Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ir.Eko Subekti : Sebelum Masuk Program Rehabilitasi Irigasi Kecil Dilakukan Validasi Dulu

Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,-"Sebelum masuk program rehabilitasi irigasi kecil , tetapi bukan merupakan irigasi baru, kita lakukan validasi dulu .Target kita desa,desa itu ada irigasi tidak.Kemudian sudah masuk pembiayaan atau kegiatan apa saja. Kita melakukan validasi melalui tim teknis baik di tingkat balai, provinsi, kabupaten, dan dibantu oleh konsultan," jawab Ir.Eko Subekti, Direktur Irigasi dan Rawa, Ditjen Sumber Daya Air ((SDA), Kementerian Pekerjaan Umum.

Mejawab pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, Kamis sore (27/6/2013), mengenai rehabilitasi irigasi kecil Kementerian PU dan rehabilitasi irigasi desa Kementerian Pertanian agar tidak overlapping (tumpang tindih), Ir.Eko Subekti menjamin bahwa proyek rehabilitasi irigasi kecil/desa sebagai mengurangi beban hidup petani (miskin-red) akibat perubahan besaran subsidi dan kenaikan BBM dikedua departemen tak akan overlapping atau tumpang tindih karena masing-masing sudah punya program yang jelas dan terkoodinir dengan baik."Bahkan harus jelas juga perkumpulan petani pemakai air atau P3A sampai dengan kelompok petani yang disahkan baik dengan akte notaris maupun SK kepala desa,"ujarnya.

"Benar, teman-teman di Kementerian Pertanian juga punya program rehabilitasi irigasi desa. Janjinya hanya masuk pekerjaan rehabilitasi jaringan tersier, tetapi juga bisa nyerempet sampai jaringan sekunder.Kalau ini yang terjadi bisa  penggelapan atau proyek ditumpang-tindihkan,"katanya lagi.

Khusus Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air Irigasi Kecil (P4-ISDA-IK) terdiri dari air baku (Rp 899miliar), program pengamanan pantai (Rp 300 miliar), dan program perbaikan irigasi kecil di 4000 desa (Rp 801 miliar)."P4-ISDA-IK menumbuhkan partisipasi masyarakat petani, yang luasnya lebih kecil dari 1000 hektare, ini filosofisnya.Polanya dengan melakukan pemberdayaan, misalnya, memberdayakan P3A, petani diajak berpartisipasi aktif melalui pemberdayaan. Kami minta pers untuk lebih mensosialisasikan P4-ISDA-IK supaya informasi ini sampai kepada masyarakat dengan benar dan clear. Dananya Rp 1 triliun untuk mengelola irigasi kecil," katanya.

Sementara menjawab pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline soal pembangunan proyek rawa yang belakangan ini seperti "dianak-tirikan" dibandingkan dengan pembangunan proyek irigasi, Ir.Eko Subekti, Direktur Irigasi dan Rawa Ditjen SDA PU menjelaskan potensi lahan rawa di Indonesia mencapai 33 juta hektare.Namun, baru dimasukkan 1,8 juta hektare, dan sudah digarap seluas 400 hektare -termasuk proyek rawa lahan pasang surut Sebakung Kaltim- yang bisa memberikan kontribusi beras hanya 4%.

"Sedangkan jaringan irigasi memberi kontribusi beras hampir 84 % sampai 96 %. Memang program pembangunan dan rehabilitasi rawa lebih mudah dan murah, karena hanya'memainkan' air,sudah ada kesatuan hidrologinya. Tak mungkin rawa kekeringan kalau bukan salah dalam mengoperasikannya," katanya  seraya menambahkan proyek rawa Sebakung di Kalimantan Timur sangat bagus, tetapi drainasenya perlu diperbaiki dan sudah diprogramkan tahun 2014 mendatang.(lasman)


Tags: ,

author

BeritaRayaOnline.Com

0 comments

Leave a Reply

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan BeritaRayaOnline.Com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. BeritaRayaOnline.Com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
BeritaRayaOnline.Com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.