breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Kapasitas dan Daya Dukung Jalan Nasional Pantura Sudah Mencapai Titik Jenuh

Share This

Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melihat ada dua permasalahan yang saat ini dihadapi pada jalan nasional Pantai Utara (Pantura) yaitu kapasitas dan daya dukung jalan yang  sudah mencapai titik jenuh (over capasity dan overload)."Jadi Kementerian PU tidak bekerja hanya karena menyambut Lebaran saja. Mengapa Pantura menjadi perhatian, karena jalan nasional ini merupakan urat nadi ekonomi untuk angkutan barang dan jasa," kata Danis H Sumadilaga, Kepala Pusat Komunikasi (Puskom) Publik Kementerian Pekerjaan Umum kepada wartawan di ruang pressroom Forum Wartawan PU (Forwapu) di Jakarta, Kamis sore (11/7/2013).

Dijelaskannya, Lebaran merupakan ritual  tiap tahun , ada masalah mendasar yang harus diatur yaitu ada sisi supply dan ada sisi demand. Tugas Kementerian PU pada intinya adalah urusan prasarana atau infratsruktur."Ada sepanjang 38 ribu kilometer tugas kita terhadap prasarana jalan. PU tidak bekerja untuk Lebaran, tiap tahun ada 38 ribu kilometer antara lain untuk menambah lajur jalan nasional. Mengapa Pantura jadi perhatian, karena ini jalan ekonomi, di mana dari sisi transportasi 85 % angkutan barang dan jasa bergantung kepada transportasi jalan,"jelasnya.

Khusus tentang jalan nasional di Pantura (Banten sampai Banyuwangi-red), Danis H Sumadilaga, mengatakan jalan nasional Pantura sepanjang 1200 kilometer, ada masalah dari segi lebar jalan dan daya dukung lalu lintas harian (LHR)."Untuk masalah kapasitas Pantura 1600 satuan mobil penumpang. Berapa kendaraan yang lewat ? 40 ribu sampai dengan 45 ribu kendaraan per hari. Dengan jumlah kendaraan 45 ribu per hari, ada tingkat kejenuhan mencapai 1,3. Padahal idealnya jalan Pantura 0,4 sampai dengan 0,6. Lihat saja, begitu ada gangguan sedikit, langsung jalur Pantura macet total,"tegasnya.

Ditambahkannya untuk daya beban , truk yang lewat berdasarkan pemantauan Ditjen Bina Marga dalam lima tahun terakhir ini yaitu 125 juta eqivalen standar exeload."Daya dukung jalan di Pantura sudah mencapai dua sampai tiga kali beban lalu lintas yang lewat dalam waktu lima tahun terakhir ini. Seharusnya hanya sepertiga beban lalu lintas yang lewat,"kilahnya.

Menjawab pertanyaan wartawan apa perlu betonisasi pada jalan nasional Pantura, Danis H Sumadilaga mengatakan usulan ini boleh-boleh saja. "Tetapi menjadi pertanyaannya apakah betonisasi merupakan solusi.Dengan betonisasi daya dukung jalan Pantura jalan kuat, malah kendaraan lapis baja seperti tank juga bisa lewat.Memang kuat, tetapi biaya jadi mahal. Apa itu solusi ?" tanyanya. (lasman)


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama