Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Penanaman Bongkar Ratoon Tebu 50.000 Ha Dilaksanakan Melalui Dua Pola


Jakarta, BeritaRayaOnline.Com-Pola penanaman bongkar ratoon tebu 50.000 Ha dilaksanakan melalui dua pola yaitu pola pertama seluas 15.000 Ha direncanakan dilaksanakan Mei-September 2013 dan pola kedua seluas 35.000 Ha direncanakan dilaksanakan Oktober-Desember 2013. Sedangkan total kebutuhan benih untuk pola pertama (bongkar ratoon 15.000 Ha), sebanyak 2.142-3000 Ha atau rata-rata 2.586 Ha, dipenuhi dariKebun Benih datar(KBD) asal Kuljar 2011 dan 2012.

Demikian dikatakan oleh Direktur Tanaman Semusim, Ditjen Perkebunan ,Kementerian Pertanian Nurwono Paridjo ketika mendampingi Sekditjen Perkebunan, Mufti Sardjono, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/8/2013)  berbicara mengenai evaluasi perkembangan pelaksanaan bongkar ratoon tahun 2013, posisi sampai dengan Juli 2013." 1 hektar KBD dapat memenuhi kebutuhan benih untuk bongkar ratoon 5-7 hektar atau rata-rata 6 hektar, tergantung kondisi tanaman. Ketersediaan benih KBD asal kujar 2011 dan 2012 seluas 6.092 hektar, berlebih untuk mencukupi kebutuhan benih pola pertama," jelasnya.

Kebutuhan benih pola kedua total kebutuhan benih untuk KBD pola kedua (bongkar ratoon 35.000 Ha) sebanyak 4.857-6.800 Ha atau rata-rata sebanyak 6000 Ha dan dipenuhi dari KBD (G3) yang benih G2-nya berasal dari Kuljar. Ketersediaan benih KBD asal Kuljar G2 seluas 6.916 Ha mencukupi untuk kebutuhan benih pola kedua.

Mengenai permasalahan benih Direktur Tanaman Semusim Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Nurwono Paridjo mengatakan pembangunan KBD Kuljar asal dari G2 ke G3 (sampai benih siap salur) memerlukan waktu 6-8 bulan. Artinya Juni 2013 seluruh penangkaran benih G2 ke G3 harus sudah dilaksanakan sehingga tidak terjadi carry over ketahun 2014. "Sampai saat ini 25,59% paket lelang masih dalam proses karena adanya sanggah banding dan pemalsuan dokumen jaminan suply benih dari P3GI, sehingga hharus lelang ulang.Akibat lelang ulang waktunya menjadi mundur sampai Juli atau Agustus 2013, yang berakibat penangkaran benih G2 sampai siap salur atau G3 asal kuljar tidak cukup waktu,"jelasnya.

Sehingga, lanjutnya, untuk menghindari carry-over ke tahun 2014 agar program bongkar ratoon tahun2013 tetap terlaksana maka pengadaan benihnya menggunakan benih KBD asal Kuljar sisa 2011 dan 2012."Inipun jumlahnya masih kurang sehingga perlu dipenuhi dari benih konvensional berjenjang yang bermutu atau bersertifikat dengan penyesuaian unit costnya. Akibatnya benih G2 Kuljar yang sudah disiapkan  penyedia benih a.l spt P3GI dan puslitbang pun tidak seluruhnya terbeli dan akan menjadi tebu KTG. Tentunya hal ini akan menimbulkan kerugian bagi penyedia benih karena selain biaya pembangunan G2 yang mahal, tebu G2-nya dihargai seperti tebu KTG yang nilainya jauh lebih murah dibandingkan G2"katanya.

Upaya percepatan pelaksanaan bongkar ratoon tebu tahun 2013 para beberapakali pertemuan di pusatdan daerah Dinas Provinsi yang membidangi perkebunan selalu dibahas permasalahan yang ada dan diingatkan untuk segera menyelesaikan lelang bongkar ratoon paing labat Juni 2013.Melalui telepon setiap minggu selalu diingatkan untuk mempercepat penyelesaian lelang. Juga melalui beberapakali surat tertulis diingatkan Dinas Provinsi yang membidangi perkebunan untuk segera menyelesaikan lelang bongkar ratoon-nya. Menghimbau Dinas Provinsi untuk segera melaksanakan kegiatan lelang yang tidak tergantung waktu seperti alat tebang, klentek, dan muat/katrol.

 Menghimbau dinas provinsi untuk segera menyampaikan hasil pemenang lelang kepada Dinas Kabupaten yang membidangi perkebunan dan Dinas Kabupaten agar segera melakukan pengawalan kesiapan benih serta menghimbau PPK agar pencairan dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan fisik di lapangan."Tim teknis segera melakukan koodinasi dengan tim teknis kabupaten dan PG untuk menentukan jadwal tebang, olah tanam dan tanam untuk pola pertama Mei-September dan pola kedua Oktober-Desember serta melakukan pengawalan bongkar ratoon secara lebih intensif dan membantu menyelesaikan masalah di lapangan," jelasnya.

Dampak Curah Hujan

Sementara dampak curah hujan tinggi di musim tebang/giling  menurut Sekretaris Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Mufti Sardjono, tanaman cenderung belum masak, penyimpanan gula terhambat karena digunakan untuk tumbuh."Bobot mungkin naik tetapi rendemen turun. Lahan basah, penebangan mengalami peningkatan kendala pengangkutan, dan pabrik terkendala pasok tebu efisiensi terganggu,"katanya.

Upaya mengeliminir dampak perubahan iklim tahun 2013, untuk KTG agar memenuhi standar mutu bahan baku manis bersih segar (MBS) , a.faktor kesegaran tebu harus dijaga (maksimum 24 jam setelah tebang harus digiling), b.membuang sogolan (tunas baru) sedini mungkin, c.memotong bagian pucuk tebu hingga 5 ruas, dan d.menerapkan rafraksi secara ketat dan konsisten atas tebu giling.

Selain itu memberikan jaminan rendemen minimal dengan persyaratan kriteria MBS atas kualitas tebu giling menggunakan zat pemacu kemasakan (ZPK) jika dipandang sangat mendesak, melakukan sinergi antarPG (opitmalisasi kewilayahan) dalam pemenuhan tebu MBS, mengawasi kebun secara ketat untuk menghindari kebakaran pada saat kemarau. Kemudian, menurunkan muka air tanah dengan memperdalam got patusan/drainase, tebu-tebu berbunga diprioritaskan untuk digiling, pengendalian OPT sedini mungkin, aplikasi pupuk tetap waktu, dan menerapkan SOP lainnya secara disiplin.

Dikatakan lagi oleh Mufti Sardjono, berdasarkan data PG pada pertemuan relaksasi gula Juli 2013, musim giling mundur 3-6 minggu karena masih banyak hujan, produktivitas tebu di atas target pada kondisi normal, tetapi rendemen di bawah target karena banyak kandungan airnya."Dengan adanya curah hujan  yang masih tinggi di awal musim tebang/giling, P3GI memperkirakan produksi hablur pada 2013 sebanyak 2.505 juta ton atau 98 % dibanding produksi 2012 dengan rendemen rata-rata 7,44 %,"ujarnya. (lasman simanjuntak)


Tags: ,

author

BeritaRayaOnline.Com

0 comments

Leave a Reply

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan BeritaRayaOnline.Com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. BeritaRayaOnline.Com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
BeritaRayaOnline.Com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.