Ads


» » » Dahlan Iskan Minta Jasa Marga Segera Realisasikan Solusi Segar Atasi Kemacetan Tol Dalam Kota Jakarta

Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tidak mengira jalan layang tol bisa dibikin bersayap. Itu diungkapkan Dahlan ketika mendengar wacana direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang ingin menambah sayap dijalan layang tol simpang susun Slipi.
 "Itu pemikiran maju. Saya tidak mengira jalan layang bisa dibegitukan," kata Dahlan Iskan seusai pengumuman pemenang sayembara solusi kemacetan tol dalam kota Jakarta,di Jakarta, Kamis (4/7/2013).
Menurut Dahlan, wacana BUMN tol tersebut untuk menambah sayap di jalan layang terinspirasi dari sayembara solusi kemacetan tol dalam kota Jakarta yang diadakannya. Dalam kegiatan itu, Jasa Marga telah memilih sepuluh orang dengan solusi kemacetan terbaik. "Tanpa sepuluh orang ini tidak mungkin ada inspirasi kepada Jasa Marga," katanya.
Atas dasar itu, ia minta agar Jasa Marga juga segera merealisasikan solusi segar lainya untuk mengurai kemacetan di tol dalam kota Jakarta. Soalnya, BUMN dinilai memiliki kelebihan dalam menyelesaikan sebuah masalah ketimbang instansi pemerintah. "Tidak banyak birokrasi, prosedur tidak sulit, uang ada, kepintaran ada, untuk apa harus menunggu masalah-masalah yang ruwet," tegasnya.
Jangan Menunda
Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengatakan lagi semua pihak jangan ada lagi yang menunda-nunda penyelesaian kemacetan khususnya jalan tol dalam kota Jakarta.

"Jangan ada lagi hanya pembahasan-pembahasan solusi kemacetan tol Jakarta. Kalau ada ide, dan memberikan solusi yang baik harus segera dilaksanakan," tegasnya .

Menurutnya, kemacetan parah di jalan tol Jakarta karena volume lalulintas yang lewat sudah melampaui kapasitas jalan yang ada, sementara jalan tol tak mungkin dilebarkan karena keterbatasan lahan.

Kepadatan kendaraan yang ideal adalah jika perbandingan antara volume lalu lintas dan kapasitas jalan (V/C) maksimum sebesar 0,8 persen. Jika kapasitas suatu jalan adalah 1.000 kendaraan per jam, dan dilintasi 800 kendaraan per jam maka kecepatan bisa 60 kilometer per jam, artinya masih cukup nyaman dilalui.

"Namun pada saat jam sibuk rasionya meningkat hingga menjadi di atas 1,4 persen. Kemacetan yang pasti terjadi," ujar Dahlan.

Menurut Dahlan, tahap awal tiga solusi yang akan ditempuh Jasa Marga yaitu membangun jalan layang baru sebelum pintu tol Cawang mengarah ke Sudirman, membangun underpass di perempatan Kuningan, Rasuna Said, dan menambah sayap pada jalan layang susun Slipi.

"Ketiga solusi pengembangan infrastruktur tersebut diproyeksikan menghabiskan investasi sekitar Rp400 miliar," ujarnya.

Mantan Dirut PT PLN ini mengatakan sudah saatnya ada kepastian dalam mengatasi kemacetan Jakarta.

"Jangan lagi hanya membahas wacana. Jangan hanya dibicarakan, tapi harus dieksekusi dan harus ada yang berani mengambil keputusan," tegasnya.

Ia menambahkan, kalau tidak diputuskan hari ini bisa dibayangkan dalam dua tahun ke depan Jakarta akan semakin macet.

Pada kesempatan itu, Dahlan bertemu langsung dengan 10 orang pemenang terbaik sayembara mengatasi kemacetan tol Jakarta. Sepuluh nominasi ini terpilih menjadi yang terbaik dari sekitar 1.016 usulan proposal yang disampaikan kepada PT Jasa Marga.

Menurut Dahlan, sayembara digelar guna mendapatkan konsep, ide dan solusi membantu meningkatkan kelancaran transportasi di ibu kota Jakarta.
Tiap Hari Terjadi Macet
Direktur Utama PT.Jasa Marga (Persero) Tbk  Ir.Adityawarman mengatakan kemacetan di jalan tol khususnya di tol dalam kota Jakarta sudah hampir setiap hari terjadi. Kemacetan tersebut terjadi karena volume lalu lintas sudah melampaui kapasitas jalan yang ada, sementara jalan tol tak mungkin lagi dilebarkan karena tidak tersedianya lahan
."Kepadatan kendaraan yang ideal adalah jika perbandingan antara volume lalu lintas dan kapasitas jalan atau V/C Ratio maksimum sebesar 0,8. Misalnya jika kapasitas suatu jalan adalah 1000 kendaraan per jam dan dilintasi oleh 800 kendaraan per jam, maka kecepatan masih bisa 60 km/jam.Artinya masih cukup nyaman untuk dilalui. Pada jam-jam sibuk V/C Ratio di jalan tol dalam kota Jakarta sudah di atas 1,4. Pada kondisi ini kemacetan tak dapat dihindari,"katanya.

Jasa Marga selaku operator jalan tol dalam Kota Jakarta, ruas Cawang-Tomang-Cengkareng terus berupaya mengurangi kemacetan tersebut. Upaya yang telah dilakukan diantaranya adalah memberlakukan contra flow mulai dari Cawang hingga Semanggi mulai tanggal 1 Mei 2012, menambah gardu tol, pelebaran jalan tol di sekitar gerbang tol Halim, serta menerapkan sistem transaksi dengan menggunakan e-toll card dan e-tollpass.(lasman)


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini