Ads


» » » » Mentan : Tahun Ini Impor Sapi Dikurangi

Jember, BeritaRayaOnline.Com-, Menteri Pertanian Suswono berjanji tahun ini hingga seterusnya akan mengurangi kapasitas impor sapi ke Indonesia. Beberapa tahun lalu nilai impor sapi sempat mencapai 1 juta ekor per tahun.

"Tahun ini impor sapi akan terus dikurangi, sekarang impor tinggal 500 ribu ekor," kata Suswono saat di Jember dalam acara Kontes Sapi dan Inseminasi Buatan, Kamis (9/5/2013).

Dia mengatakan, pemerintah menargetkan pada tahun2014 Indonesia bisa swasembada daging sapi. Namun demikian, swasembada daging saat ini tergolong berat. Sebab konsumsi daging masyarakat masih rendah yakni hanya 2,2 kg per tahun.

"Jadi bisa dibayangkan konsumsi daging per hari seperti apalah. Di negara maju konsumsi daging bahkan sudah 5 kg ke atas. Konsumsi daging ayam saja di Malaysia satu bulan tiga ekor, sedangkan di Indonesia tiga bulan satu ekor. Itu bisa dilihat dari makanan seperti soto, dagingnya disuwir-suwir, juga rawon ada thetelan tulangnya," terangnya dihadapan ratusan peternak.

Suswono sendiri menyampaikan sebenarnya swasembada daging menjadi sebuah keniscayaan. "Potensi alam disini subur. Bedanya peternak dalam negeri dan luar negeri jauh. Di luar, satu keluarga pelihara 50 ekor, tapi disini 5 hektare hanya satu sapi per KK. Petani kita terus miskin, karena skala ekonominya kecil," katanya.

Dia menambahkan, di Indonesia saat ini  ada populasi sapi 16,6 juta ekor. "Dalam waktu dekat kita akan ada sensus sapi. Produksi dalam negeri dan harga daging harapannya bisa bagus, peternak bisa menikmati harga, lima tahun lalu harga sapi hidup murah sekali," ujarnya.

Namun populasi sapi yang tinggi itu juga memunculkan persoalan tersendiri. Kini harga daging di konsumen cukup tinggi yakni Rp 80 sampai 90 ribu per Kg. "Tolonglah, cari marjin jangan terlalu besar. Peternak senang, namun konsumen juga tidak diberatkan. Untuk importir utamakan produksi nasional dalam negeri dulu, keuntungan bisa dikurangi. Apalagi
80 persen pupulasi sapi ada di Jatim," terangnya.

Sementara Ketua Forum Peternak Sapi Indonesia (FPSI) Arum Sabil menyampaikan, Jember sebenarnya potensial untuk produksi daging sapi.

"Jember merupakan kabupaten kedua setelah Sumenep dengan jumlah populasi sapi terbesar. Ada istilah bagi kami, teroris sekarang bukan hanya pembawa bom untuk diledakkan, tapi teroris itu adalah importir sapi dan daging yang menyengsarakan peternak, pemerintah harus paham dengan kondisi itu," kata Arum Sabil yang juga Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) ini.

Sedangkan Bupati Jember MZA Djalal mengatakan, saat ini di Jember ada populasi sapi sekitar 3.500 ekor. "Ada tiga kecamatan yang memiliki populasi sapi terbesar disini. Kini kita akan meningkatkan kapasitas pemotongan sapi agar nanti sapi dari Jember tidak hanya dijual sapinya, namun juga dagingnya," kata Djalal.

Sementara Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusus yang turut hadir dalam acara itu mengatakan, di Jatim saat ini ada sapi potong  jantan 1,6 juta ekor, betina 3,6 juta ekor. "Sapi itu ada di peternakan rakyat ada 2,6 juta KK. 1 persen ada di perusahaan berbadan hukum. Tahun 2012,  ada 2,08 juta ekor, populasi sapi Jatim menyumbang 1 persen kebutuhan nasional dan kita punya ready stok  300 ekor," kata pria yang akrab dipanggil Gus Ipul.(lasman)

sumber berita  : okezone.com/foto :antara
teks foto : Menteri Pertanian Suswono (tiga kiri) melihat sorgum dalam acara Gebyar Peternakan dan Kesehatan Hewan di Desa Tanggul Kulon, Tanggul, Jember, Jawa Timur, Kamis (9/5/2013).


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini