Ads


» » » Kemen PU Harapkan Kontraktor AABI Semakin Baik


 











Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,-Kualitas pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan kontraktor Asosiasi Aspal Beton Indonesia (AABI) diharapkan semakin baik. Demikian disampaikan Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementeriaan Pekerjaan Umum Hediyanto W Husaini dalam acara Musyawarah Daerah AABI Provinsi DKI Jakarta pada hari Rabu, 05 Juni 2013 di Hotel Bidakara Jakarta.

Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum mulai menerapkan Performance Based Contract (PBC) dan Design Build Contract yang dimaksudkan agar pelaksanaan pekerjaan konstruksi semakin efektif dan efisien. Namun demikian dalam penerapan PBC perlu diperhatikan agar faktor-faktor eksternal berpengaruh sekecil mungkin, misalnya faktor overload dan faktor drainase dalam pekerjaan jalan.

Dalam paparannya Hediyanto Husaini mengungkapkan bahwa Jalan Nasional di Indonesia memiliki total panjang 38.750 km, jumlah tersebut tentu saja masih kurang jika dikaitkan dengan pertumbuhan kendaraan. Selain itu tingkat kerusakan jalan juga masih tinggi akibat faktor overload dan drainase yang buruk, oleh karena itu AABI perlu menginisiasi upaya-upaya perbaikan jalan dengan teknologi yang baik.

 “Teknologi yang baik akan membuat kita lebih mudah bekerja” lanjut Beliau, upaya ini dapat dilakukan AABI dengan mengadakan ekspose atau exhibition agar publikasi teknologi pelaksanaan aspal beton untuk jalan diketahui para pelaku konstruksi.

Beliau menambahkan kualitas aspal beton dipengaruhi ketersediaan aspal, material aggregate  dan sumber daya manusia pelaksana. Kementerian Pekerjaan Umum pada saat ini sudah melakukan pendataan ketersediaan dan kebutuhan aspal secara nasional. Kebutuhan aspal untuk menopang pembangunan infrastruktur dan non infrastruktur pada tahun 2012 mencapai 1.315  ribu ton sementara suplai baru mencapai angka 890 ribu ton. Untuk mendukung upaya pemerintah.

 “AABI juga perlu melakukan perhitungan kebutuhan .dan ketersediaan aspal agar tidak terjadi kelangkaan aspal atau kenaikan harga secara drastis” pesan Hediyanto.

Terkait ketersediaan aggregate bahan campuran aspal beton beliau meminta agar dijaga kualitasnya sesuai spesifikasi yang dipersyaratkan, apabila diperlukan para anggota AABI bekerjasama menyediakan alternatif sumber aggregate yang memenuhi standar yang disyaratkan. Hal ini penting mengingat ketepatan campuran dan kualitas aggregate berkontribusi sekitar 70 % terhadap kekuatan aspal beton. 

Selain itu Hediyanto meminta agar para kontraktor dapat memberikan penghargaan terhadap profesi engineer melalui billing rate yang sesuai, karena pada dasarnya pekerjaan jalan perlu didukung engineer yang kompeten.

Ia juga mengajak asosiasi badan usaha untuk bekerjasama dengan Badan Pembinaan Konstruksi dalam melaksanakan pelatihan bagi tenaga kerja konstruksi khususnya bagi AABI yang terkait pekerjaan aspal beton seperti pelatihan operator AMP dan manager AMP. Pemerintah dan asosiasi juga perlu duduk bersama untuk membicarakan kendala-kendala dalam pelaksanaan pekerjaan misalnya terkait spesifikasi pekerjaan jalan, penggunaan batubara untuk AMP, pemenuhan kebutuhan peralatan, penerapan kontrak berbasis kinerja dan rancang bangun serta hal-hal lain terkait. Di lain pihak Beliau juga menghimbau agar anggota AABI dapat mempelajari peluang penggunaan aspal buton, mengingat ketersediaannya cukup melimpah di dalam negeri.

Akhirnya dalam Musyawarah Daerah yang diikuti para anggota AABI DKI Jakarta serta dihadiri Ketua DPP AABI Haidar Al Karim Hediyanto menegaskan bahwa “Kekuatan Jasa Konstruksi Indonesia berada pada asosiasi jasa konstruksi”, oleh karena itu diharapkan asosiasi tidak hanya berkutat pada pengurusan sertifikasi tetapi melakukan upaya-upaya yang membangun kapasitas dan kemampuan anggotanya. (lasman)
Sumber berita dan foto :Pusat komunikasi Publik Kementerian PU

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini