Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Wakil Mentan : Pemerintah Jamin Ketersediaan Bahan Pangan Jelang Ramadhan dan Lebaran

Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,-  Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran tahun ini.Mendekati bulan suci Ramadhan masyarakat sempat mengkawatirkan dengan mulai merangkaknya harga bahan pokok di pasar. Namun, pemerintah sudah mengantisipasi hal ini dengan mengamankan stok bahan pangan yang dinilai menjadi komoditi utama masyarakat.

"Untuk bahan pangan menjelang bulan puasa aman, terutama beras, sayur-mayur, buah-buahan, gula dan tepung terigu sudah memenuhi target, bahkan di gudang Bulog stok beras sudah lebih dari cukup," kata Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan di Jakarta, baru-baru ini.

Selain kelebihan stok beras, kelebihan juta terjadi pada persediaan gula putih kristal. "Persediaan untuk gula aman, bahkan kita pun sudah tidak mengimpor gula lagi tahun ini," jelasnya.

Sementara kebutuhan bahan pangan kebutuhan pokok lain yang dinilai maih riskan mengalami kenaikan adalah daging sapi. Hal ini diakui Wamentan dengan jumlah persediaan yang masih mengkhawatirkan selama ini. "Namun pemerintah sudah menyiapkan langkah yang diperlukan guna mengantisipasi persoalan ini," katanya.

Pekan lalu, Menteri Pertanian, Suswono menjelaskan untuk mengangkut ternak terutama sapi antar daerah ke Jabodetabek, kapal laut menjadi alat angkutnya yang lebih murah. "Alat angkut ternak dengan Kereta api, ternyata setelah dilakukan kajian, ternyata mengangkut dengan kereta api lebih mahal dari pada dengan kapal laut," ujarnya.

Alat angkut ternak ini, lanjut Suswono, sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), bahkan Kemenhub menjanjikan untuk merealisasikan moda transportasi kapal laut tersebut. "Alat transportasi laut segera, dan Menteri Perhubungan menjanjikan menyediakan kapal laut tahun ini terealisasi," tuturnya.

 Tak Terjadi Lonjakan Harga

  Sebelumnya Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan menegaskan pemerintah siap mengantisipasi agar tidak terjadi pelonjakan harga daging sapi karena tingginya permintaan saat menyambut puasa pada awal Juli nanti dan Lebaran di awal Agustus.

"Kami sudah bekerja sekarang ya, sudah mengantisipasi persiapan Puasa dan Lebaran ," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta,  belum lama ini.

Pemerintah menyadari, konsumsi daging sapi oleh masyarakat pada saat Puasa dan menyambut Lebaran lebaran jauh lebih tinggi dari biasanya. Hal ini mengingat budaya masyarakat muslim yang lebih memilih konsumsi daging sapi di saat Puasa dan Lebaran.

"Ya, biasanya kalau Lebaran itu kan orang yang tidak biasa makan daging jadi makan daging, apalagi nanti menjelang Lebaran . Semua orang pasti kayak hukumnya wajib beli daging. Jadi demannya waktu itu kan ada `demand shock` (kejutan permintaan) ya namanya," katanya

Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan berbagai opsi untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan akan daging sapi pada masa Puasa dan Lebaran.

Diantaranya dengan menarik kuota impor daging sapui di triwulan tiga lebih cepat darai seharusnya, untuk memenuhi persedian daging. Diperkirakan kuota di triwulan III sebesar 20 ribu ton dari total impor tahun 2013 sebesar 80 ribu ton.

"Yang kedua kita apa, kita akan memberikan lagi ke Bulog, untuk bisa mengimpor (daging sapi)," katanya.

Selain itu, pemerintah juga akan memperbaiki dan mengatasi hambatan distribusi pasokan di dalam negeri, diantaranya terkait sarana dan prasarana transportasi.

Sementara itu, menurut Rusman, untuk persedian beras menjelang Puasa dan Lebaran sangat mencukupi, sehingga tidak perlu dikhawatirkan. "Kalau beras, cukuplah, malah Bulog itu sekarang menghadapi problem pemeliharaan beras karena stoknya terlalu banyak," katanya.(lasman)

sumber berita  :inilah.com dan antaranews.com/ foto :biro umum dan humas kementan


Tags: , ,

author

BeritaRayaOnline.Com

0 comments

Leave a Reply

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan BeritaRayaOnline.Com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. BeritaRayaOnline.Com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
BeritaRayaOnline.Com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.