Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Target Pencapaian Proyek Tol Sulit Dicapai karena Pembebasan Tanah

Jakarta, BeritaRayaOnline.Com- Akhir tahun 2014 adalah akhir dari  Rencana Pendek Jangka Menengah (RPJM)   tahun 2010-2014. Dalam RPJM ini ada target-target nasional yang harus dicapai oleh masing-masing kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum.

Salah satunya adalah target pencapaian  proyek jalan tol baik yang dibiayai APBN maupun investor swasta akhir tahun 2014 yang  diperkirakan sulit dicapai. Penyebabnya yaitu adanya hambatan serta kesulitan pengadaan tanah untuk proyek jalan tol.

Demikian dikatakan oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU Ir.Danis H Sumadilaga ketika mendampingi Direktur Teknik Bina Marga Ir.Suhardi,Msc dan Kasubdit Pengadaan Tanah Ir.Achmad Herry Marzuki dalam temu wartawan mengenai progress pelaksanaan pengadaan tanah jalan tol di Jakarta, Kamis (11/4/2013).

"Tahun ini disediakan dana Rp 1 triliun lebih untuk pembebasan lahan tanah jalan tol di Jabodetabek.Namun, kita masih menghadapi kesulitan dalam pembebasan tanah. Misalnya untuk akses tol Tanjung Priok, sudah ada kontraktor, sudah ada uang, tetapi progress fisik terlambat,"katanya.

Dikatakan lagi oleh Ir.Danis H Sumadilaga, proyek sudah ada dana, sudah ada investor dan kontraktor, tetapi terhambat oleh pembebasan tanah."Bermacam-macam timbul masalah dalam pembebasan tanah ini. Misalnya, pada saat membayar, pada siapa harus membayar.Sering seolah-olah kami salah membayar, ahli waris klaim, Dari pemerintah dananya cukup, sampai ratusan miliar rupiah. Dua negara yang bisa jadi contoh dalam hal pembebasan tanah yaitu China, tanah adalah milik negara, serta Malaysia, untuk kepentingan publik warganya bersedia pindah dulu, soal pembayaran tanah itu urusan di pengadilan,"ujarnya.

Sementara Ir.Achmad Hery Marzuki, Kasubdit Pengadaan Tanah, menambahkan masalah tanah sangat "unik", tak ada buku pelajarannya."Masalahnya di tol tak sama. Harga mesti bagus. Ada forum ada LSM. Ada Pilkada juga mempengaruhi. Kades itu kan satgas, berhenti dulu. Mau pembayaran, eh, pembayaran ditarik. Malah ada yang 'gila', saya mau melepas tanah ini kalau saudara-saudara saya mau memaafkan saya. Untuk akselerasi pembebasan tanah, paling mudah orang yang sudah berpendidikan seperti di Kota Jakarta. Yang susah di desa-desa. Dan, yang paling sulit pembebasan tanahnya yaitu Provinsi Jawa Timur atau tepatnya di Ngawi. Sedangkan untuk harga tanah paling mahal di Bali mencapai Rp 12 juta per M2,'katanya.

 Pembebasan Tanah Trans Jawa

Pembebasan lahan jalan tol Trans Jawa hingga saat ini baru sebesar 51,4 persen dari total 5.150,53 Ha tanah yang harus dibebaskan. Dari sembilan ruas jalan tol Trans Jawa, hanya ruas tol Cikopo-Palimanan yang proses pengadaan tanahnya telah rampung seluruhnya.

 Direktur Bina Teknik Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Ir.Suhardi,Msc mengakui, banyaknya hambatan dalam proses pembebasan tanah tol di Indonesia. Salah satunya ialah ketidaksetujuan pemilik tanah atas nilai penggantian tanah yang dikeluarkan tim penaksir harga independen.

“Nilai appraisal sudah cukup layak, harga sudah baik,” selanya.

Berdasarkan data Ditjen Bina Marga, sejak 2007 sudah Rp4,04 triliun dana yang dipergunakan untuk membebaskan tanah seluas 2.647 ha. Estimasi kebutuhan dana untuk pembebasan seluruh lahan tol Trans Jawa mencapai Rp7,23 triliun.

Kepala Sub Direktorat Pengadaan Tanah Ditjen Bina Marga, Ir.Achmad Herry Marzuki mengatakan, untuk tahun ini pemerintah mengalokasikan dana pembebasan tanah sebesar Rp1 triliun. Namun jumlah tersebut tidak hanya dipergunakan untuk pengadaan tanah tol Trans Jawa.

Proses pembesan lahan yang diharapkan selesai pada tahun ini diantaranya ialah ruas Solo-Mantingan dan Mantingan Kertosono. Hingga saat ini progres lahan kedua ruas tersebut masing-masing sudah 81,34 persen dan 50,13 persen. Dana yang sudah dipergunakan untuk membebaskan tanah Solo-Mantingan sebesar Rp929,5 miliar dan  Mantingan-Kertosono senilai Rp445,48 miliar.

Sementara untuk ruas Semarang-Solo, khususnya untuk ketiga seksi tersisa yaitu Bawen-Karanganyar,  Herry mengatakan,direncanakan selesai tanahnya pada akhir 2014. Sedangkan untuk tahun ini Ditjen Bina Marga mengharapkan dapat menyelesaikan 30 persen. Seksi I ruas Semarang-Solo yaitu Semarang—Ungaran sudah beroperasi, sedangkan seksi II Ungaran-Bawen ditargetkan dapat beroperasi pada Juni jelang Lebaran.

Dalam kesempatan tersebut, Herry juga menjelaskan untuk pengadaan tanah tiga ruas yaitu Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang dan Batang-Semarang akan dikerjakan secara bersamaan. Para pemilik ruas tol tersebut sepakat tanah dilakukan berbarengan agar dapat rampung pada waktu yang sama pula.

“Tanahnya ditargetkan pada tahun 2014 akan selesai,”katanya. (lasman)

Teks Foto : Direktur Bina Teknik Ditjen Bina Marga, Ir.Suhardi, MSc, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU, Ir.Danis H Sumadilaga, dan Kasubdit Pengadaan Tanah, Ir.Achmad Herry Marzuki, ketika memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (11/4/2013), mengenai progress pelaksanaan pengadaan tanah jalan tol. (Foto:Lasman/BeritaRayaOnline.Com )










Tags: , ,

author

BeritaRayaOnline.Com

0 komentar

Leave a Reply

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan BeritaRayaOnline.Com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. BeritaRayaOnline.Com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
BeritaRayaOnline.Com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.