Ads


» » » Kemenkes Memberikan Imunisasi Pentavalen Tanpa Dipungut Bayaran atau Gratis

Teks foto : Direktur Surveilans, Imunisasi, Karantina, dan Kesehatan Matra  dr.Desak Made Wismarini, NKN, didampingi Drs.Busroni, dari Puskom Publik Kementerian Kesehatan RI sedang memberikan penjelasan dalam acara temu media di Jakarta Selasa (20/8/2013) , mengenai rencana Pencanangan Vaksin Pentavalen dan Imunisasi Lanjutan pada Anak batita oleh Menteri Kesehatan di Karawang, Kamis, 22 Agustus 2013.( Foto :Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)


Jakarta, BeritaRayaOnline.Com-"Pemberian imunisasi DPT-HB-Hib (Pentavalen) dan Imunisasi Lanjutan pada Anak Batita akan diberikan secara gratis atau tak dipungut bayaran, bisa langsung ke posyandu-posyandu.Pemberian gratis vaksin Pentavalen bagian dari imunisasi rutin. Fokus kita meningkatkan imunisasi rutin dan targetnya imunisasi dasar lengkap," ujar dr.Desak Made Wismarini NKN, Direktur Suveilans, Imunisasi, Karantina, dan Kesehatan Matra , Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Menjawab pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline  dalam temu media sehubungan dengan Pencanangan Vaksin Pentavalen dan Imunisasi Lanjutan pada Anak Batita oleh Menteri Kesehatan RI di Karawang,Provinsi Jawa Barat, Kamis 22 Agustus 2013, dr.Desak Made Wismarini mengatakan lagi dipilihnya Kabupaten Karawang karena ada kegiatan yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat."Kita akan undang Dinas Kesehatan seluruh provinsi, ini juga merupakan bagian dari sosialisasi. Masyarakat juga akan dilibatkan bahkan akan banyak kegiatan di posyandu"ucapnya.

Menurutnya, pelaksanaan Imunisasi DPT-HB-Hib (Pentavalen) dan Imunisasi Lanjutan pada Anak Batita tahun 2013 ini dilaksanakan di 4 provinsi yaitu Jawa Barat, Daerah Istimewa (DI) Yogjakarta Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedangkan tahun 2014 mendatang akan dilaksanakan di seluruh provinsi."Ini kebijakan vaksin baru , untuk kegiatan imunisasi Pentavalen baru.Dananya bersumber dari APBN dan donor dari mitra.Sudah dibahas di DPR RI, Bappenas dan Menteri Keuangan," jelasnya masih menjawab pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline.

Imunisasi DPT-HB-Hib (Pentavalen)  berdasarkan Permenkes RI Nomor 42 tahun 2013, tanggal 10 Juni 2013 dan Kepmenkes RI Nomor: 23/MENKES/SK/1/2013, tanggal 15 Januari 2013. Mengapa harus imunisasi ? karena upaya pencegahan paling cost effective, dan menggunakan vaksin produksi dalam negeri standar aman WHO.

Mengenai Epidemiologi Haemophillus Influenzae type b (Hib)  dr.Desak Made Wismarini, NKN Direktur Surveilans, Imunisasi, Karantina dan Kesehatan Matra, Kementerian Kesehatan RI, menjelaskan bakteri Hib hanya ditemukan pada manusia."Pada bayi dan balita Hib dapat menyebabkan meningitis, epiglotitis, pneumonia, arthritis, selulitis, osteomyelitis dan bakteriemia .Pada sebagian besar orang dewasa yang mengalami infeksi tidak menjadi sakit, tetapi menjadi pembawa kuman karena Hib menetap di tenggorokan atau kolonisasi.Penyebarannya melalui percikan ludah atau droplet dari individu yang sakit kepada orang lain ketika batuk atau bersin"katanya.

Pneumonia menyebabkan kematian terbesar pada anak.23 % pneumonia yang serius pada anak disebabkan oleh Haemophillus Influenzae tipe b (Hib). Penyebab lain adalah pneumococcus staphilococcus, streptococcus, virus, dan jamur. Upaya penanggulangan yang effektif bagi bayi dan balita dilakukan melalui Imunisasi Hib dan penelitian di Pulau Lombok 1998-2002 menunjukkan bahwa Imunisasi Hib dapat mencegah sebagian besar dari semua meningitis klinis dan dapat mencegah salah satu penyebab pneumonia.

Sementara strategi yang dilakukan yaitu menambah tingkat perlindungan terhadap penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Pemberian imunisasi lanjutan pada Batita, DPT-HB-Hib usia 1,5 tahun, dan campak usi 2 tahun. Menjamin kecukupan dan ketersediaan vaksin dan logistik. Menjamin kualitas pelayanan melalui penyediaan tenaga profesional, metoda, dan teknologi yang efektif, berkualitas, efisien, serta memperkuat infratsruktur seperti kompetensi SDM, cold chain, dan manajemen petugas.(lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini