Ads


» » » Dukungan Kementerian PU Tanggap Darurat Gempa Aceh, Antisipasi Keperluan Tambahan di Lapangan

Jakarta,BeritaRayaOnline.Com,-"Kerusakan jalan bervariasi mulai dari tertutup longsoran, badan jalan putus, hingga kerusakan jalan yang berat. Kami pun menyiagakan empat hidran umum dan 20 wc knock down untuk mengantisipasi keperluan tambahan di lapangan," ujar  Taufik Widjojono, Staf Ahli Menteri PU Bidang Keterpaduan Pembangunan yang ditunjuk Menteri PU Djoko Kirmanto sebagai Koordinator dan Penanggungjawab Tanggap Daurat Sektor Infrastruktur dalam upaya tanggap darurat pasca bencana alam di Aceh Tengah dan dan Bener Meriah.

Dalam temu wartawan di Jakarta, Kamis siang (11/7/2013), dijelaskannya lagi gempa bumi yang terjadi di Provinsi Aceh pada 2 Juli 2013 menimbulkan kerugian jiwa dan material. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama unsur pemerintah lainnya telah berperan aktif dalam upaya tanggap darurat pasca bencana alam tersebut. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menunjuk Staf Ahli Menteri PU Bidang Keterpaduan Pembangunan, Taufik Widjojono sebagai koordinator dan penanggungjawab tanggap darurat sektor infrastruktur PU.

Hingga Senin (8/7/2013), Kementerian PU telah memobilisasi diantaranya sembilan Mobil Tangki Air (MTA) dan 46 Hidran Umum (HU) untuk memenuhi kebutuhan air bersih para pengungsi. "Lokasi pengungsian tersebar pada beberapa titik di dua kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Selain MTA dan HU, Kementerian PU juga membantu penyediaan 60 toilet knock down dan 100 jiregen,"katanya.

Sesuai surat pernyataan Gubernur Aceh, tanggap darurat bencana gempa di Aceh Tengah dan bener Meriah berlangsung hingga 16 Juli 2013. Upaya tersebut dilakukan oleh kedua pemerintah kabupaten bersama Kementerian PU, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kepolisian, TNI, dan unsur pemerintah lainnya.

Gempa dengan kekutan 6,2 skala richter tersebut juga menimbulkan kerusakan pada infrastruktur PU, diantaranya jalan. Beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan diantaranya Jalan Bukit-Telege Atu,  Ketol-Kute Panang,  Kelupak Mata, Atu Singkih, Tosari, Blang Gele-Atu Gadjah dan Jalan Blang Gele Bies. Seluruh ruas tersebut berada di Aceh Tengah.

Sementara di Bener Meriah, kerusakan jalan terjadi pada sejumlah lokasi yaitu Sukarame, Panteraya Dalam, Rembili, Panton Luwes, Junto, Tunjang dan Sukajadi."Melalui Tanggap darurat , saat ini seluruh jalan tersebut sudah bisa dilewati kendaraan meskipun fungsional secara darurat. Penanganan jalan tersebut dilakukan Kementerian PU dengan menggunakan back hoe, loader, excavator, serta dump truck," ujar Taufik Widjojono.

Selepas tahap tanggap darurat, Kementerian PU juga akan terlibat dalam tahap rehabilitasi/rekonstruksi. Dukungan akan dilakukan melalui bantuan teknis penyiapan kriteria teknis tingkat kerusakan rumah, sosialisasi konstruksi bangunan tahan gempa, prasarana air minum untuk lokasi rencana pemindahan penduduk Kampung Serempah dan Kampung Bah serta saran teknis terkait zonasi gempa. (lasman)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini