penelitian kakao di Sulsel Sulbar Sultra dan pengutuhan 1 substasiun penelitian kakao di Sulteng. Pembangunan 1 laboratorium lapangan( di Sikka), dan penguatan 7 laboratorium ( di Sulteng Sulsel, Sultra, Bali, Maluku, dan Papua Barat). Rekruitmen dan pelatihan petugas pendamping (TKP 103 orang PLP TKP 190 orang), dan pembangunan Unit Fermentasi Biji Kakao 206 unit antara lain di Sulteng, Sulsel, Sultra, NTT Bali, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Pelaksanaan evaluasi kegiatan monev teknologi somatic embryogenesis (SE) dilakukan setiap tahun sejak 2009 dan dilaksanakan oleh tim yang meliputi pakar pemulia tanaman (UGM, IPB, Unbraw dan Unand). Tujuannya adalah untuk monev kemungkinan keberadaan  variasi somaklonal di antara bibit kakao asal SE atau hasil monev SE pada umumnya tidak terjadi variasi samaklonal terhadap bibit SE.Evaluasi pelaksanaan Gernas Kakao 2009-2011 oleh tim independen yang terdiri dari Bapenas Kementerian Keuangan perguruan tinggi, dan lembaga kompetensi lainnya.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini