Ads


» » » Mentan Suswono : Indonesia Harus Antisipasi Upaya Adanya Reformasi Agraria

MENTERI Pertanian Indonesia, Suswono  melakukan peninjauan saat membuka acara International Conference on Biodiversty Clikate Change and Food Security di Hotel Panghegar, Jln. Merdeka, Kota Bandung, Selasa (2/7/2013). Acara tersebut dihadiri enam menteri pertanian negara sahabat.
  
Bandung ,BeritaRayaOnline.Com,- Indonesia menggelar International Conference on Biodiversity, Climate Change and Food Security di Hotel Grand Royal Panghegar Bandung, Selasa (2/7/2013). Pemerintah membanggakan keberhasilan Indonesia mendapat penghargaan dari Food and Agriculture Organization (FAO).

Kegiatan ini salah satunya sebagai upaya kerjasama untuk pertahanan pangan dengan negara lain. Acara dihadiri oleh Menteri Pertanian (Mentan) Indonesia Suswono, Mentan Yaman, Mentan Oman, Mentan Iran, Mentan Guiena Bissau dan lembaga internasional lainnya.

Dalam sambutannya, Menteri pertanian (Mentan) Suswono menyatakan Food and Agriculture Organization (FAO) sudah memberikan peringatan kepada masing-masing negara untuk memperkuat ketahanan masing-masing. Ia pun menyebut tahun ini Indonesia dinilai berhasil dan mendapat penghargaan dari FAO dalam menjaga ketahanan pangan.

"Dalam forum ini diharapkan bisa saling tukar-menukar pangan antar negara. Indonesia unggul di Palm Oil, Brasil tebu. Indonesia Brasil bisa memulai hal seperti ini dalam rangka pertahanan pangan ke depan," ujarnya.

Menurut Suswono, masalah utama dalam ketahanan pangan dunia yakni perubahan iklim seperti di Indonesia, seharusnya saat ini sudah memasuki kemarau, tapi masih turun hujan.

"Upaya untuk meningkatkan produktivitas menjadi suatu keniscayaan. Perubahan iklim, lahan yang terdegradasi sudah lahan sempit, semakin tidak produktif karena banyak dikonversi," terangnya.

Selain itu, problem lain yang patut disoroti yakni kepemilikan lahan oleh petani sangat sedikit. Sehingga pemuda-pemuda kurang tertarik di bidang pertanian.

"Indonesia sendiri harus mengantisipasi upaya adanya reformasi agraria. Jangan sampai pemuda-pemuda tidak tertarik lagi untuk menggarap lahan pertanian," jelasnya.

Suswono menuturkan konferensi ini dilakukan sebagai upaya ketahanan pangan yang harus dilestarikan dan dipromosikan bersama.

"Di sisi lain, jika kita tidak melakukan tindakan pencegahan yang sistematis tentang cara untuk melestarikan dan mempromosikan penggunaan sumber daya genetik tanaman, kita tidak akan dapat memberikan kontribusi untuk mempertahankan keamanan pangan dunia," ujarnya.(lasman)

sumber berita dan foto :pikiran rakyat online/ detik finance

Mentan: Sempitnya Lahan Pengaruhi Ketahanan Pangan di Indonesia

Selasa, 2 Juli 2013 | 20:05:16
Bandung, PenaOne – Menteri Pertanian Suswono membuka acara International Conference on Biodiversity, Climate Change and Food Security di Hotel Panghegar Bandung,  Selasa (2/7/2013). Saat itu Suswono menjelaskan jika sempitnya lahan menjadi persoalan yang mempengaruhi ketahanan pangan di Indonesia.
“Petani di Indonesia termasuk Jabar itu hanya memiliki 0,3 Ha lahan karena itu pemuda kurang tertarik dengan pertanian,” ujarnya.
Ia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia, maka dibutuhkan lahan seluas 500 ribu Ha untuk program food estate.
“Akses terhadap lahan harus terus ditambah karena 60% penerima raskin adalah petani, ditambahkan lagi konversi lahan yang tinggi hingga mencapai 100 ribu Ha,” ujarnya.
Sementara itu menurut Kepala badan litbang pertanian, DR.Ir Haryono M.Sc mengatakan jika target acara ini adalah untuk sharing informasi dan pengetahuan konsep kedepan.
“Karena setiap negara berbeda dalam selesaikan masalah termasuk bagaimana cara menghasilkan kualitas unggul dan ketahanan produksi,” paparnya
Soal Climate change atau perubahan cuaca tanaman pangan yang mampu beradaptasi dapat menghasilkan bahan baku yang berkualitas baik.
“60% tanaman pangan sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim,” pungkasnya.
Penulis:  Bayu Wulandari
- See more at: http://penaone.com/mentan-sempitnya-lahan-pengaruhi-ketahanan-pangan-di-indonesia.html#sthash.DBGP1v8j.dpuf

Mentan: Sempitnya Lahan Pengaruhi Ketahanan Pangan di Indonesia

Selasa, 2 Juli 2013 | 20:05:16
Bandung, PenaOne – Menteri Pertanian Suswono membuka acara International Conference on Biodiversity, Climate Change and Food Security di Hotel Panghegar Bandung,  Selasa (2/7/2013). Saat itu Suswono menjelaskan jika sempitnya lahan menjadi persoalan yang mempengaruhi ketahanan pangan di Indonesia.
“Petani di Indonesia termasuk Jabar itu hanya memiliki 0,3 Ha lahan karena itu pemuda kurang tertarik dengan pertanian,” ujarnya.
Ia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia, maka dibutuhkan lahan seluas 500 ribu Ha untuk program food estate.
“Akses terhadap lahan harus terus ditambah karena 60% penerima raskin adalah petani, ditambahkan lagi konversi lahan yang tinggi hingga mencapai 100 ribu Ha,” ujarnya.
Sementara itu menurut Kepala badan litbang pertanian, DR.Ir Haryono M.Sc mengatakan jika target acara ini adalah untuk sharing informasi dan pengetahuan konsep kedepan.
“Karena setiap negara berbeda dalam selesaikan masalah termasuk bagaimana cara menghasilkan kualitas unggul dan ketahanan produksi,” paparnya
Soal Climate change atau perubahan cuaca tanaman pangan yang mampu beradaptasi dapat menghasilkan bahan baku yang berkualitas baik.
“60% tanaman pangan sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim,” pungkasnya.
Penulis:  Bayu Wulandari
- See more at: http://penaone.com/mentan-sempitnya-lahan-pengaruhi-ketahanan-pangan-di-indonesia.html#sthash.DBGP1v8j.dpuf

Mentan: Sempitnya Lahan Pengaruhi Ketahanan Pangan di Indonesia

Selasa, 2 Juli 2013 | 20:05:16
Bandung, PenaOne – Menteri Pertanian Suswono membuka acara International Conference on Biodiversity, Climate Change and Food Security di Hotel Panghegar Bandung,  Selasa (2/7/2013). Saat itu Suswono menjelaskan jika sempitnya lahan menjadi persoalan yang mempengaruhi ketahanan pangan di Indonesia.
“Petani di Indonesia termasuk Jabar itu hanya memiliki 0,3 Ha lahan karena itu pemuda kurang tertarik dengan pertanian,” ujarnya.
Ia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia, maka dibutuhkan lahan seluas 500 ribu Ha untuk program food estate.
“Akses terhadap lahan harus terus ditambah karena 60% penerima raskin adalah petani, ditambahkan lagi konversi lahan yang tinggi hingga mencapai 100 ribu Ha,” ujarnya.
Sementara itu menurut Kepala badan litbang pertanian, DR.Ir Haryono M.Sc mengatakan jika target acara ini adalah untuk sharing informasi dan pengetahuan konsep kedepan.
“Karena setiap negara berbeda dalam selesaikan masalah termasuk bagaimana cara menghasilkan kualitas unggul dan ketahanan produksi,” paparnya
Soal Climate change atau perubahan cuaca tanaman pangan yang mampu beradaptasi dapat menghasilkan bahan baku yang berkualitas baik.
“60% tanaman pangan sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim,” pungkasnya.
Penulis:  Bayu Wulandari
- See more at: http://penaone.com/mentan-sempitnya-lahan-pengaruhi-ketahanan-pangan-di-indonesia.html#sthash.DBGP1v8j.dpuf

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini