Ads


» » » Kalau Produksi Buah Nusantara Dalam Negeri Cukup, Buah Impor akan Kita Stop


Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,- "Kalau buah impor masuk, pasti ada konsumen yang teriak. Maka kita buat keseimbangan saja. Kalau produksi buah nusantara  dalam negeri cukup dan kebutuhan tiap tahun terpenuhi, buah impor akan kita stop. Namun, harus kita akui konsumsi buah-buahan di Indonesia masih rendah, selain harganya mahal, buahnya juga jarang,"kata Wakil
 Menteri Pertanian Rusman Heriawan ketika berdialog dengan petani jeruk di Desa Bullukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Malang, Jawa Timur , Jumat pagi (14/6/2013).

Wakil Menteri Pertanian merasa bahagia bisa bertemu langsung pengelola, penyuluh, kades, kadis dan petani jeruk karena Kementerian Pertanian  sangat "pro" pada buah nusantara."Harga jeruk kita sekarang lumayan,ya, berarti sudah bagus. Namun, ke depannya dari segi peladang harus diperbaiki teknologi pertaniannya, tanaman harus sesuai standar atau SOP. Kalau tak perlu pakai pupuk pestisida, dan kalau tak ada urgensinya, ya, jangan pakai pupuk pestisida berlebihan,"pesannya.

Pada kesempatan itu Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan yang didampingi  Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Batu Ir.Sugeng Pramono berpesan  untuk membuat network dengan raksasa-raksasa super market (swalayan) supaya ada kontrak dan kepercayaan."Dalam hal ini Pemkot harus turun tangan, pejabat yang turun menghadapi manajer raksasa super market .Persoalan selama ini di carrefour soal kontinyuitas ke super market .Gapoktan dan Pemkot harus kompak,"katanya.

Sementara petani jeruk bernama Pakqirun menjelaskan perkebunan jeruk ini merupakan peninggalan Belanda,dan pembeli datang sendiri ke tempat ini dengan luas lahan 30-40 hektare, masa produksi 5-7 tahun, dan panen jeruk (jenis kepro 5 dan batu 55) mencapai 15-20 ton per hektare.

"Harga per kilo Rp 15.000, malah sempat Rp 25.000 per kilo. Kendala yang dihadapi petani jeruk misalnya dibeberapa lahan ada masalah air,petani rata-rata memakai air hitpam atau pengairan swadaya masyarakat, dan pengendalian hama yang tak seberat buah apel,"katanya kepada wartawan BeritaRayaOnline.(lasman)




eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini