Ads


» » » Harga di Tingkat Pengecer Relatif Stabil,Kementan Masih Membuka Peluang Bulog Impor Beras





Bogor, BeritaRayaOnline.Com,- Harga beras di tingkat pengecer jelang bulan Ramadhan relatif stabil, meskipun dalam kunjungan ke Pasar Induk Baru Bogor di Jalan Surya Kencana Kota Bogor, Jumat sore (5/7/2013), Menteri Pertanian Suswono didampingi  Kepala Badan Ketahanan Pangan Achmad Suryana, masih menemukan adanya pedagang beras yang menaikkan harga per liter Rp 1000 sampai dengan Rp 1500,-.

Kementerian Pertanian (Kementan)sendiri  masih membuka peluang untuk Bulog mengimpor beras  pada akhir tahun sebanyak 500.000 ton walaupun stok di gudang Bulog diperkirakan sangat cukup 1,5 juta ton.

Ada alasan terkait pemikiran ini, yaitu adanya impor beras akan memantapkan stok beras di awal tahun sebelum panen sehingga hiruk pikuk Pemilu 2014 tak terganggu adanya potensi kekurangan pasokan dan kenaikan harga beras.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Achamad Suryana yang mendampingi Menteri Pertanian Suswono  mengatakan bisa saja akhir tahun nanti Bulog bisa mengimpor beras paling banyak sekitar 500.000 ton.

"Ada kemungkinan Bulog bisa mengimpor beras akhir tahun walaupun sebenarnya stok di gudang Bulog nanti mencapai 1,5 juta ton yang seharusnya tidak perlu impor lagi karena jumlahnya cukup," jelasnya.

Ia menjelaskan lagi Bulog bisa impor karena harus siap menghadapi tahun politik di 2014 nanti, agar stok beras aman di gudang Bulog mencapai 2 juta ton.

"Karena tahun politik tahun depan diharapkan stok di gudang Bulog bisa mencapai 2 juta ton, biar aman, jika terjadi gejolak atau bencana alam atau ada kenaikan harga Bulog bisa melepas stoknya bisa menstabilkan harga," ucapnya.

Ditambahkan Suryana, Bulog saat ini penyerapan beras ke petani cukup baik, dimana per harinya bisa mencapai 13.000 ton.

"Jika kondisi ini terus berlangsung, maka Bulog menargetkan stok beras di gudang Bulog bisa mencapai 1,4-1,6 juta ton, angka itu sudah cukup tidak perlu impor lagi, tapi karena tahun depan tahun politik biar aman, stoknya ditambah dari impor sebesar 500.000 ton agar capai 2 juta ton," katanya. (dbs/lasman)
Foto-foto oleh :Lasman S/BeritarayaOnline



eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini