Ads


» » » Kemenkes Lakukan Pengendalian Penyakit Hepatitis Untuk Kurangi Kesakitan dan Kematian

Jakarta,BeritaRayaOnline.Com,- Kementerian Kesehatan melakukan pengendalian penyakit hepatitis di Indonesia untuk mengurangi kesakitan dan kematian akibat virus hepatitis, mengurangi transmisi dari berbagai penyebab virus hepatitis, dan mengurangi dampak sosial ekonomi akibat virus hepatitis pada level individu, kelompok masyarakat,dan populasi.

Demikian dikatakan oleh Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama, SpP(K),MARS,DTM&H,DTCE, Direktur Jenderal PP dan PL, Kementerian Kesehatan RI dalam acara temu media di Kantor Pusat Kementerian Kesehatan di Jakarta, Jumat pagi (12/7/2013)."Inisiatif Indonesia di dunia yaitu mengusulkan kepada Executif Board WHO untuk menjadikan hepatitis sebagai isu dunia dengan melakukan penanganan komprehensif dan menetapkan sebagai resolusi WHA tentang hepatitis vius,"katanya.

Dijelaskannya lagi, dikenal banyak virus hepatitis. Di Indonesia ditemukan adanya hepatitis karena virus hepatitis A,B,C,E, dan G, sedangkan virus D hampir tidak pernah dilaporkan."Yang paling banyak dan berpengruh terhadap morbiditas, mortalitas, serta ekonomi yaitu virus hepatitis A,B, dan C. Hepatitis adalah proses peradangan sel-sel hati, yang bisa disebabkan oleh infeksi virus,bakteri, parasit, obat-obatan ,konsumsi alkohol, lemak yang berlebihan, penyakit autoimmune. Virus hepatitis merupakan penyebab yang terbanyak,"ujarnya.

Berdasarkan cara penularan ada dua kelompok virus hepatitis. Pertama, virus yang ditularkan secara fekal-oral (virus hepatitis A dan E).Kedua,virus yang ditularkan secara parenteral (virus hepatitis B, C, dan virus hepatitis D)."Prevalensi global, dua miliar telah terinfeksi 240 juta karier kronis, dengan resiko sirosis, kanker hati 75 % tinggal di Asia Tenggara-Timur kematian 500.000-700.000 per tahun. Indonesia HBsAg (+):3-22% termasuk daerah endemis sedang-tinggi. Vaksinasi telah menurunkan prevalensi hepatitis B. Masalah, karier kronik, resiko sirosis, hepatoma, dan belum ada pengobatan efektif yang dapat digunakan luas," kata Tjandra Yoga Aditama.

Infeksi hepatitis C kronik : "The Fact", estimasi prevalensi di dunia 3 % (170 juta orang). Resiko kronisitas 75%-85%.Progresifitas fibrosis dini rendah. Resiko sirosis dalam 20 tahun(20%). Sorosis kematian 1 %-5%/tahun. Sirosis Ca hepatoseluler1 %-4%/tahun. Penyakit hepatitis C di Indonesia, pprevalensi anti HCV (+) usia 55-59 tahun 2,12 % (Riskesdas 2007).Prevalensi tinggi ditemukan pada subpopulasi tertentu pecandu narkoba suntik 90 %, penderita GGK yang menjalani HD 80 %, dan penderita thalasemia yang menjalani transfusi multipel 40 %.(lasman)




eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini