Ads


» » » Kementerian Pertanian Perkuat Brigade Penangggulangan Kebakaran Lahan dan Kebun


Pasar Minggu, Ragunan ,Jakarta Selatan, BeritaRayaOnline.Com,- Kementerian Pertanian cq Direktorat Jenderal Perkebunan masih terus menghitung nilai kerugian akibat kebakaran lahan dan kebun yang berdasarkan pantauan hot spot satelit NOAA-18 ASMC sampai dengan 23 Juli 2013 sebanyak 8.365 titik dengan rincian 5.025 titik (60,07%) di APL, 1.986 titik (23,74%) di kawasan hutan (HPH dan HTI) dan 1.354 (1619%) di kawasan perkebunan meliputi Provinsi Aceh, Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel dan Kaltim.

Demikian jawaban Direktur Perlindungan Perkebunan Hudi Haryono mendampingi Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Perkebunan, Kementerian Pertanian, Mufti Sardjono menjawab pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat pagi (2/8/2013), kkhusus menjelaskan mengenai perkembangan terakhir kebakaran hutan dan lahan perkebunan yang sempat menjadi kasus "internasional" karena dampak asap kebakaran sampai ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

"Jujur, nilai kerugian belum kami hitung karena kebakaran hutan dan lahan perkebunan masih terus berlangsung. Alhamdulilah korban jiwa tak ada"akuinya.

Menurut Hudi  ada dua faktor penyebab kebakaran lahan dan kebun yaitu manusia tradisi sebagian masyarakat masih membuka lahan dengan cara membakar karena dianggap paling mudah murah dan cepat tanpa memperhitungkan dampaknya, serta iklim dan alam yakni El Nino, kemarau panjang, biomas/serasah kering, lahan gambut mudah terbakar,  pola budidaya tanaman semusim, dan  persiapan lahan setiap akan menanam."Kami selalu lakukan upaya pencegahan yaitu ketika api masih kecil, langsung dicegah. Makanya jangan suka bermain api, he..he..he...," katanya sambil tertawa.

Kebakaran lahan dan kebun selalu ditangani secara bersama-sama dengan mendirikan Posko Kebakaran Nasional."Presiden SBY telah memberikan perintah untuk pemadaman kebakaran lahan dan kebun ini. Makanya dibentuk Posko Kebakaran Nasional berpusat di Bandara Halim Perdanakusumah. Prinsipnya, kebakaran harus mati, ti....ti...ti, sampai mati,"tegasnya.




Upaya pencegahan kebakaran lahan dan kebun dengan prioritas pencegahan dan pemadaman dini (pemadaman sesegera mungkin sewaktu api masih kecil) melalui pendekatan pengelolaan lahan berupa penyiapan, pemeliharaan, panen, dan pascapanen. Untuk areal existing, sanitasi lahan dan limbah hasil sanitasi tidak boleh dibakar.Kemudian, penerapan tata kelola air yang baik pada lahan gambut, penerapan PLTB melalui pendekatan kelompok, serta pemanfaatan limbah hasil pembukaan lahandengan dibuat kompos, briket, dan arang.

"Pencegahan juga kita lakukan dengan membuat hujan buatan seperti di Provinsi Riau, api jadi menurun. Perusahaan perkebunan di Riau juga sumbang pesawat heli. Indonesia komitmen tanggulangi kebakaran hutan. Bahkan sampai November 2013 Posko Kebakaran Nasional tetap aktif, "ujar Hudi masih menjawab pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline.

Pencegahan kebakaran lahan dan kebun juga dilakukan dengan sosialisasi, pertemuan-pertemuan, rintisan desiminasi model PLTB kepada masyarakat di lokasi rawan kebakaran.Distribusi buku/leaflet tentang PLTB. Pembinaan monev terhadap kesiapan sarpras pengendalian kebakaran di perusahaan perkebunan.Pendidikan PPNS pusat dan daerah. Mendorong masyarakat membentuk kelompok-kelompok pengendalian kebakaran (MPA), pengadaan traktor dan mulcher ( 2 unit) untuk PLTB di Sumsel dan Kalteng, sosialisasi melalui media elektronik. Dan, komitmen perusahaan perkebunan berupa pencegahan dan pengendalian kebakaran di areal perusahaan dan areal terdekatnya, serta regu/brigade penanggulangan kebakaran siap digerakkan bila diperlukan.

Khusus pengendalian kebakaran lahan dan hutan dengan mengerakkan kelompok masyarakat (MPA) pemadaman secara dini berupa laporan beberapa daerah/provinsi, masyarakat sudah melakukan pemadaman api secara dini hanya selama ini tidak dilaporkan.Menggerakkan perusahaan perkebunan, pada kejadian kebakaran di Riau, perusahaan perkebunan yang tergabung dalam GAPKI telah aktif melakukan pemadaman, 26 armada di Kab.Rokan Hulu, Rohan Hilir Indragiri Hulu, Pelalawan, Siak, dan Kampar.Koordinasi/kerjasama dengan manggala Agni, BPBD Damkar pemadaman, groundchek ke lapangan serta pasca kebakaran berupa penegakkan hukum (PPNS/Investigasi) dan rehabilitasi kebun bekas terbakar."Rencana ke depan yang sangat diperlukan di Kementan yaitu memperkuat Brigade Penanggulangan Kebakaran Lahan dan Kebun. Sesuai dengan hasil Rakor Kemenkokesra, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan telah mengusulkan kegiatan untuk mendukung penguatan Brigade Penanggulangan Kebakaran Lahan dan Kebun sebesar Rp 45,7 miliar melalui Kemenkokesra, "jelas Hudi.

Sedangkan upaya pencegahan melalui penegakkan hukum, Direktur Perlindungan Perkebunan, Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Hudi Haryono, mengatakan lagi sosialisasi UU/Peraturan kepada stake holder yakni UU No.18 Tahun 2004  tentang Perkebunan ,Permentan No.26 Tahun 2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan, Permentan No.14 tahun 2009 tentang Pedoman Pemanfaatan Lahan Gambut Untuk Budidaya Kelapa Sawit, dan Permentan No.19 tahun 2011 tentang Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO) diatur penanganan kebakaran."UU No.18 Tahun 2004 terus disosialisasikan kepada petani.Petani harus disadarkan yaitu buka lahan tanpa harus membakar. Sedangkan Permentan No.26 Tahun 2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan ,di mana perusahaan perkebunan harus memiliki pemadam kebakaran yang akan diaudit,"jelasnya.

Ditanya lagi oleh wartawan BeritaRayaOnline bagaimana soal sanksi hukum bagi oknum pelaku yang menyebabkan  atau memicu terjadinya kebakaran lahan dan kebun, Hudi menegaskan dalam melakukan penegakkan hukum koordinator tetap berada pada pihak kepolisian."Inpres No.16 Tahun 2011 institusi mana yang turun sudah jelas. Penegakkan hukum tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Kalau tak salah sudah ada 26 tersangka dan satu coorporate,"kilahnya.(lasman simanjuntak)





eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini