Ads


» » » Kegiatan ISPO 2013 akan Lakukan Proses Audit dan Penilaian Kepada 48 Perusahaan


Jakarta BeritaRayaOnline.Com,- Kegiatan tahun 2013 penerapan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (ISPO) akan meliputi sosialisasi ISPO dalam negeri yang dilakukan di pusat dan provinsi sentra-sentra pengembangan kelapa sawit, sedangkan luar negeri rencana di negeri RRC, India, Inggris, dan Belanda. Selanjutnya proses audit dan penilaian terhadap 48 perusahaan, pelatihan auditor ISPO dan pelatihan fasilitator ISPO, serta pengajuan 2 lembaga sertifikasi untuk memperoleh pengakuan Komisi ISPO sebagai lembaga sertifikasi yaitu PT.LLyod'ss Register Indonesia dan PT.BSI Group Indonesia.

Direktur Tanaman Tahunan, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian , Her Drajat yang mendampingi Sekditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Mufti Sardjono, dalam konferensi pers di Jakarta Jumat pagi (2/8/2013), menjelaskan  untuk proses pengajuan 10 perusahaan untuk memperoleh pengakuan Komisi ISPO  yaitu PT.Ivomas Tunggal (Ujung Tajung), PT.PP London Sumatera Indonesia Tbk, PT.Paripurna Swakarsa, PT.Kencana Sawit Indonesia, PT.Kimia Tirta Utama, PT.Sawit Sumbermas Sarana, PT.Kalimantan Sawit Kusuma, PT.Inti Indosawit Subur, PT.Meridan Sejatisurya Plantation, dan PT.Langgeng Muaramakmur."Kegiatan tahun 2013 juga telah dilakukan empat kali pertemuan Tim Penilai ISPO dan tujuh pertemuan Komisi ISPO,"katanya.

Ketentuan yang telah diterbitkan  meliputi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 19/Permentan/OT.140/3/2011 tentang ISPO untuk perusahaan perkebunan, dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4235/Kpts/OT.160/10/2011 tanggal 20 Februari 2012 tentang keanggotaan Komisi ISPO. Ketentuan yang telah diterbitkan Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 213/Kpts/OT.140/10/2011 tanggal 11 Februari 2013 tentang Keanggotaan Sekretariat Komisi ISPO.

Sementara kegiatan yang telah dilaksanakan s/d tahun 2013 yaitu sosialisasi ISPO di pusat dan daerah ( seluruh provinsi sentra pengembangan kelapa sawit), serta sosialisasi ISPO ke luar negeri di Beijing, RRC, pada 11-15Desember 2012. Pelatihan auditor ISPO yang telah dilatih dan lulus sebanyak 266 orang ( 7 angkatan). Ketentuan ISPO untuk petani plasma dan kebun bermitra dan petani swasdaya sudah disusun dan dalam proses persetujuan."Proses revisi peraturan Menteri Pertanian Nomor 19/Permentan/OT.140/3/2011 tentang ISPO unuk perusahaan perkebunan. Ketentuan Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2013 tentang penundaan pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut," jelasnya.

Selain itu kegiatan yang telah dilaksanakan s/d tahun 2012, lembaga sertifikasi yang telah memperoleh pengakuan Komisi ISPO yaitu PT.Mutu Agung Lestari, PT.Sucofindo (Persero), PT.Tuv Nord Indonesia, PT.Tuv Rhenland Indonesia, Pt.Sai Global Indonesia, PT.Mutu Hijau Indonesia dan PT.SGS Indonesia."Masih terdapat beberapa lembaga sertifikasi yang menunggu rekomendasi. Namun faktor yang sangat penting adalah harus mendapatkan akreditasi dan BSN atau Badan Standarisasi Nasional dan auditor yang telah dilatih oleh Komisi ISPO," ujarnya.

Perusahaan yang telah diaudit oleh LS dan memperoleh pengakuan Komisi ISPO yaitu PT.Musim Mas(Pengakalan Lesung) Provinsi Riau, PT.Musim Mas (Batang Kulim) Provinsi Riau, PT.Laguna Mandiri, Provinsi Kalimantan Selatan, PT.Swadaya Andika, Provinsi Kalimantan Selatan, PT.Perkebunan Nusantara V (Tandun), Provinsi Riau , PT.Hindoli, Provinsi Sumatera Selatan, PT.Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi, Provinsi Kalteng, PT.Sari Aditya Loka 1, Provinsi Jambi dan PT.Ivomas Tunggal (Samsam) Provinsi Riau. (lasman simanjuntak)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini