Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Proyek P4-ISDA-IK Tumbuhkan Partisipasi Masyarakat Petani Dalam Kegiatan Rehabilitasi Irigasi Kecil


Jakarta,BeritaRayaOnline.Com,-Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaksanakan Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan (P4) Infrastruktur senilai Rp 6 triliun bersumber dari APBN-P 2013. Program tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi beban hidup masyarakat miskin akibat perubahan besaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Kementerian PU ditugasi untuk membangun infrastruktur dasar bagi masyarakat miskin di perdesaan dan perkotaan yang terkena dampak kenaikan harga BBM.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Komunikasi Publik (Puskom) Kementerian PU Ir.Danis H Sumadilaga saat mendampingi Ir.Eko Subekti, Direktur Irigasi dan Rawa, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis sore (27/6/2013), menjelaskan mengenai Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air Irigasi Kecil (P4-ISDA-IK).

Ir.Danis H Sumadilaga menjelaskan lagi, program P4 Infrastruktur Kementerian PU terbagi menjadi tiga jenis yaitu P4 Infrastruktur Sumber Daya Air (P4-ISDA) meliputi program penyediaan air baku beberapa kawasan dan irigasi kecil senilai Rp 2 triliun, P4 Infrastruktur Permukiman (P4-IP)  meliputi 7300 desa dan kelurahan senilai Rp 2 triliun yang melibatkan partisipasi masyarakat,dan P4 Sistem Penyediaan Air Minum (P4-SPAM) meliputi kurang lebih 93 desa dan kawasan senilai Rp 2 triliun.

Ir.Eko Subekti, Direktur Irigasi dan Rawa, Ditjen SDA PU, mengatakan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang bersifat Pro Rakyat dibutuhkan suatu upaya khusus selain melaksanakan rehabilitasi jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah."Salah satunya dengan penanganan infrastruktur irigasi di kawasan perdesaan melalui Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air Irigasi Kecil atau disebut P4-ISDA-IK. Maksud dari P4-ISDA-IK adalah menumbuhkan partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan rehabilitasi irigasi kecil sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan prinsip kemandirian,"katanya.

Sedangkan tujuan dari P4-ISDA-IK adalah terlaksananya pemberdayaan dan partisipasi masyarakat tani dalam kegiatan rehabilitasi irigasi kecil, serta terlaksananya rehabilitasi terhadap kondisi dan fungsi prasarana irigasi kecil. Disebutkan kriteria umum untuk provinsi adalah diutamakan pada 15provinsi lumbung beras yang memiliki kontribusi pada kurang lebih 90 % produksi padi nasional tahun 2012 (BPS,ASEM) yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara,Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur,Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan NTB.

Selain itu adalah provinsi-provinsi yang telah mengikuti program pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi partisipatif (PPSIP, WISMP, PIPS, dan NTB-WRMP) serta provinsi-provinsi yang memiliki kabupaten dan desa tertinggal sesuai dengan Keputusan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal No.393/KEP/M-PDT/XII/2011.

Sedangkan untuk masyarakat penerima bantuan yang disebut juga Kelompok Penerima Manfaat (KPM) adalah Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A)/induk perkumpulan petani pemakai air (IP3A)  yang telah berbadan hukum.P3A/GP3A/IP3A yang telah disahkan dengan SK Kepala Daerah, kelompok petaniyang disahkan dengan akte notaris dan kelompok petani yang disahkan dengan SK.kepala desa.

"Jenis belanjanya adalah bantuan sosial untuk pekerjaan fisik dan belanja barang untuk tenaga pendamping terdiri dari konsultan manajemen pusat, konsultan pendamping dan tenaga pendamping masyarakat atau TPM.Jenis kegiatannya adalah rehabilitasi jaringan irigasi dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masyarakat beserta hasil verifikasi oleh tim teknis.Pertama, saluran pembawa atau primer, sekunder, dan tersier, kedua saluran pembuang, ketiga bangunan irigasi, keempat jalan inspeksi dan kelima bangunan pelengkap seperti gorong-gorong,bangunan terjun, jembatan layanan, tangga cuci, tempat mandi hewan dengan alokasi dananya diperkirakan Rp 178 juta per desa," kata Ir.Eko Subekti. (lasman)
Tags: ,

author

BeritaRayaOnline.Com

0 comments

Leave a Reply

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan BeritaRayaOnline.Com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. BeritaRayaOnline.Com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
BeritaRayaOnline.Com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.