Ads


» » » Pencegahan Deman Berdarah Dengue Paling Efektif dan Efisien Melalui Gerakan PSN 3 M Plus


Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,-"Sampai saat ini pencegahan penyakit deman berdarah dengue yang paling efektif dan efisien adalah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN dengan teknik dasar 3 M Plus yakni Menguras, Menutup, dan Memanfaatkan atau mendaur ulang. Apalagi tahun 2013 ini ada kecenderungan peningkatan Demam Berdarah Dengue atau DBD," kata Dr.Andi Muhadir, MPH, Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Kementerian Kesehatan dalam acara temu media di Jakarta, Jumat siang (26/7/2013).

Dijelaskannya, teknik dasar 3 M yaitu Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti baik mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampungan air lemari es, dan lain-lain. Menutup yaitu memberi tutup yang rapat pada tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya."Sedangkan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat nyamuk demam berdarah bertelur," ucapnya.

Adapun yang dimaksud Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti memberi bubuk larvasida pada tempat air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta tidak mengantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat "istirahat" nyamuk, dan lain-lain."PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena air hujan dapat meningkatkan ketersediaan breeding places vektor, sehingga seringkali menimbulkan KLB," kata Andi Muhadir.


Untuk mewujudkan hal tersebut di atas diperlukan peran aktif masyarakat dalam melakukan langkah-langkah pengendalian vektor sebagai tindakan pencegahan penyakit DBD, misalnya, kegiatan pemantauan jentik, karena saat ini kita masih menghadapi musim penghujan. Bahkan pola curah hujan yang tak menentu harus meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan DBD.

Lebih jauh Andi Muhadir, Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Kementerian Kesehatan, mengatakan selama periode Januari-Juni 2013 demam berdarah dengue dilaporkan terjadi di 31 provinsi dengan jumlah kasus sebanyak 48.905 penderita, dan 376 diantaranya meninggal dunia.

Jumlah tersebut tersebar di 278 kabupaten/kota. Provinsi yang melaporkan KLB DBD tahun 2013 yaitu Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, dan Papua."Diharapkan hingga akhir 2013 baik jumlah penderita maupun jumlah kematian DBD dapat ditekan di bawah jumlah kasus dan kematian DBD yang dilaporkan pada 2012. Total kasus 2012 sebanyak 90.245 penderita, dan jumlah kematian 816 penderita," kilahnya.

Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Demam berdarah dengue banyak dijumpai terutama di daerah tropis dan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya DBD antara lain rendahnya status kekebalan kelompok masyarakat, kepadatan populasi nyamuk penular karena banyaknya tempat perindukan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim penghujan.

Gejala awal demam berdarah dengue antara lain demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari, perasaan menggigil, nyeri kepala, nyeri saat menggerakkan bola mata dan nyeri punggung, kadang disertai adanya tanda-tanda perdarahan. Masa inkubasi demam berdarah 3 s/d 14 hari, tetapi pada umumnya 4 s/d 7 hari. Belum ada obat dan vaksin untuk mencegah DBD. Pengobatan hanya bersifat simtomatis dan suportif. (lasman)
Teks Foto  : Dr.Andi Muhadir, MPH, Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Kementerian Kesehatan,didampingi Dwi Oktavia, M.Epid, Kepala Seksi Wabah dan Surveilans, Dinkes DKI Jakarta, dan Busroni, Kabag Pers dan Opini Publik, Puskom Kemenkes RI , saat temu media di Jakarta, Jumat (26/7/2013) menjelaskan mengenai DBD Perkembangan Kasus dan Pencegahan (foto atas), dan jenis nyamuk deman berdarah dengue aedes aegypti (foto tengah). ( Foto :Lasman Simanjuntak/ BeritaRayaOnline)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini