Ads


» » » Dukungan PU di Kawasan Perbatasan Meningkat dari Tahun ke Tahun






















Jakarta, BeritaRayaOnline.Com-Dukungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan di 12 provinsi (sesuai lokasi prioritas (lokpri)) meningkat dari tahun ke tahun. Dukungan tersebut telah terlaksana dari tahun 2012.

“Kementerian PU memandang penting pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan. Hal ini terlihat dari peningkatan alokasi anggaran dari tahun ke tahun untuk pembangunan tersebut,” ujar Staf Ahli Menteri PU (SAMPU) IV Bidang Hubungan Antar Lembaga Ruchyat Deni Djakapermana di Jakarta, Rabu siang (14/8/2013).

Diketahui, tambah Deni, total alokasi dana tahunan anggaran 2012 untuk program/kegiatan Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA), Ditjen Cipta Karya (CK), Ditjen Bina Marga dan Ditjen Penataan Ruang  adalah sebesar Rp 5,22 triliun, sedangkan untuk tahun anggaran 2013 alokasi dananya adalah sebesar Rp 5,65 triliun.

Pada tahun anggaran 2014, sesuai hasil konsultasi regional, indikasi (estimasi)  alokasi dana untuk program/kegiatan Kementerian PU di kawasan perbatasan adalah sebesar Rp 9,4 triliun yang terdiri dari pagu baseline 2014 sebesar Rp 5,84 triliun dan pagu inisiatif baru 2014 sebesar Rp 3,56 triliun.

Dukungan infrastruktur PU di kawasan perbatasan tersebar di 111 Kecamatan, 38 Kabupaten, 12 provinsi (Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat).

Deni mengatakan prioritas program bidang Bina Marga diantaranya adalah penanganan jaringan jalan untuk mendukung kawasan perbatasan, daerah rawan bencana dan daerah terisolasi, serta pulau-kecil terpencil berupa pembangunan jalan kawasan perbatasan di perbatasan Kalbar dan kaltim dan pembangunan jalan di pulau-pulau terpencil dan terdepan di Maluku Utara, NTT, Sulut, Sulteng, dan Papua.

Penanganan jalan mendukung pusat-pusat produksi dengan mempertahankan tingkat pelayanan ruas-ruas jalan yang ada melalui program rehabilitasi/pemeliharaan dan peningkatan jalan dan jembatan, serta meningkatkan struktur maupun kapasitas jalan-jalan lintas menuju ke standar yang ada, seperti lintas-lintas Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Maluku dan Papua.

“Penanganan jalan tersebut membentuk sistem terpadu jaringan jalan nasional, provinsi, kabupaten dan perdesaan yang menghubungkan berbagai simpul moda transportasi ke pusat produksi, distribusi, dan logistik wilayah,”tutur Ruchyat.

Prioritas Program Bidang SDA adalah pendayagunaan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air baku khususnya untuk pemenuhan kebutuhan pokok rumah tangga terutama di wilayah rawan/defisit air, wilayah tertinggal, dan wilayah strategis dengan membangun reservoir di daerah perbatasan dan wilayah strategis dengan membangun reservoir di daerah perbatasan, termasuk membangun prasarana air tanah untuk air minum di daerah perbatasan, antara lain di Jambi dan Sultra.

Selain itu juga pengamanan pantai-pantai pada daerah perbatasan, pulau-pulau kecil serta pusat kegiatan ekonomi dari ancaman abrasi.

“Hal ini untuk melindungi garis pangkal kedaulatan Negara kita yang terancam tergerus oleh karena ancaman abrasi,”tambah Deni.

Selanjutnya, kata Deni, untuk program bidang ke-Cipta-Karya-an adalah penyediaan sarana dan prasarana air minum pada kawasan perbatasan; pembangunan infrastruktur permukiman di pulau kecil dan terluar dalam mendukung sektor pertanian dan agribisnis.

Mendukung pengembangan kawasan-kawasan agropolitan dan minapolitan (permukiman yang berbasis pada potensi kelautan) di berbagai provinsi yang sudah menjadi komitmen pemerintah daerah seperti di Kabupaten Kepri, Sangihe dan Talaud (Minapolitan) dan Kabupaten Merauke yang mempunyai misi menjadi kawasan lumbung pangan nasional (Agropolitan).(lasman simanjuntak)
 Sumber berita dan foto :Pusat Komunikasi PublikKementerian PU

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini