Ads


» » » PT.LJP Tingkatkan Kualitas dan Modernisasi Tata Niaga Sapi Potong


Serang, BeritaRayaOnline,-PT.Lembu Jantan Perkasa (LJP) yang didirikan tahun 1990 dan memfokuskan usaha pada bidang perdagangan, impor dan penggemukan sapi sapi potong.Visi perusahaan adalah meningkatkan kualitas dan moderenisasi tata niaga saping potong, yang bertujuan untuk menunjang usaha peningkatan gizi masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan ternak sapi potong dalam lingkup regional dan nasional.

Demikian dikatakan Ketut,  Corporate Corporation (Humas/Public Relation) PT.Lembu Jantan Perkasa (LJP) didampingi Joyce, Owners PT.LJP  di depan Menteri Pertanian Suswono yang melakukan kunjungan ke  lokasi pembibitan sapi (breeding) dan penggemukan sapi (fattening) di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Serang, Selasa (28/5/2013)."Dalam strategi pemasaran PT.LJP lebih memilih lokasi penggemukan yang dekat dengan pasar. Saat ini perusahaan memiliki kandang penggemukan bekerjasama dengan pihak lain di beberapa lokasi seperti Serang (Banten), Bekasi, Cariu, dan Jatinangor (Jawa Barat), serta Belawan dan Langkat (Sumatera Utara),"jelasnya.

Untuk mengantisipasi penurunan populasi sapi potong dan peningkatan kebutuhan maka mulai 2004 PT.LJP mulai merintis usaha pembibitan sapi potong (breeding) secara intensif di Serang, Banten. Usaha ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daerah-daerah akan sapi bibit pilihan dan berkualitas.

PT.Lembu Jantan Perkasa adalah satu-satunya usaha peternakan sapi potong di Indonesia yang bergerak didua bidang yakni di bidang pembibitan sapi (breeding) dan penggemukan sapi (fattening) secara intensif. Ditangani oleh tenaga-tenaga ahli reproduksi yang sangat berpengalaman sejak tahun 1973, sapi-sapi bibit yang dihasilkan oleh PT.LJP dijamin memiliki kualitas yang baik.

Proses kegiatan antara lain meliputi seleksi sapi bibit bakalan (heifers) yang memiliki alat reproduksi yang baik , pemeliharaan sapi-sapi bibit dengan pakan ternak yang disesuaikan dengan kebutuhan, penyerentakan berahi secara serentak dan berkala, inseminasi buatan pada sapi-sapi siap kawin, pemeriksaaan kebuntingan pada sapi-sapi yang telah diinseminasi, pemeliharaan sapi-sapi betina bunting sampai melahirkan, pemeliharaan anak-anak sapi secara intensif, penyapihan anak-anak sapi dari induk pada saatnya, pengawinan sapi kembali 3 bulan setelah melahirkan, dan fasilitas moderen serta dilengkapi dengan laboratorium serta fasilitas inseminasi.(lasman)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
1 Comments
close
Banner iklan disini