Ads


» » » Dirjen Tanaman Pangan : Terjadi Pergeseran Waktu Tanam Kedelai


Jakarta BeritaRayaOnline.Com-Dengan tingkat curah hujan 150 s/d . 250 mm/bln ( menurut LAPAN) dibeberapa provinsi sentra produksi kedelai, maka mengakibatkan terjadinya pergeseran waktu tanam kedelai. Untuk bulan Juni 2013 realisasi tanam kedelai diperkirakan mencapai 47.726 hektar, bila dibandingkan  dengan realisasi rata-rata selama 5 tahun periode yang sama mencapai 81,01% (turun 11.191 hektar).

Demikian dikatakan oleh Ir.Udhoro Kasih Anggoro, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian dalam pertemuan dengan para wartawan Forwatan di Jakarta, baru-baru ini.

Penyebab belum tercapainya kegiatan dalam rangka pencapaian sasaran produksi kedelai, antara lain dikarenakan sasaran areal slptt seluas 455.000 hektar realisasi baru mencapai 47.792 hektar (10,55 5)."Hal ini dikarenakan petani menunggu benih yang berasal dari program  subsidi benih, serta danya pengurangan anggaran dengan mengurangi sasaran areal slptt seluas 43.000 hektar,"katanya.

Kemudian, pengembangan model PTT seluas 110.000 hektar realisasi baru mencapai 37.839 hektar (34,4%) disebabkan sulitnya mencari benih.PATB seluas 118.250 hektar, realisasi masih belum ada karena kendala proses pelelangan yang harus diulang. Regulasi stabilitas harga kedelai belum menarik minat petani untuk melakukan budidaya tanaman kedelai secara swadaya.Dari sasaran seluas 335.000 hektar reallisasi baru mencapai 105.758 hektar (31,57%).

Upaya percepatan realisasi program dan kegiatan peningkatan produksi kedelai 2013 atara lain menganjurkan kepada kelompok tani untuk melaksanakan SLPTT dengan menggunakan benih unggul yang disiapkan oleh petani sendiri (swadaya). Menerbitkan surat keputusan Dirjen TP mengenai penetapan benih kedelai dapat diperbanyak melalui pola perbanyakan benih ganda (poly generation flow), percepatan kegiatan pengembangan model PTT, percepatan pelaksanaan perluasan areal tanam baru (PATB), dan melakukan pendampingan dalam pelaksanaan peningkatan produksi kedelai yang dilakukan secara swadaya.

DIREKTORAT PEMBENIHAN

Untuk sasaran program Direktorat Pembenihan menurut Ir.Udhoro Kasih Anggoro Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, adalah pemantapan produksi benih sumber, pemberdayaan penangkar, optimalisasi pengawasan mutu dan sertifikasi benih sosiliasasi dan peningkatan benih varietas unggul bersertifikat.

Pengalokasian perbanyakan benih sumber di tahun 2013 seluas 782 hektar yang terdiri dari 225 hektar (BS ke BD) akan menjadi 266 ton serta 456 hektar (BD ke BP) akan menjadi 732 ton.Realisasi perbanyakan benih sumber hinggga Juli 2012 adalah seluas 371,8 hektar atau 47,5%."Untuk kegiatan pemberdayaan penangka benih realisasi sampai dengan Juli 2013 untuk padi hibrida mencapai 3.900 hektar (35,14%), sedangkan untuk kedelai mencapai 650 ( 18,57%)" ujarnya.

Realisasi sertifikasi dan produksi benih tahun 2013 hingga bulan Juni 2013 adalah a) untuk padi luas penangkarannya 52.522,11 hektar dengan produksi benih 67.900,96 ton, b)untuk jagung luas penangkarannya 1.28946 hektar dengan produksi benih sebanyak 14.327,48 ton, c) untuk kedelai luas penangkarannya 10.602,38 hektar produksi benihnya sebanyak 3.320,66 ton, d) untuk kacang tanah luas penangkarannya 463,61 hektar produksi benihnya 209,70 ton, e)untuk kacang hijau luas penangkarannya 3407 hektar produksi benihnya 16,65 ton.

Untuk subsidi benih, program yang ditujukan untuk membantu petani membeli benih dengan harga terjangkau. Sesuai Kepmentan No.43340/Kpts/SR.120/6/2013 ,harga benih subsidi untuk padi hibrida Rp 2.024-, padi hibrida Rp 4.327,-, jagung komposit Rp 2.295-, jagung hibrida Rp 12.647,-, dan kedelai Rp 3.096,-

Cadangan benih nasional (CBN) disediakan untuk yang bersifat mendesak untuk pemulihan pertanaman atau persemaian yang rusak berat/puso akibat dampak anomaly iklim serta untuk digunakan dalam program pengembangan pada daerah-daerah yang belum menggunakan benih unggul atau upaya pergantian varietas. (lasman)















eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini