Ads


» » » Menkes :Anak-Anak Indonesia akan Lebih Terlindungi dari Ancaman Penyakit Melalui Imunisasi

Karawang, BeritaRayaOnline.Com,-Menteri Kesehatan (Menkes), dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, berkunjung ke Karawang , Kamis (22/8/2013) dalam rangka sosialisasi kesehatan Balita melalui program  vaksin Pentavalen. Program imunisasi ini sebagaimana hasil Sidang Umum PBB yang menyepakati resolusi “World Save For Children” atau “Dunia Layak Anak”.

Menkes berkunjung ke Karawang menggunakan pesawat helikopter dan mendarat di Lapangan Sepak Bola di Stadion Singaperbangsa, Karawang.  

 Menteri kesehatan dr.Nafsiah Mboi dalam sambutannya di Lapangam Karang Pawitan (KP) Karawang mengatakan, masalah kesehatan di wilayah Indonesia Bagian Timur masih masalah yang sangat krusial bagi bangsa ini. Selain itu, masalah program imunisasi masih belum didapatkan balita di indonesia hingga 15 persen, atau sebanyak 3, 9 juta balita Indonesia terancan kesehatannya.


“Saya ucapkan terimakasaih kepada para tenaga kesehatan, ibu-ibu PKK dan ibu yang membawa bayinya untuk diimunisasi, serta semua yang bekerja sama untuk mewujudkan kesehatan di Indonesia”, kata Menkes.

Menurut Menkes jumlah balita di Indonesia saat ini adalah 26,4 juta balita. “ Mari kita selamatkan balita Indonesia sejumlah itu melalui program imunisasi,“ pesannya.

Dikatakannya, program imunisasi saat ini diperkuat dengan penggunaan vaksin Pentavalen, yakni sebuah vaksin yang merupakan pengembangan dari tetravalen. Karena menurutnya dulu hanya ada empat vaksin, yaitu, DPT (difteri,pertusis, dan tetanus),dan Hepatitis B."Sehingga dengan vaksin Pentavalen, bangsa Indonesia akan semakin sehat, karena bebas dari semua penyakit yang mengancam kesehatan balita,” ujar Menkes.

Resmi Digunakan 
 
Menteri Kesehatan dr.Nafsiah Mboi meluncurkan vaksin Pentavalen untuk balita di Karangpawitan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (22/8/2013).Dengan demikian, vaksin yang merupakan kombinasi dari vaksin DPT, Hepatitis B, dan Hib ini resmi digunakan.


 
Peluncuran sekaligus perkenalan vaksin kepada masyarakat ini dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Miswar, Bupati Karawang Haji Ade Swara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Alma Lucyati, perwakilan dari negara-negara donor, pemda beberapa provinsi, tokoh dan masyarakat Karawang.

Dalam kesempatan itu, Menkes juga menyerahkan secara simbolis vaksin Pentavalen kepada Dedi Mizwar. Acara itu diramaikan sejumlah hiburan rakyat, seperti Goyang Karawang yang dibawakan siswa SMPN Karawang, dan lagu dari Duta Imunisasi.

Menteri KesehatanNafsiah Mboi dalam sambutannya mengatakan, anak-anak Indonesia akan lebih terlindungi dari ancaman penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), dengan ditambahkannya vaksin Haemophilus influenzae type b (Hib) yang diberikan bersamaan dengan vaksin DPT dan Hepatitis B.

Vaksin yang merupakan pengembangan dari vaksin tentravalen (DPT-HB) kombinasi buatan Indonesia ini disebut Pentavalen, karena merupakan gabungan dari lima antigen, yaitu DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus), Hepatitis B serta Hib.

Lima antigen tersebut diberikan dalam satu suntikan, sehingga memberikan kenyamanan bagi bayi yang mendapat imunisasi beserta ibunya.

"Kita bersyukur karena program imunisasi kini dilengkapi vaksin Pentavel yang ditambah dengan Hib. Dengan digunakannya dalam paket imunisasi dasar lengkap, maka anak-anak kita bisa terlindungi dari yang tadinya hanya tujuh penyakit menular kini bertambah menjadi delapan," kata Menkes.

Delapan penyakit yang dimaksudkan Menkes, yaitu Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, Tuberculosis pada bayi, Polio, dan Campak, Haemophilus influenzae type b (Hib).

Vaksin Hib berisi suatu antigen yang dapat mencegah penyakit radang otak dan radang paru. Kedua penyakit ini merupakan penyebab 17,2% kematian pada bayi.

Vaksin Hib akan diintegrasikan pada vaksin DPT-HB yang telah lebih dulu dikenal masyarakat. Diketahui, vaksin Hepatitis B (HB) bermanfaat untuk mencegah terjadinya kerusakan hati (kanker hati).

Sementara vaksin DPT terdiri dari tiga antigen yang dapat melindungi bayi/balita dari penyakit Difteri, Pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Sebelum vaksin Difteri ditemukan, racun yang dikeluarkan oleh bakteri penyebab penyakit difteri dapat memicu terjadinya gagal jantung.

Ia menjelaskan, dalam program imunisasi dasar lengkap, bayi yang baru lahir hingga berusia tujuh hari langsung mendapatkan imunisasi Hepatitis B.

Lalu, saat berusia satu bulan, bayi memerlukan imunisasi polio dan BCG. Vaksin polio mencegah lumpuh layu, sementara vaksin BCG mencegah TB. Kemudian berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan, bayi mendapatkan lagi vaksin polio bersamaan dengan pemberian vaksin Pentavalen. Ketika bayi memasuki usia sembilan bulan, imunisasi campak perlu diberikan.

"Jadi, antara usia 0 hari hingga genap 1 tahun, bayi setidaknya dibawa sebanyak lima kali ke fasilitas kesehatan untuk melengkapi imunisasinya," kata Menkes.

Belajar Goyang Karawang
 
  Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi rupanya memiliki keinginan yang sama dengan kebanyakan perempuan, yaitu memiliki bentuk tubuh yang ideal. Saat mencanangkan penggunaan vaksin pentavalen di Karawang, ia mendapatkan jawabannya.

Nafsiah berniat belajar goyang Karawang agar bentuk badannya ideal. Dalam sambutannya, Nafsiah sedikit curhat. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah menghabiskan banyak waktu untuk kurus, namun tetap tak berhasil. "Hari ini saya belajar hal baru. Rupanya goyang karawang bikin kurus dan sehat," kata Menkes dr.Nafsiah Mboi di Karawang, Kamis (22/8/2013)

Kemudian, Nafsiah pun meminta siapapun yang bersedia untuk mengajarkannya kesenian khas Karawang itu. "Siapapun yang mau ajarkan, saya sambut baik," katanya yang disambut tawa riuh hadirin yang hadir.

Niat ini Nafsiah sampaikan setelah ia dihibur oleh tim karawitan SMP Negeri 1 Karawang yang menyanyikan lagu Goyang Karawang diiringi angklung, lengkap dengan penarinya. Dalam syair lagu tersebut, memang disebutkan goyang Karawang membuat perut menjadi kecil dan tubuh menjadi sehat.

Hari ini, Nafsiah meresmikan penggunaan pentavalen di Karawang. Nafsiah menyerahkan secara simbolis vaksin kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Alma Lucyat dan Bupati Karawang Ade Swara. Turut hadir Deputy CEO Gavi Alliance Hellen Evans dan Kepala AUSaid Indonesia James Gilling. Kedua lembaga tersebut memberi bantuan dana untuk pengadaan vaksin pentavalen tersebut.(dari berbagai sumber/lasman simanjuntak)



  

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini