Ads


» » » Harga Sapi di Jawa Timur Naik Hingga Rp 1,5 Juta

Surabaya, BeritaRayaOnline.Com,-Ketua Paguyuban Pedagang dan Daging Segar Jawa Timur, Muthowif, mengatakan harga sapi hidup di semua pasar sapi tradisional naik signifikan dalam sepekan ini. Sapi betina harganya naik sekitar Rp 600 ribu-1 juta per ekor. Sedangkan harga sapi jantan lebih mahal. Kenaikannya mencapai Rp 1-1,5 juta per ekor. Akibatnya, harga daging sapi juga naik, semula Rp 69-73 ribu per kilogram menjadi Rp 71-75 ribu per kilogram. 

"Ini akibat tingginya permintaan daging segar," katanya di Surabaya, Senin, (26/8/2013).


Pada kalender bulan Jawa saat ini banyak masyarakat menggelar hajatan seperti khitan, resepsi pernikahan, dan kegiatan lain. Hal ini mendorong kenaikan harga daging, apalagi stok sapi siap potong di pasar tradisional terus menyusut. Upaya pemerintah mengimpor daging beku tidak mampu mereduksi harga daging segar di pasaran.

"Harga daging segar sekarang naik rata-rata Rp 3-5 ribu per kilogram," katanya. Muthowif mengatakan untuk mengendalikan harga, pejabat pemerintah tidak cukup hanya menggelar inspeksi mendadak ke rumah potong hewan tanpa diikuti kebijakan yang bisa menurunkan harga daging segar.

Sementara itu Menteri Pertanian Suswono menyalahkan budaya peternak yang menjual sapinya saat membutuhkan duit. Meski harga sapi siap potong mahal, belum tentu peternak menjual sapi karena belum membutuhkan uang tunai. Sehingga, ia mengaku kesulitan memastikan soal kebutuhan daging di masyarakat.

Saat ini, Kementerian Pertanian hanya mengacu pada referensi harga untuk mengendalikan harga daging di pasaran. Ketika harga naik 15 persen, berarti butuh tambahan daging impor. "Terpaksa menggunakan parameter harga karena stok sapi belum mencerminkan suplai daging," kata Suswono seusai pengukuhan doktor honoris causa bagi pengusaha Chairul Tanjung di Universitas Airlangga, Senin, (26/8/2013).

Menteri Pertanian Suswono berharap Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengarahkan importir sapi siap potong agar menjual sapi hidup seharga Rp 30 ribu per kilogram. Namun, setelah dari RPH, ia khawatir harga kembali naik karena faktor permainan harga di tingkat pedagang.

Ia mendesak Kemendag mengusut alur distribusi daging sapi yang diduga dipermainkan oleh oknum tertentu. "Kemendag sedang mengusut ini," selanya.(tempo.co/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini