Ads


» » » Periode HBKN 2013 Diperkirakan akan Terjadi Peningkatan Permintaan Pangan Picu Kenaikan Harga

         Oleh : Dr.Ir.Achmad Suryana, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementan

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada periode Hari-Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun 2013 diperkirakan akan terjadi peningkatan permintaan terhadap pangan yang dapat memicu kenaikan harga. Selain itu meningkatnya harga juga disebabkan karena kenaikan BBM per 22 juni 2013 dan adanya ulah spekulan yang ingin meningkatkan keuntungan.Kondisi demikian, jika tidak dikendalikan dan dikelola dengan baik dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama yang diakibatkan oleh gangguan ketersediaan dan distribusi bahan pangan, khususnya pada periode Puasa dan Lebaran, pemerintah telah meakukan langkah-langkah antisipasi terhadap berbagai masalah yang mungkin terjadi. Terkait dengan hal tersebut, Kementerian Pertanian telah melakukan rapat koordinasi antisipasi masalah ketersediaan dan stabilisasi harga pangan dengan instansi terkait, BUMN, pelaku usaha dan Badan/Dinas/Instansi/Kantor yang menangani ketahanan pangan provinsi pada 4 Juli 2013.

Beberapa upaya yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah dalam mengantisipasi masalah ketersediaan dan harga pangan periode Puasa dan Lebaran 2013 antara lain, pertama mengintesifkan pemantauan pasokan dan harga pangan untuk merumuskan antisipasi masalah pasokan, distribusi, dan harga pangan.Kedua, meningkatkan  kelancaran distribusi bahan pangan dari daerah sentra produksi ke daerah konsumen. Ketiga, memberikan informasi tentang kepastian penyediaan pasokan. Keempat meningkatkan keamanan pangan untuk mencegah terjadinya peredaran bahan pangann yang tidak memenuhi khaidah keamanan pangan. Dan, kelima memfasilitasi pelaksanaan pasar murah, operasi pasar, dan penyediaan bahan pangan murah (subsidi harga).

Kunjungan kerja Menteri Pertanian Suswono bersama para wartawan di daerah sentra produksi dan pasar diharapkan dapat memberikan shock terapy terhadap para pelaku usaha untuk memanfaatkan situasi dengan mengambil keuntungan di luar batas kewajaran. Selain itu juga diharapkan dapat memberikan kepastian informasi mengenai kondisi pasokan dan stok pangan periode Puasa dan Lebaran 2013, sehingga tidak menimbulkan kepanikan dan masyarakat dapat menjalankan ibadah Puasa dan merayakan Lebaran dengan tenang dan hikmat.

Tujuan untuuk memantau dan memastikan kecukupan pasokan pangan strategis, khususnya komoditas daging ayam dan hortikultura untuk memenuhi kebutuhan pangan periode Puasa dan lebaran 2013, serta sebagai upaya stabilisasi harga pangan menjelang Puasa dan Lebaran 2013.

Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan bahan pangan tahun 2013, ketersediaan bahan pangan pokok yang berasal dari produksi dalam negeri pada periode Puasa dan Lebaran (Juli-Agustus) surplus seperti beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging unggas, dan telur unggas.Pasokan beberapa komoditas seperti beras dan bawang merah diperkirakan aman dikarenakan pada periode tersebut memasuki musim panen gadu (untuk padi) dan panen raya (untuk bawang merah) di beberapa daerah sentra. Begitu juga untuk pasokan gula pasir diperkirakan aman karena sudah memasuki musim giling. Pelaku usaha juga memastikan dan menjamin pasokan bahan pangan aman untuk menghadapi Puasa dan Lebaran tahun ini, kita tidak perlu khawatir akan terjadinya kekurangan bahan pangan.

Pada Maret -April 2013 harga bawang merah terjadi anomali dibandingkan dengan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya. Pergerakan harga cabai merah cenderung fluktuatif pada setiap tahun. Harga cabai merah cenderung tinggi pada periode Desember-Februari dan Juni-Juli, kecuali tahun 2011 harga cabai merah anjlok seiring dengan tingginya produksi.

Kondisi harga pangan strategis menjelang Puasa (Minggu 1 Juli 2013) menunjukkan kenaikan, diantaranya bawang merah, cabai merah, minyak goreng, daging ayam, dan telur ayam. Sementara itu, untuk beras gula pasir dan daging sapi harganya relatif stabil. Kenaikan harga daging ayam yan terjadi saat ini bukan disebabkan ketersediaan yang berkurang, tetapi lebih disebabkan karena beberapa hal seperti kenaikan bahan baku bibit ayam, harga pakan ternak, dan menguatnya dolar terhadap rupiah.

Secara umum kenaikan harga pangan pokok menjelang Puasa  disebabkan beberapa hal seperi (1) dampak kenaikan harga BBM yang berpengaruh terhadapkenaikan biaya transport, (2) efek spikologis dari meningkatnya permintaan masyarakat karena pendapatan masyarakat yang bertambah pada saat Puasa dan Lebaran, (3) ekspetasi pedagang untuk mendapatkan keuntungan lebih pada momen HBKN dengan menaikkan harga lebh tinggi dari harga pada bulan-bulan normal.

Harga daging ayam cenderung rendah pada periode Appril-Mei dan tinggi pada periode  Juli-Agustus (Puasa-Lebaran). Pergerakan harga daging ayam pada 2012 relatif stabil (CV=5,34%) dari 2011 (CV=6,78%), dan 2010 (CV=10,15%). Harga telur ayam cenderung rendah pada April-Medan September-Oktober kemdian cenderung tinggi pada Juli-Agustus (menjelang Puasa), dan Desember-Februari. Perrgerakan harga telur ayam pada tahun 2012 relatif stabil (CV=5,03%) dibandingkan tahun 2011 (CV=5,48%), dan tahun 2010 (CV=7,18%).





eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini