Ads


» » » Mentan Suswono : Kita Ingin Harga Bahan Pangan Stabil dan Terjangkau Jelang Puasa dan Lebaran 2013

Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,-"Kalau kaitan dengan harga sebenarnya sudah ada KPPU. Namun, yang jelas kami ingin  jelang bulan Ramadhan dan Lebaran tahun ini, harga-harga pangan stabil dan terjangkau, "jawab Menteri Pertanian Suswono ketika ditanya wartawan di Jakarta, Kamis sore (4/7/2013), soal tindakan nyata yang akan dilakukan Kementerian Pertanian sehubungan mulai 'melambungnya' harga-harga pangan.

Upaya yang akan dilakukan antara lain operasi pasar,  dan pasar murah melalui BUMN-BUMN .Dan, kalau ada yang melakukan tindakan tak terpuji, akan ada tindakan"Sementara tentang tingginya harga cabai,pemerintah akan impor 10 ribu ton cabai pada semester kedua 2013, namun dalam bentuk cabai bubuk untuk industri. Panen cabai akan mundur sehingga pasokan terbatas, industri tak ambil dari lokal. Terigu cukup untuk kebutuhan Ramadhan, bahkan ada jaminan harga terigu tak akan naik," jelasnya.

Dijelaskan lagi oleh Menteri Pertanian Suswono , impor cabai dilakukan pemerintah karena ada kemunduran jadwal panen petani cabai sehingga membuat pasokan menjadi terbatas. Panen cabai yang seharusnya pada Juni lalu mundur menjadi Juli ini.Cabai produksi Indonesia tidak boleh digunakan sebagai bahan baku produksi. "Industri tidak boleh mengambil produk lokal. Mereka mengambil produk impor," ucapnya.

Sementara itu, Suswono juga meminta kepada para importir bawang merah yang telah mendapatkan izin agar segera melakukan importasi bulan ini. Hal ini dilakukan pemerintah untuk mencegah kejatuhan harga bawang menjelang panen raya bulan depan.

"Mereka yang telah mendapatkan izin impor, secepatnya merealisasikan bulan ini Jangan sampai impor bulan Agustus karena bisa menjatuhkan harga petani," kilahnya.Pemerintah berencana mengimpor 16.781 ton bawang merah dengan pintu masuk dibatasi hanya di Pelabuhan Belawan, Medan, dan Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.

Impor Daging Sapi Beku

Menteri Pertanian  Suswono pada saat jumpa pers tentang "Kesiapan Penyediaan Pangan, Langkah-Langkah Antisipasi, Stabilisasi Pasokan, Distribusi, serta Harga Pangan Menjelang Puasa dan Lebaran 1434 H" di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis sore (4/7/2013),  juga mengatakan sejak tiga tahun lalu para peternak sapi lokal menangis karena derasnya impor daging sapi beku. Namun tahun ini peternak lokal dengan gembira karena harga sapi lokal naik terkait pengurangan kuota impor.

"Saat ini peternak sedang happy-happy-nya, bandingkan sejak tiga tahun lalu peternak kita menangis karena importasi yang terlalu besar," ucapnya.

Diakui Suswono harga daging bobot hidup di tingkat peternak saat ini sangat bagus, namun implikasinya konsumen yang kena dampaknya. Saat ini konsumen harus merogoh Rp 95.000 per Kg untuk membeli daging sapi dari sebelumnya Rp 70.000 per Kg.

"Untuk menurunkan harga daging di tingkat konsumen, pemerintah mengeluarkan kebijakan membebaskan impor daging prime cut (jenis daging premium yang biasa digunakan untuk steak), ini juga tidak akan menghantam peternak kita karena daging ini sebagian besar dinikmati kalangan menengah atas dan tidak masuk ke pasar becek/tradisional,"katanya.

Menteri Pertanian Suswono juga meminta para importir yang telah mendapatkan kuota untuk semester II-2013 segera merealisasikan impor dagingnya. "Mereka-mereka yang sudah dapat izin semester kedua harus segera merealisasikan importasinya bulan ini, jangan sampai ditahan sehingga harga kembali naik," tandasnya.

Harga Ayam Merangkak Naik

 Sementara menyinggung harga ayam sejak awal Juni 2013 terus merangkak naik. Menteri Pertanian Suswono mengakui tingginya harga ayam disebabkan permainan pelaku usaha yang memanfaatkan situasi kenaikan harga BBM subsidi.

"Harga daging ayam naik ini karena dimanfaatkan pelaku usaha, yang hari-hari sebelumnya mengalami kerugian, ketika BBM naik dijadikan peluang untuk menaikkan setinggi-tingginya, padahal kenaikan transportasi tidak seberapa," ujarnya.

Suswono menjelaskan, saat ini pasokan dan produksi ayam aman, bahkan mencapai surplus. Akan tetapi, pemerintah tidak bisa mengintervensi pengusaha terkait tingginya harga ayam ini.

"Ya, kita tidak bisa intervensi, kita hanya mengimbau, etika bisnisnya di mana? Di tengah stok yang cukup, malah menaikkan harga tinggi-tinggi mengambil peluang dari kenaikan harga BBM," tegasnya.

Suswono juga berkaca pada tingginya harga bawang putih beberapa waktu lalu, yang sempat menghebohkan karena harganya mencapai Rp 90.000 per kilogram.

"Seperti bawang putih beberapa waktu lalu, harga bawang putih impornya saja Rp 9.000 per kilo. Kok bagaimana ceritanya sampai di konsumen Rp 90.000 per kilo. Kami berharap KPPU akan memperhatikan ini," jelasnya.

Ditegaskannya lagi, kenaikan harga daging ayam yang terjadi saat ini bukan disebabkan ketersediaan yang berkurang, tetapi lebih disebabkan karena beberapa hal.

"Selain dimanfaatkan pelaku usaha, sebab lainnya juga karena adanya kenaikan bahan baku bibit ayam. harga pakan ternak dan menguatnya dolar terhadap rupiah," tandasnya.





Perlu Waspada

Sebelum tanya jawab dengan para wartawan, Menteri Pertanian Suswono mengatakan meskipun ketersediaan bahan pangan secara umum dapat dikatakan aman, namun kita perlu waspada dan mengantisipasi terjadinya berbagai kondisi yang dapat menyebabkan kegagalan penyediaan dan lonjakan harga pangan.

"Potensi masalah yang mungkin terjadi dan perlu diantisipasi antara lain meningkatnya harga bahan pangan karena terjadinya hambatan distribusi, yang diakibatkan oleh kenaikan harga BBM dan hambatan transportasi karena perbaikna jalan, pasar tumpah, pungutan tidak resmi, hambatan kelancaran di penyeberangan, meningkatnya harga karena adanya ekspektasi dan perilaku pedagang yang cenderung meningkatkan harga secara tidak wajar, apalagi dengan adanya kenaikan harga BBM, meningkatnya masalah keamanan pangan seperti pengoplosan, peredaran bahan pangan kadaluarsa dan tambahan bahan formalin, serta meningkatnya harga bahan pangan pokok yang masih dipenuhi dari impor karena terjadinya depresiasi rupiah,"katanya.

Beberapa upaya yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah dalam mengantisipasi masalah ketersediaan dan harga pangan periode Puasa dan Lebaran tahun 2013 antara lain, pertama mengintensifkan pemantauan pasokan dan harga pangan untuk merumuskan antisipasi masalah pasokan, distribusi,dan harga pangan, kedua meningkatkan kelancaran distribusi bahan pangan dari daerah sentra produksi ke daerah konsumen, ketiga memberikan informasi tentang kepastian penyediaan pasokan, , keempat meningkatkan keamanan pangan yang tidak memenuhi kaedah keamanan pangan, serta kelima memfasilitasi pelaksanaan pasar murah, operasi pasar, dan penyediaan bahan ppangan murah atau subsidi harga

Kepada asosiasi dan pengusaha yang bergerak dalam pengadaan dan perdagangan pangan diimbau agar tidak memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan sesaat yan tidak wajar dengan menaikkan harga yang terlalu tinggi, memberikan informasi tentang kondisi pasokan, distribusi dan harga pangan pokok yang obyektif dan menenangkan masyarakat, dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam membantu menyediakan bahan pangan murah untuk masyarakat kurang mampu dan pelaksanaan pasar murah, dan membantu meningkatkan pangan untuk mencegah terjadinya penimbunan, pencurian, pengoplosan, peredaran bahan pangan yang tidak memenuhi kaidah keamanan pangan."Kepada media dihimbau untuk memberikan informasi positif, obyektif, akurat, dann jujur sehingga dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat," pesan Menteri Pertanian Suswono. (lasman)




Teks Foto : Menteri Pertanian Suswono usai jumpa pers melakukan doorstop dengan para wartawan di  pintu masuk ruang kerjanya di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Ragunan, Pasar Minggu Jakarta Selatan, Kamis sore 94/7/2013). (Foto :Lasman/BeritaRayaOnline)












eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini