Ads


» » » KPK Sita Lagi 320 Ribu Dollar AS Deposit Box Milik Tersangka Koruptor Rudi Rubiandini

Jakarta, BeritaRayaOnline.Com-Sampai Kamis malam (15/8/2013), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan uang senilai US $ 200 ribu di ruang Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM, serta menyita sekitar US $ 320 ribu deposit box di Bank Mandiri milik tersangka koruptor Rudi Rubiandini.

Demikian keterangan yang berhasil dikumpulkan wartawan BeritaRayaOnline dari berbagai sumber di Jakarta sampai Kamis (15/8/2013) pukul 21.15 WIB.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirimkan surat pencegahan kepada Ditjen Imigrasi Kemenkumham untuk 3 orang pejabat SKK Migas. Yakni, Kepala Divisi Penunjang Operasi Iwan Ratman, Kepala Divisi Komersialisasi Minyak Bumi dan Kondensat Agus Sapto Rahardjo Moerdi Hartono, dan Kadiv Komersial Gas Poppy Ahmad Navis.

Sementara itu, KPK juga mengirimkan surat pencegahan terhadap Direktur PT Surya Parna Niaga Artha Merish Simbolon. "Ada pencegahan, salah satunya untuk Artha Merish Simbolon," ujar Jubir KPK Johan Budi SP, Kamis (15/8).

Pencegahan dilakukan berkaitan dengan kasus tangkap tangannya kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, Selasa malam. Rudi tertangkap basah menerima suap ratusan ribu dollar dari Simon G Tanjaya Bos Kernel Oil Pte Ltd. Uang itu diserahkan oleh Ardi alias Deviardi bersama dengan moge merk BMW.

Diketahui, penyidik juga menggeledah 3 tempat, yakni Kantor SKK Migas, Kantor Kernel Oil Plt Ltd, Kantor Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM. Ditemukan uang sebesar 200.000 USD di ruang Sekjen ESDM.

Sementara itu, juga ditemukan uang di brankas bank milik Rudi sebesar USD 230.100. Diduga, suap yang diterima Rudi berkaitan dengan kegiatan SKK Migas dalam hal trader. Penyidik menemukan barang bukti berupa uang sebesar 400.000 dollar Amerika, dan 127 dollar Singapura juga 90.000 dollar Amerika di kediaman Rudi.

Sementara itu, di rumah Ardi, Penyidik menemukan barang bukti uang sebesar 200.000 dollar Amerika. Tim penyidik juga menyita motor gede bermerk BMW yang diduga hasil gratifikasi. Rudi, Ardi dan Simon saat ini telah ditetapkan tersangka. Ketiganya telah ditahan di Rutan Cabang KPK.



Geledah Kantor SKK.Migas

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini masih menggeledah Kantor SKK Migas di Jalan Gatot Subroto Jakarta. Penggeledahan dilakukan sejak tadi malam sekitar pukul 23.10 WIB.

"Masih berlangsung yang di Kantor SKK Migas," ujar Jubir KPK Johan Budi SP via pesan singkat kepada wartawan, Jakarta, Kamis (15/8/2013).

Penggeledahan ini berkaitan dengan tertangkapnya Rudi Rubiandini di kediamannya yang menerima suap dari Komisaris Kernel Oil Pte Ltd, Simon G Tanjaya. Suap itu diberikan melalui orang terdekatnya, Ardi alias Deviardi, yang juga ikut diciduk oleh KPK di kediaman Rudi, Jalan Brawijaya VIII nomor 30, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, penyidik juga melakukan Penggeledahan di beberapa tempat yakni Di kantor Sekjen ESDM Jalan Medan Merdeka dan Kantor Simon di SCBD Jakarta. Dari hasil penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus ini.

Diduga, suap yang diterima Rudi berkaitan dengan kegiatan SKK Migas dalam hal trader. Penyidik menemukan barang bukti berupa uang sebesar USD 400 ribu, dan 127 dolar Singapura (SGD) juga USD 90.000 di kediaman Rudi. Sementara itu, di rumah Ardi, penyidik menemukan barang bukti uang sebesar USD 200 ribu. Tim penyidik juga menyita motor gede bermerek BMW yang diduga hasil gratifikasi.

Rudi, Ardi dan Simon saat ini telah ditetapkan tersangka. Ketiganya telah ditahan di Rutan Cabang KPK.

KPK Tidak Berhenti
 Komisi Pemebrantasan Korupsi (KPK) tidak berhenti usai menetapkan tiga tersangka dalam kasus suap Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini. Malam ini, tim penyidik melakukan penggeledahan di tiga lokasi.

"Tim Penyidik KPK melakukan Penggeledahan di beberapa tempat, pertama di Kantor SKK Migas, kedua, di kantor Sekjen ESDM dan ketiga, kantor tersangka Simon di SCBD," kata Johan Budi melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu, Malam, 14 Agustus 2013.

Berdasarkan hasil gelar perkara KPK, Rudi dan dua orang lainnya, yaitu Simon G Tanjaya, salah satu pendiri Kernel Oil Pte Ltd yang berbasis di Singapura dan Ardi alias Devardi, pelatih golf, statusnya ditingkatkan menjadi tersangka. Keduanya diduga melakukan praktek suap menyuap yang berkaitan dengan tender di SKK Migas.

Simon diduga melanggar pasal  5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.  Sementara Rudi dan Ardi diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Barang bukti yang diamankan KPK yakni uang sejumlah 400 ribu dollar Amerika Serikat dalam operasi tangkap tangan. Kemudian uang disita dari rumah Rudi saat melakukan penggeledahan 90 ribu dolar AS serta 127 ribu dolar Singapura. Sementara di rumah Ardi disita uang 200 ribu AS. (flora k/jhonnie castro)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini