Ads


» » » Pada 2030 Jumlah Lansia akan Mencapai 36 Juta Orang

Jakarta, BeritaRayaOnline.Com,-Secara demografi lansia di Indonesia termasuk lima besar terbanyak di dunia dengan jumlah lansia sesuai sensus penduduk 2010 berjumlah 18,1 juta jiwa (9,6% dari total penduduk). Pada 2030 diperkirakan akan mencapai 36 juta orang.

Demikian dikatakan oleh dr R Dedi Kuswenda, M.Kes, Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar (BUKD), Kementerian Kesehatan pada acara temu media di Jakarta, Jumat (31/5/2013) tentang Hari Lanjut Usia 2013. Hadir juga pada kesempatan itu Toni Hartono Ketua II Komnas Lansia, dan dr Arya Govinda Roosheroe, Sekretaris Persatuan Gerontologi Medik Indonesia

."Peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lansia yaitu melalui perubahan perilaku ke arah perilaku hidup bersih  dan sehat dalam tatanan keluarga dan masyarakat, perbaikan lingkungan seperti fisik, biologis, sosial, budaya, dan ekonomi,"katanya.

Selain itu, lanjutnya, membantu penyelenggaraan Yankes (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif), serta ikut dalam proses kontrol dan evaluasi pelaksanaan pelayanan bagi lansia. Selain itu, yang terpenting dari pelayanan kesehatan itu sendiri adalah kesadaran dari setiap individu untuk menjaga kesehatan dan menyiapkan hari tua dengan sebaik dan sedini mungkin.

Menurut dr Dedi Kuswenda, kebijakan pelayanan kesehatan lanjut usia bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia agar sehat, mandiri, produktif, berguna, dan sejahtera."Secara khusus tujuan dari kebijakan ini diantaranya guna meningkatkan kesadaran lansia untuk menjaga  kesehatan, meningkatkan peran serta keluarga dan masyarakat, meningkatkan mutu pembinaan dan pelayanan kesehatan bagi lansia,"ujarnya.

Pembinaan kesehatan bagi lansia dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan keluarga dan masyarakat serta kemitraan LSM dan swasta, pembinaan dengan pendekatan holistic melalui pelayanan dasar dengan sistem rujukan yang berkualitas secara komprehensif.Jenis pelayanan yang dikembangkan oleh Kemenkes yaitu dengan melibatkan lintas program terkait di Kemenkes melalui pelayanan dasar di puskesmas santun lansia, pelayanan rujukan di rumah sakit, pelayanan kesehatan jiwa bagi lansia, pelayanan home care yang terintegrasi dalam perawatan kesehatan masyarakat,peningkatan inteligensi kesehatan bagi lansia, pencegahan penyakit tidak menular melalui Posbindu PTM, dan pelayanan gizi bagi lansia.

Sementara itu Ketua II Komnas Lansia Toni Hartono mengatakan penduduk lansia di dunia 60 tahun tumbuh sangat cepat dibanding kelompok usia lain.Tahun 2000 jumlah lansia dunia kurang lebih 600 juta , tahun 2025 diperkirakan mencapai kurang lebih 1,2 miliar ,dan tahun 2050 akan menjadi kurang lebih 2 miliar , dan saat itu 80 % penduduk lansia dunia hidup di negara berkembang."Kondisi sosial, ekonomi dan kesehatan Lansia di perdesaan pada umumnya memprihatinkan. Lansia terlantar sekitar 2,7 juta orang atau sekitar 15 %. Secara umum derajat kesehatan lansia masih rendah dan keluhan kesehatan cenderung meningkat . Pendidikan pada umumnya rendah, tak tamat SD  dan tak pernah sekolah, di perdesaan 75,05%, di perkotaan 50,28%,"katanya.

Toni Hartono mengatakan lagi sebenarnya potensi lansia sangat besar. Lansia yang tidak terlantar dan hidupnya tak bergantung pada orang lain mencapai 58 persen dari total populasi lansia. Di antara mereka terdapat purnakarya badan usaha milik negara (BUMN) /swasta dan purnawirawan TNI/Polri."Akan tetapi pendayagunaan lansia untuk kegiatan produktif masih sangat terbatas. Terdapat 2,7 juta lansia terlantar atau sekitar 15 persen dari populasi lansia. Berdasarkan sensus penduduk 2010, jumlah lansia mencapai 18,1 juta jiwa atau 9,6 persen jumlah penduduk,"ujarnya.(lasman)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini